Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sudah Saatnya Stasiun Pare Kediri Dihidupkan Lagi, agar Akses ke Pare Tak Lagi Sulit dan Mahal!

Nurhadi Mubarok oleh Nurhadi Mubarok
22 Juni 2025
A A
Sudah Saatnya Stasiun Pare Kediri Dihidupkan Lagi, agar Akses ke Pare Tak Lagi Sulit dan Mahal!

Sudah Saatnya Stasiun Pare Kediri Dihidupkan Lagi, agar Akses ke Pare Tak Lagi Sulit dan Mahal!

Share on FacebookShare on Twitter

Pare merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Kediri. Meski statusnya hanya sebagai kecamatan biasa, sebenarnya Pare layak menjadi ibu kota Kabupaten Kediri karena berbagai fasilitas telah tersedia di sini. Sebut saja Masjid Agung An-Nur, Alun-Alun Pare, RSUD, Samsat, pasar, hingga pusat perbelanjaan. Pare juga terkenal dengan Kampung Inggris-nya yang telah tersohor seantero Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Setiap waktu, Pare selalu ramai oleh para pelajar Kampung Inggris yang datang dari berbagai daerah. Sayangnya, ketiadaan transportasi umum seperti kereta api membuat Pare agak sulit diakses.

Biaya ke Pare yang mahal

Sebagai salah satu ikon pendidikan nonformal di Indonesia, Kampung Inggris Pare tidak pernah sepi peminat. Tiap bulan, ribuan anak muda dari berbagai daerah datang ke sini. Moda transportasi yang paling efisien menuju Kediri adalah kereta api. Namun sayangnya, Pare tidak memiliki stasiun.

Stasiun besar terdekat adalah Stasiun Kota Kediri yang berjarak sekitar 25 kilometer. Sementara itu, stasiun kecil terdekat adalah Stasiun Papar yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Pare. Dari stasiun, perjalanan harus dilanjutkan menggunakan travel atau ojek untuk sampai ke Kampung Inggris.

Biaya menuju Kampung Inggris dari Stasiun Kota Kediri tentu tidak murah. Jika menggunakan GoRide, tarifnya sekitar Rp56.000. Sementara jika menggunakan GoCar, bisa mencapai lebih dari Rp100.000. Padahal, harga tiket kereta api dari Surabaya ke Stasiun Kota Kediri hanya sekitar Rp15.000. Jika saja Pare memiliki stasiun sendiri, tentu akses transportasi dari dan ke Pare akan jauh lebih mudah dan murah.

Bekas stasiun yang kini jadi warung sate

Dulunya, Pare Kediri memiliki stasiun kereta api dengan tipe besar yang dibangun pada tahun 1896. Jalur rel stasiun ini mengarah ke Stasiun Papar yang kemudian tersambung ke Jombang, dan ke arah sebaliknya menuju Stasiun Kota Kediri. Sayangnya, operasional Stasiun Pare ditutup pada tahun 1981.

Kini, bekas Stasiun Pare telah beralih fungsi menjadi warung sate kambing dan gulai. Lokasinya berada di Jalan Panglima Besar Sudirman, tepat di depan Mapolres Kediri. Sisa-sisa rel kereta api masih terlihat jelas di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Kediri dan Pare. Namun, sebagian rel telah tertimbun tanah, terhalang warung-warung makan, atau bahkan tertutup aspal.

Pare Kediri butuh konektivitas

Melihat geliat aktivitas PT KAI dalam beberapa tahun terakhir, banyak stasiun dan jalur kereta api yang sebelumnya nonaktif berhasil dihidupkan kembali. Salah satu contohnya adalah Stasiun Garut, yang diikuti dengan reaktivasi jalur Cibatu–Garut. Dari contoh ini, kita bisa melihat bahwa menghidupkan kembali jalur dan stasiun mati bukanlah hal yang mustahil. Kuncinya terletak pada kemauan pemerintah dan dukungan masyarakat.

Baca Juga:

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Alasan Golden Theater Kediri Masih Bertahan dan Tetap Ada di Hati Masyarakat Kediri

Saat ini, Pare Kediri telah menjadi pusat ekonomi baru, pendidikan informal, serta tempat berkumpulnya anak muda dari seluruh penjuru Indonesia. Lalu, mengapa justru stasiun dan jalur kereta api di kawasan seperti ini malah tidak aktif? Reaktivasi Stasiun Kereta Api Pare bukan soal romantisme masa lalu, melainkan soal kebutuhan penting serta keadilan akses transportasi bagi warga Pare, pelajar Kampung Inggris, dan masyarakat Kediri bagian timur secara umum.

Sate memang enak, tapi kereta api lebih dibutuhkan

Tidak ada yang menyangkal bahwa sate dan gulai kambing memang lezat. Namun, akan jauh lebih menyenangkan jika penumpang kereta api bisa langsung turun di Pare. Masyarakat yang tinggal di Pare dan wilayah Kediri bagian timur tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Stasiun Kota Kediri atau Stasiun Papar.

Saya yakin, peminat kereta api di wilayah ini cukup banyak dan akan terus bertambah jika konektivitas diperbaiki.

Penulis: Nurhadi Mubarok
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pare Nggak Akan (Bisa) Pisah dari Kediri kayak Batu yang Pisah dari Malang, Levelnya Beda, Bolo!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2025 oleh

Tags: kampung inggris parekediriParestasiun kereta api
Nurhadi Mubarok

Nurhadi Mubarok

melepaskan diri dari belenggu overthinking

ArtikelTerkait

Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

Membuang Ayam Hitam ke Sungai Brantas: Ritual Pernikahan di Kediri yang Dipercaya Bisa Menolak Bala

3 Agustus 2023
Kelakuan Ajaib para Pesepeda di Kampung Inggris Pare yang Meresahkan

Kelakuan “Ajaib” para Pesepeda di Kampung Inggris Pare yang Meresahkan

8 April 2025
Kecamatan Pagu Kediri, Jalur Penghubung Kediri-Jombang yang Bikin Pengendara Mengingat Kematian

Kecamatan Pagu Kediri, Jalur Penghubung Kediri-Jombang yang Bikin Pengendara Mengingat Kematian

2 Februari 2024
5 Rekomendasi Wisata Sumber Mata Air Gratis di Kediri yang Wajib Dikunjungi

5 Rekomendasi Wisata Sumber Mata Air Gratis di Kediri yang Wajib Dikunjungi

27 April 2023
mitos di sekitar gunung kelud kediri erupsi hujan abu mojok.co

4 Mitos yang Menyelubungi Gunung Kelud di Kediri

24 Juni 2020
Warteg Putri Barokah Bahari 777 Kediri, Penyelamat Mahasiswa Kantong Cekak Mojok

Warteg Putri Barokah Bahari 717 Kediri, Penyelamat Mahasiswa Kantong Cekak

11 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.