Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Dosa Kopi Keliling yang Bikin Kesal Pembeli

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
25 Mei 2025
A A
4 Dosa Kopi Keliling yang Bikin Kesal Pembeli

4 Dosa Kopi Keliling yang Bikin Kesal Pembeli (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kopi keliling ini murah sih, tapi kadang bikin kesel.

Ketika ngopi sudah jadi gaya hidup, ketika itu pula kedai kopi semakin banyak bermunculan. Dari yang beneran jualan kopi enak, sampai yang cuma jualan lighting kekuningan, semua ada. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan.

ADVERTISEMENT

Nah, di tengah menjamurnya kedai kopi yang berlomba-lomba tampil estetik ini, hadirlah satu alternatif ngopi yang lebih sederhana, yaitu kopi keliling. Tapi ini bukan kopi keliling ala abang-abang starling yang menyeduh kopi sachet di atas sepeda sambil bawa termos dan cup plastik bening, ya. Bukan. Yang saya maksud adalah versi upgrade-nya: kopi cup siap minum yang dijajakan menggunakan gerobak motor atau sepeda yang sudah dimodifikasi.

Sejauh pengamatan saya, ada banyak sekali merek kopi keliling. Ada Jago, Sejuta Jiwa, Sumi, Gerobak Biru, dll. Sepintas, kopi keliling memang jadi solusi karena harganya yang lebih merakyat dibanding Fore ataupun kopi di Indomaret Point. Namun mari kita jujur. Di balik daya tariknya, kopi keliling juga punya dosa-dosa kecil yang sering kali bikin kesal pembeli.

#1 Kopi keliling tapi nggak keliling

Dosa pertama dan menurut saya paling fatal adalah fakta bahwa abang-abang kopi keliling ini tidak benar-benar keliling. Umumnya, penjual kopi keliling ini hanya mengambil kopi di dapur pusat yang entah di mana, lalu mangkal di titik-titik strategis. Misalnya, depan minimarket, pinggir taman, atau di dekat perkantoran yang penghuninya sering butuh kopi sebagai simbol produktivitas.

Maksud saya, namanya kopi keliling ya keliling, dong. Masuk ke area perumahan, muter di jalanan perkampungan, lalu membunyikan bel sebagai penanda, “Kopi, kopi, yuk ngopi~” Biar sesuai dengan kodratnya gitu. Dikira emak-emak yang saban hari kerja di rumah nggak butuh ngopi apa, ya? Kami memang bukan orang kantoran, tapi kami juga perlu kopi untuk menjaga kewarasan.

Kan lucu kalau judulnya “kopi keliling” tapi realitanya pembeli harus nyamper ke tempat mereka ngetem. Ih, lama-lama ganti nama aja jadi kopi ngetem, jangan kopi keliling.

#2 Jualan ngetem, tapi tidak menyediakan kursi

Dosa lain dari penjual kopi keliling adalah tidak menyediakan kursi plastik untuk pembeli. Agaknya, owner-nya kurang memperhitungkan bahwa tidak semua pembeli ingin pergi setelah bayar. Ada pula pembeli yang ingin langsung minum di tempat. Mungkin karena takut es kopinya keburu mencair, atau sesederhana ingin menikmati sensasi minum kopi di pinggir jalan.

Baca Juga:

Ketika Americano Dianggap Lebih Maskulin ketimbang Es Kopi Susu

Pengalaman Mencoba Coffee Gold Indomaret: Enak, Murah, tapi Bingung karena Kasir Indomaret Merangkap Baristanya

Tetapi berhubung tidak tersedia kursi, akhirnya pembeli meminum kopinya di atas jok motor atau sambil berdiri. Duh, nggak enak banget.

Padahal kursi plastik itu bukan barang mahal, lho. Harganya paling cuma Rp20 ribuan sebiji. Bawanya juga nggak usah banyak-banyak, cukup 2 atau 3 untuk jaga-jaga. Kursi plastik tinggal ditumpuk, trus diikat di atas gerobak atau dikaitkan di belakang.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

#3 Penjual kopi keliling tidak tahu kopinya dari mana

Lanjut. Soal informasi produk yang minim sekali. Jujur, ini cukup mengganggu. Memang sih nggak semua pembeli peduli soal asal-usul kopi. Tetapi alangkah indahnya jika penjual dibekali informasi seputar produk yang mereka jual.

Minimal kalau ditanya: “Ini kopi arabika atau robusta, Bang?”, “Pakai susu UHT atau kental manis?”, “Gulanya pakai berapa takaran?”, mereka bisa menjawab. Bukannya malah jawab, “Nggak tahu, Mbak. Dari sananya begitu.”

Ya elah. Dari sana tuh dari mana, Bang? Owner kopi keliling nih beneran harus dikasih paham, deh. Konsumen hari ini bukan cuma butuh rasa yang pas, tapi juga narasi di balik satu cup kopi.

#4 Perbandingan kopi dan es batu yang terlalu jomplang

Terakhir, dosa kopi keliling yang bikin kesal pembeli adalah soal perbandingan antara kopi dan es batu yang kurang ideal. Di sini saya nggak bilang soal rasa, lho, ya. Kalau rasa sih… yah, realistis saja. Apa sih yang bisa diharapkan dari satu cup kopi harga 8 ribuan? Tentu bukan kenikmatan yang bisa membuat hidup tiba-tiba tercerahkan, atau aftertaste yang bisa mengubah perspektif kita tentang dunia. Nggak lah.

Akan tetapi yang bikin sedih dari beli kopi keliling ini adalah, es batunya banyak bener! Sementara jumlah kopinya? Sedikit. Baru beberapa sruputan saja, eh, sudah habis. Tersisa bongkahan es batu yang masih menggunung. Ampun, dah. Gemes banget!

Soal es batu yang lebih banyak dari kopi, bisa dimengerti jika hal tersebut adalah bagian dari strategi dagang. Bisa jadi ini cara produsen untuk mendongkrak keuntungan. Ta, tapi kan rasanya nelangsa banget tau. Pengin ngopi, malah dapat es batu. Kalau gitu mending beli Golda botolan, trus tambahin es batu. Lebih murah dan rasanya nyata lebih enak.

Itulah 4 dosa kopi keliling yang bikin kesal pembeli. Yah, meskipun dosa-dosa kecil itu ada, kopi keliling tetap punya tempat tersendiri di hati. Apalagi kalau pas ketemu dengan abang-abang penjual yang murah senyum. Rasanya dosa-dosa di atas jadi mudah untuk dimaklumi. Ending-nya, yang tadiya cuma mau beli satu cup, malah jadi dua cup, deh. Kalian gitu juga nggak?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kopi Gerobak Keliling Tak Bisa Menggusur Pedagang Starling karena Kopi Starling Tetap Lebih Unggul.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2025 oleh

Tags: es kopiKopikopi keliling
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Alasan Santri Suka Ngerokok dan Ngopi Terminal mojok

Mempertanyakan Alasan Santri Suka Ngerokok dan Ngopi

29 Januari 2021
metalhead waiter tiran kopi biji kopi mojok

Bekerja Jadi Waiter Adalah Salah Satu Cara Terbaik Berkenalan dengan Kopi

20 November 2020
Rasa Minuman Tomoro Coffee Sama dengan Starbucks? Ya Enakan Starbucks ke Mana-mana, lah, Situ Halu?

Rasa Minuman Tomoro Coffee Sama dengan Starbucks? Ya Enakan Starbucks ke Mana-mana, lah, Situ Halu?

9 Desember 2023
5 Menu Kopi yang Aman untuk Sobat Diet Cut Gula, Nggak Perlu Bingung Lagi Saat Liat Daftar Menu!

5 Menu Kopi yang Aman untuk Sobat Diet Cut Gula, Nggak Perlu Bingung Lagi Saat Liat Daftar Menu!

14 Desember 2024
Akui Saja, Jiwa Toast Emang Jadi Pilihan Utama Saat Kopi Janji Jiwa Nggak Sesuai Selera

Jiwa Toast Emang Lebih Layak Jadi Pilihan Utama Saat Kopi Janji Jiwa Nggak Sesuai Selera

29 September 2021
5 Menu Indomaret Point Coffee yang Rasanya Gagal, Cukup Dicoba Sekali Aja

5 Menu Indomaret Point Coffee yang Rasanya Gagal, Cukup Dicoba Sekali Aja

27 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cara Lulus Kuliah Cepat Nggak Sampai 4 Tahun untuk Mahasiswa Jogja, Dijamin Cum Laude!

Jogja Memang dan Akan Selalu Jadi Kota Tujuan Kuliah, Kota Pendidikan yang Sebenarnya

6 Juli 2026
Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

9 Juli 2026
5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing Mojok.co

5 jajanan yang menyadarkan saya kalau Tegal lebih dari sekadar sate kambing

8 Juli 2026
Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain Mojok.co

Orang Madura syok saat mengetahui rupa dan rasa gado-gado dari daerah lain

9 Juli 2026
Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja Mojok.co

Gagal Paham dengan Outfit Mewah Pejabat, Harga Jutaan Tetap Terlihat Norak karena Nggak Bisa Kerja

6 Juli 2026
Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.