Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tukang Parkir di Malang Gajinya Bisa Sampai 9 Juta, Pekerja Kantoran Keliatan Sepele!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
25 Mei 2025
A A
Menghitung Pendapatan Tukang Parkir di Malang, Jauh Melebihi UMR Malang, Gaji Pekerja Kantoran Jadi Sepele!

Menghitung Pendapatan Tukang Parkir di Malang, Jauh Melebihi UMR Malang, Gaji Pekerja Kantoran Jadi Sepele!

Share on FacebookShare on Twitter

Ada banyak tukang parkir di Malang, yang mengelola tempat-tempat ramai (strategis), yang pendapatannya bahkan melebihi UMR Malang. Bahkan ada tukang parkir yang pendapatan per harinya bisa menyentuh angka 300 ribu.

Tukang parkir memang bukan merupakan pekerjaan yang keren. Tukang parkir juga bukan pekerjaan yang memerlukan gelar atau pendidikan yang tinggi. Dan, tukang parkir juga bukan pekerjaan yang layak dicantumkan di LinkedIn, dipamerkan ke kawan lama, keluarga, bahkan ke mertua. Tukang parkir juga bukan merupakan pekerjaan yang dianggap akan membawa pada kekayaan.

Namun, di kota-kota besar, di kota-kota yang perputaran roda ekonominya nyaris nggak pernah libur, tukang parkir adalah sebuah pekerjaan yang nggak bisa dipandang sebelah mata. Masih nggak layak dicantumkan di LinkedIn dan dipamerkan ke calon mertua memang, tapi pendapatannya nggak main-main. Sebut saja di Malang, yang mana tukang parkir adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan.

Terlepas dari pro-kontranya, tukang parkir ini emang susah untuk dipisahkan dari Malang. Nyaris tiap tempat, mulai dari ATM, minimarket, ruko-ruko pusat perbelanjaan, hingga rumah makan dan cafe ada tukang parkirnya. Ini diperparah dengan transportasi umum yang “hidup segan mati tak mau”, membuat warga Malang mau nggak mau pakai kendaraan pribadi, yang mana harus berurusan dengan tukang parkir.

Sekarang pertanyaannya, memangnya berapa penghasilan tukang parkir di Malang sehingga pekerjaan ini bisa dibilang menjanjikan? Mari kita hitung bareng-bareng.

Tukang parkir daerah Kidul Pasar, bisa dapat lebih dari 60 ribu per hari

Mas Kopeng, adalah salah seorang tukang parkir yang menguasai salah satu area di daerah Kidul Pasar. Area Kidul Pasar ini merupakan salah satu area yang bisa dibilang “lahan basah” bagi tukang parkir. Di sana terdapat banyak pertokoan, tempat nongkrong dan tempat makan, juga nggak jauh dari Pasar Besar Kota Malang. Kawasan ini nggak pernah sepi pengunjung.

Di sana, Mas Kopeng bersama beberapa temannya mengelola satu tempat parkir yang nggak terlalu luas dan besar. Menurut Mas Kopeng, pendapatannya sebagai tukang parkir tidak tentu. Beda hari, beda pendapatan. Kalau hari Senin atau hari ketika kawasan Kidul Pasar dilanda hujan, pendapatannya di hari itu pasti rendah. Tapi kalau akhir pekan, musim liburan, atau mendekati hari raya, pendapatannya jelas melambung tinggi.

“Aku biasanya parkir bertiga, kadang berempat. Kalau lagi sepi, satu anak bisa dapat sekitar 40 ribuan sehari. Tapi kalau rame, ya bisa lebih dari 60 ribu. Tergantung rame atau nggak, dan tergantung berapa orang yang parkir hari itu. Kalau berempat ya dapat lebih sedikit dibanding bertiga. Itu pendapatan bersih, sudah dipotong setoran ke Dishub, kadang 15 ribu kalau sepi, dan 25 ribu kalau rame.” ujar Mas Kopeng kepada saya.

Baca Juga:

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

Dengan penghasilan terendah (kalau sepi atau hujan) ada di angka 40-60 ribu per hari, Mas Kopeng dan kawan bisa mendapatkan sekitar 1,2-1,8 juta per bulan. Namun jika tempat parkir yang dikelola oleh Mas Kopeng ini rame terus, sehari bisa dapat lebih dari 60 ribu, bahkan sampai menyentuh angka 100 ribu. Kalau sudah begitu, dalam sebulan Mas Kopeng dan kawan-kawan bisa dapat sampai 2,5-3 juta per bulan.

Tukang parkir di Malang bisa dapat lebih dari 3 juta per bulan

Mas Kopeng dengan area parkirnya yang nggak terlalu besar itu bisa dapat sekitar 2,5-3 juta sebulan kalau rame. Sekarang bayangkan tukang parkir di Malang yang lain, yang mengelola tempat parkir yang lebih besar, di dalam area Pasar Besar, di area Stasiun Malang, atau area pertokoan di Suhat misalnya. Pendapatan mereka nggak mungkin di bawah 80-100 ribu per hari.

Ada banyak tukang parkir di Malang, yang mengelola tempat-tempat ramai (strategis), yang pendapatannya bahkan melebihi UMR Malang. Bahkan ada tukang parkir yang pendapatan per harinya bisa menyentuh angka 300 ribu. Sebulan apa nggak 9 juta sendiri itu? Mana setorannya ke Dishub kadang cuma 30 ribu sehari. Edan, kan, penghasilan tukang parkir di Malang?

Tukang parkir di Malang itu menjanjikan, asalkan…

Terlepas dari polemik perkara tukang parkir, menjadi tukang parkir di Malang ini adalah pekerjaan yang cukup menjanjikan. Kalau dihitung-hitung, pendapatan per bulannya bisa menyamai atau bahkan melebihi UMR Malang. Menjanjikan banget, lah, asalkan jadi tukang parkirnya di kawasan ramai, seperti di Suhat, di Pasar Besar Malang, atau di Stasiun Malang. Itu baru bisa disebut menjanjikan. Kalau jadi tukang parkirnya di kedai kopi kecil yang pengunjungnya nggak terlalu ramai, ya nggak menjanjikan.

Gimana? Ada yang tertarik jadi tukang parkir di Malang?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Malang Kota Wisata Parkir: Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir, Semakin Nggak Nyaman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2025 oleh

Tags: Kidul Pasar MalangMalangSuhattukang parkir di malangUMR Malang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut

Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut

30 Mei 2023
Smart Gate System Universitas Negeri Malang (UM) Merepotkan! (Unsplash)

Smart Gate System (SGS) di Universitas Negeri Malang (UM), Kebijakan Baru dengan Rasa Lawas: Tetap Mendadak dan Merepotkan!

7 April 2025
Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus   kos dekat kampus

Makin Mahal Hingga Kurang Aman, Inilah Alasan Mengapa Kos-kosan di Dinoyo dan Kerto Malang Makin Sepi meskipun Dekat Banyak Kampus  

11 April 2025
Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang Terminal Mojok

Rumah Kaca, Hotel Melati Legendaris di Tengah Pusaran Prostitusi Kota Malang

6 September 2022
masjid di dekat alun-alun Jember

Malang This, Bondowoso That, Gimana kalau Jember Aja yang Jadi Ibu Kota Jatim?

29 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
5 Barang Unik yang Saya Temukan di Facebook Marketplace, Surga yang Underrated

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Juni 2026
Derita Di Balik Keindahan Brown Canyon Semarang: Kisah Warga yang Harus Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang Mojok.co

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Brown Canyon Semarang, Warga (Terpaksa) Berdamai dengan Truk Tronton dan Debu Tambang

4 Juni 2026
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki nex crossover suzuki nex II

Suzuki Nex II Benar-benar Nggak Tahu Diri, Harganya Lebih Mahal dari Honda BeAT, tapi Fiturnya Masih Saja Tertinggal  

6 Juni 2026
Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

Mengurai Inflasi IPK: Dosen Makin Dermawan atau Mahasiswa Makin Pintar?  

3 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.