Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalur Tengkorak Karanganyar-Gombong Dianggap Berbahaya karena Mistis, padahal Memang Kondisi Jalannya Aja yang Buruk

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq oleh Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
26 September 2025
A A
Jalur Tengkorak Karanganyar-Gombong Dianggap Berbahaya karena Mistis, padahal Memang Kondisi Jalannya Aja yang Buruk

Jalur Tengkorak Karanganyar-Gombong Dianggap Berbahaya karena Mistis, padahal Memang Kondisi Jalannya Aja yang Buruk

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau di Jawa Tengah ada daftar jalan yang bikin orang merinding bukan karena hantu, tapi karena kecelakaan lalu lintas, jalur Karanganyar-Gombong di Kebumen jelas masuk nominasi. Kalau Anda orang Kebumen atau Banyumas, mungkin pernah mendengar sebutan jalur tengkorak di ruas Karanganyar-Gombong. Namanya saja sudah bikin merinding.

Nama tersebut muncul bukan karena jalan ini dihiasi ukiran tengkorak ala tato biker, tapi karena banyak kecelakaan yang memakan korban di jalur ini. Jalan raya yang membentang dari barat Pasar Karanganyar hingga Gombong ini sudah lama dapat julukan jalur tengkorak. Bukan tanpa sebab, korban kecelakaan di jalur ini sudah banyak yang berakhir tragis.

Seperti biasa, tragedi di jalan raya di Indonesia jarang bisa lepas dari bumbu mistis. Di jalur Karanganyar-Gombong, faktor itu muncul dari keberadaan makam Alang-alang Amba yang persis berada di pinggir jalan. Orang sini percaya, kalau lewat situ wajib bunyikan klakson sebagai tanda permisi. Logikanya? Ya, jangan ditanya. Namanya juga logika mistika. Kadang-kadang di negeri ini, pocong dianggap lebih punya hak istimewa daripada polisi lalu lintas.

Namun, kalau dipikir-pikir, aturan tidak tertulis itu justru ada sisi positifnya juga. Minimal, pengendara jadi sedikit lebih fokus, tangannya pegang setir sambil nge klakson, bukannya main HP sambil gas pol.

Tapi, tidak hanya karena itu jalur Karanganyar-Gombong dianggap mengerikan. Ada penyebab-penyebab lain yang saya rasa amat berkontribusi terhadap kengerian jalur ini.

Jalur lurus, godaan ngebut

Jalan Karanganyar-Gombong memang lebar, lurus, dan panjang. Kalau siang hari, jalannya terasa seperti lintasan MotoGP. Pengendara motor bisa tergoda untuk uji top speed, pengemudi mobil tergoda nyalip kiri-kanan. Sayangnya, kondisi “nyaris tol” itu semu. Karena faktanya, jalur ini nggak mulus-mulus amat.

Ada bagian jalan coran yang bergelombang, bikin kendaraan goyang-goyang macam dangdutan. Pengendara bisa terlena ketika habis ngebut tiba-tiba ketemu belokan tajam atau jalan bergelombang. Kalau sudah begitu, salah sedikit saja bisa berujung fatal. Dan yang paling sering dituduh?

Ya, tentu saja faktor mistis. Padahal kadang masalahnya sederhana: orang kebablasan gas, jalan nggak rata, lampu penerangan minim.

Baca Juga:

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata

Angin sawah, baliho caleg, dan bus ugal-ugalan di Jalur Karanganyar-Gombong

Selain jalur coran yang bikin waswas, faktor lain yang bikin jalur ini rawan adalah angin kencang dari persawahan terbuka. Pernah ada peristiwa absurd yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala, yaitu ada seorang siswi SMK meninggal dunia karena tertimpa baliho caleg yang roboh diterpa angin kencang, Januari 2024 lalu.

Tapi bukan cuma baliho. Jalur ini juga jadi arena bus dan kendaraan besar yang sering ugal-ugalan. Mereka kadang makan jalur, mepet banget sama kendaraan kecil, dan bikin pengendara motor harus memilih minggir ke bahu jalan atau siap adu nyawa. Kadang mereka juga ngerem mendadak, entah karena kejar setoran atau ingin salip kendaraan lain. Buat yang naik motor, rasanya nyawa cuma setebal ban luar.

Jadi lengkaplah sudah, jalur Karanganyar-Gombong bukan cuma melawan takdir, tapi juga melawan logika pengemudi kendaraan besar yang kadang merasa jalan selebar itu masih kurang.

Jalur kombo maut

Maka lengkaplah reputasi jalur Karanganyar-Gombong sebagai jalur tengkorak. Bayangkan, dalam satu lintasan saja sudah ada makam yang dipercaya angker, jalan lurus yang menggoda ngebut, cor-coran bergelombang yang bikin kendaraan oleng, angin kencang dari sawah yang bisa bikin apa saja terbang, baliho caleg yang siap roboh kapan saja, plus bus ugal-ugalan yang melaju seolah jalan itu punya kakek buyutnya.

Paket kombo maut ini masih dilengkapi dengan penerangan jalan yang minim serta pengendara yang kadang lebih percaya diri daripada skill yang dimiliki. Wajar kalau setiap kali ada kecelakaan, orang bingung mau menyalahkan siapa: mistis kuburan, angin, jalan coran, baliho caleg, atau sopir bus yang lagi kejar setoran.

Kalau warga percaya jalur ini angker, silakan saja bunyikan klakson saat lewat makam. Tapi kalau mau lebih realistis, ya harus ada solusi konkret: perbaikan jalan coran yang bergelombang, penerangan jalan yang memadai, pembatas kecepatan di titik-titik rawan, aturan ketat pemasangan baliho, dan ini penting juga untuk pengawasan sopir bus biar nggak asal gas seenaknya.

Terus terang, kalau masih ada bus makan jalur dan baliho caleg roboh menimpa orang, itu bukan lagi sekadar jalur tengkorak, tapi jalur paling tragis di Indonesia.

Jalur Karanganyar-Gombong bisa berubah, tapi…

Pada akhirnya, jalur Karanganyar-Gombong ini bisa kok berubah citra, dari jalur tengkorak jadi jalur aman sentosa. Syaratnya, pemerintah mau serius memperbaiki infrastruktur, sopir bus mau sadar bahwa jalan itu bukan sirkuit balap, dan pengendara motor nggak gampang nafsu sama godaan gas pol.

Tapi ya itu tadi, di negeri ini logika mistika sering lebih dipercaya daripada logika lalu lintas. Jadi jangan heran kalau banyak orang lebih percaya klakson permisi ke makam daripada pakai helm SNI sambil jaga kecepatan.

Penulis: Akhmad Alhamdika Nafisarozaq
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Daendels Jogja Kebumen Sebetulnya Indah dan Menjadi Alternatif, tapi Bisa Menjadi Pembunuh bagi Pengendara yang Tidak Waspada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2025 oleh

Tags: Gombongjalur karanganyar-gombongjalur maut di jawa tengahkaranganyarKebumen
Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Akhmad Alhamdika Nafisarozaq

Mahasiswa kabupaten yang sering pulang untuk mengamati rumah sendiri yang perlahan berubah.

ArtikelTerkait

Derita Tinggal di Pertashop- Sebuah Warisan yang Meresahkan (Foto milik penulis)

Derita Tinggal di Pertashop: Bisnis Warisan yang Meresahkan

24 Januari 2023
Percayalah, Jangan Main ke Kebumen, Nanti Bakal Nyesel

Percayalah, Jangan Main ke Kebumen, Nanti Bakal Nyesel

21 Maret 2023
Gombong, Jalur Penghubung Banjarnegara-Kebumen yang Berbahaya

Gombong, Jalur Penghubung Banjarnegara-Kebumen yang Berbahaya

30 September 2023
Stasiun Purwokerto, Kini Stasiun Terbaik di Sekitar Banyumas (Rio Adhitya Cesart via Wikimedia Commons)

Stasiun Purwokerto Setelah Renovasi Kini Punya Parkiran Lebih Luas dan Fasilitas Tambahan Membuat Pengunjung Puas

14 April 2024
Jogja Itu Kota Salah Urus, eh Kebumen Malah Menirunya. Aneh! (Unsplash)

Ketika Identitas Sudah Tidak Penting Lagi, Kota Kebumen Lebih Memilih untuk Beralih dan Meniru Jogja yang Salah Urus

12 Maret 2024
Usaha Kebumen Lepas dari Status Kabupaten Termiskin (Unsplash) purworejo

Usaha Kebumen Lepas dari Status Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

14 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.