Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bangsring Underwater, Surga Wisata Bawah Laut Banyuwangi yang Tercoreng Pungli

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
15 Desember 2025
A A
Bangsring Underwater, Surga Wisata Bawah Laut Banyuwangi yang Tercoreng Pungli

Bangsring Underwater, Surga Wisata Bawah Laut Banyuwangi yang Tercoreng Pungli (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bangsring Underwater Banyuwangi ramai gara-gara pungli yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Meski lama merantau dari Banyuwangi, bukan berarti saya lupa akan kampung halaman. Tentu kabar apa saja yang terjadi di sana, akan saya baca, meski kadang membuat saya geleng-geleng. Termasuk kabar tidak sedap yang menyeruak dari destinasi wisata Banyuwangi. Padahal sejak dua dekade lamanya Banyuwangi sudah berupaya merubah stigma dari Kota Santet menjadi Kota Sunrise. Yah, tetapi tetap ada saja oknum yang membuat wisatawan kapok demi keuntungan sesaat.

Kejadian yang mencoreng dunia wisata di Banyuwangi itu terjadi di Bangsring Underwater, yang lokasinya ada di Kecamatan Wongsorejo. Kabar yang beredar, bus rombongan asal Surabaya ditahan oleh dua orang yang mengaku akamsi. Keduanya meminta sejumlah uang dengan dalih pengawalan.

Gimana ya, jelas-jelas itu pungli dan menyalahi aturan. Namun hal itu seperti dibiarkan begitu saja. Sebab kejadiannya tidak hanya sekali terjadi. Tentu jika tidak segera ditindaklanjuti, bakal merugikan pengelola destinasi wisata dan nama Banyuwangi sendiri.

Padahal jika ditelusuri, Bangsring Underwater memiliki potensi besar untuk jujugan wisatawan yang ingin menikmati pesona alam bawah laut Banyuwangi. Keindahan itulah yang membuat destinasi ini jadi tujuan banyak wisatawan dari luar daerah. Sehingga tidak heran, begitu kabar pungli itu diunggah di media sosial, warga langsung geram. Warga khawatir jika pungli bakal berimbas pada pariwisata Banyuwangi.

Pungli di Bangsring Underwater butuh solusi

Saya ingat betul kejadian pungli di Bangsring Underwater beberapa hari terakhir yang viral bukanlah kali pertama. Sebab pada Juli 2022 kejadian serupa juga pernah terjadi. Kala itu korbannya rombongan dari Jember. Modusnya pun sama, pelaku meminta sejumlah uang dengan dalih pengawalan. Namun alih-alih diberi, wisatawan yang mengunggah di media sosial justru banjir dukungan hingga akhirnya keluhan itu direspons dan ditindaklanjuti oleh Bupati Banyuwangi.

Tiga tahun berlalu, nahas, pratik serupa kembali muncul dan menyasar wisatawan asal Surabaya. Tentu saja kejadian yang berulang dengan pola yang sama, seolah mengisyaratkan respons yang diberikan pemangku kebijakan seakan tanpa solusi. Padahal wisatawan yang datang ke Bangsring Underwater juga sudah membayarkan tiket resmi, sehingga biaya tambahan yang dibebankan pastinya akan sangat memberatkan pengunjung.

Saya kira perlu solusi nyata agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Masa harus nunggu viral dulu baru ditindaklanjuti? Gimana dengan nasib wisatawan yang enggan ribut dan tetap membayar pungli itu?

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Pengawasan dua arah bisa jadi pemecah masalah

Tentu saja soal pungli yang terjadi di Bangsring Underwater diharapkan tidak terjadi lagi. Idealnya, Pemkab bisa menerapkan berbagai langkah preventif guna meminimalisir potensi pungli terjadi berulang kali.

Salah satu cara yang bisa dilakukan ialah melakukan pengawasan dua arah. Tak hanya dari sisi Pemkab dan pengelola wisata, pengunjung juga perlu diberikan wadah untuk melakukan pengawasan. Tak ada salahnya jika di setiap sudut destinasi wisata di Banyuwangi dipasang layanan aduan pengunjung.

Tentu saja layanan itu perlu dikelola dengan baik dan respons yang cepat. Pemkab Banyuwangi bisa meniru Command Center 112 milik Kota Surabaya yang sat set das des. Sebab jika aduannya masih seperti di layanan di 082131545555 atau di laman pengaduan.banyuwangikab.go.id, tentu saja pengunjung yang mengeluh tidak akan sabar.

Alih-alih percaya dengan pemangku kebijakan, mereka malah lebih senang jika keluhanya langsung viral di media sosial. Jadi Pemkab perlu berbenah lagi soal cara menerima aduan masyarakat ini.

Modus pungli di destinasi wisata Banyuwangi itu nyata

Kejadian di Bangsring Underwater hanya satu dari sekian banyak modus pungli di Banyuwangi yang pernah terjadi. Mulai dari keluhan pungli delman saat berwisata di wisata De Djawatan Kecamatan Cluring, sampai pungli di dengan dalih dana kebersihan Pantai Watu Dodol Kecamatan Kalipuro. Bahkan ada cara lain yang dilakukan oknum pengelola wisata, yaitu dengan memanipulasi jumlah tiket.

Fyi, beberapa destinasi di Banyuwangi sudah menggunakan e-ticketing yang langsung terintegrasi dengan sistem yang dikelola oleh Pemkab Banyuwangi. Nah, tidak sedikit beberapa destinasi wisata “main-main” dengan mengakali jumlah tiket yang dicetak.

Saya pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ini. Saya berkunjung ke salah satu pantai di selatan Banyuwangi dengan empat orang kolega. Setelah membayar, kami baru sadar kalau tiket yang diberikan hanya tiga. Tentu saja jika itu dilakukan berulang, tak hanya merugikan pengunjung, tapi juga pendapatan daerah dari sektor wisata berkurang.

Pada akhirnya semua kembali pada pihak pemerintah daerah. Jika ingin menjadikan wilayahnya jujugan wisatawan tanpa takut dirugikan, harus ada langkah besar yang dilakukan dengan memperbaiki tata kelola wisata saat ini. Saya harap tak ada lagi pungli seperti yang terjadi di Bangsring Underwater karena hanya mencoreng nama Banyuwangi. Semoga bisa jadi bahan evaluasi.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Ironi Liburan di Teluk Hijau Banyuwangi, Disuguhi Pemandangan bak Raja Ampat dan Kehancuran Lingkungan Akibat Tambang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2025 oleh

Tags: bangsring underwaterBanyuwangidestinasi wisata banyuwangikabupaten banyuwangipariwisata banyuwangiwisata Banyuwangi
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

Nggak Cuma Kalimantan, Banten, atau Banyuwangi, Lombok Juga Punya Sihir Antik

18 April 2020
Kereta Api Sri Tanjung, Transportasi Terbaik dari Jogja ke Banyuwangi. Jangan Naik Bus!

Kereta Api Sri Tanjung, Transportasi Terbaik dari Jogja ke Banyuwangi. Jangan Naik Bus!

15 Februari 2024
Polresta Banyuwangi Launching Hotline Wadul, Bagaimana Nasib para Pelapor? Bisa Dijamin Aman?

Polresta Banyuwangi Launching Hotline Wadul, Bagaimana Nasib para Pelapor? Bisa Dijamin Aman?

29 September 2023
Surat Terbuka untuk Bupati Banyuwangi Terkait Minuman Keras (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Bupati Banyuwangi Terkait Izin Penjualan Miras di Tempat Wisata

12 Juni 2023
Sebagai Orang Banyuwangi, Saya Merasa Sudah Saatnya Julukan Banyuwangi Kota Santet Dihilangkan

Sebagai Orang Banyuwangi, Saya Merasa Sudah Saatnya Julukan “Banyuwangi Kota Santet” Dihilangkan

15 Oktober 2023
Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

19 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.