Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang: Hampir Mati Kelelahan Naik Tangga, Diganjar Pemandangan Super Indah

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
22 April 2025
A A
Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang: Hampir Mati Kelelahan Naik Tangga, Diganjar Pemandangan Super Indah

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang: Hampir Mati Kelelahan Naik Tangga, Diganjar Pemandangan Super Indah (Matt Smith via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Pengalaman pertama berkunjung ke Bukit Rhema alias Gereja Ayam Magelang memang melelahkan, tapi terbayar lunas dengan pemandangan dan makanan di sana.

Terhitung sudah tiga tahun saya bermukim di Muntilan, Kabupaten Magelang. Selama ini, boleh dibilang belum banyak tempat wisata Magelang yang saya kunjungi. Padahal Magelang lumayan terkenal dengan berbagai wisatanya. Salah satu yang jadi tujuan banyak orang yang datang ke Magelang adalah Bukit Rhema.

Bukit Rhema sebenarnya cukup banyak diperbincangkan beberapa tahun silam sejak muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta? 2. Bangunan yang juga kerap disebut Gereja Ayam ini berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Sebenarnya Bukit Rhema ini bukanlah gereja seperti sebutannya, melainkan sebuah rumah doa. Semua orang dengan berbagai latar belakang agama bisa datang dan menikmati bangunan yang sebenarnya berbentuk merpati ini. 

Long weekend kemarin saya akhirnya memutuskan untuk datang ke Bukit Rhema Magelang ini. Selain karena penasaran dengan penampakannya, saya juga penasaran dengan kedai yang terletak di ekor bangunan Gereja Ayam ini. Katanya, pengunjung yang datang bisa makan dan ngopi cantik sambil menikmati pemandangan indah pegunungan Menoreh dari ketinggian. Tapi ternyata perjalanan menuju ke Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang nggak berlangsung mulus bagi saya.

Hampir mati kelelahan naik tangga demi menghemat ongkos shuttle car

Saya berangkat dari Muntilan sekitar pukul 10 pagi. Sebenarnya agak telat karena matahari sudah terik, tapi ya mau gimana lagi. Tahu sendiri betapa repotnya bepergian ketika sudah punya anak. 

Tak butuh waktu lama bagi saya untuk tiba di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, tempat Bukit Rhema “Gereja Ayam” berada. Lokasinya sendiri nggak begitu jauh dari Candi Borobudur. Selain itu tempatnya juga nggak mblusuk, hanya sekitar 2-3 kilometer dari jalan utama.

Kendaraan nggak bisa naik ke tempat Bukit Rhema berada. Jadi, pengunjung yang datang harus memarkirkan kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Untuk bisa sampai ke atas, pengunjung bisa memilih berjalan kaki sekitar 200-an meter atau naik shuttle car yang tersedia. Fyi, kalau memilih naik shuttle, kita harus membayar Rp15 ribu per orang.

Dengan pertimbangan menghemat uang Rp45 ribu—karena saya datang bertiga—dan pemikiran “jalan kaki hitung-hitung olahraga”, saya memutuskan nggak naik shuttle car. Saat itu ada pula beberapa orang yang memilih berjalan kaki dengan kami. Sebelum naik ke Bukit Rhema, kami harus membayar tiket masuk sebesar Rp25 ribu per orang di loket. Tiket tersebut sudah termasuk free snack berupa singkong goreng yang bisa ditukarkan di kedai yang berada di ekor bangunan Gereja Ayam.

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

5 Makanan Khas Magelang yang Paling Direkomendasikan untuk Pendatang, Dijamin Nggak Bikin Kecewa

Sejujurnya, saya pesimis waktu menapaki anak tangga di Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang. Jalannya menanjak dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Lumayan pegal dan bikin semaput mengingat saya nggak pernah berolahraga. Tapi suami dan anak saya senang-senang saja mendaki jalan itu.

Begitu sampai di atas, saya langsung duduk tergeletak. Kayaknya mending keluar uang Rp45 ribu daripada mati kelelahan. Jangan sampai niat wisata malah berakhir pingsan kehabisan napas. Kan nggak lucu, ya. Saya mencoba mengatur napas yang ngos-ngosan sambil sesekali menenggak air putih yang sengaja kami bawa sebagai bekal. Untung saja bawa bekal minum.

Pelayanan super ramah

Hal lain yang berkesan dari Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang—selain pengalaman naik tangga alih-alih shuttle car—adalah keramahan para petugas. Mulai dari pintu masuk hingga berada di dalam bangunan, para petugas sigap membantu dan memberi informasi yang dibutuhkan pengunjung. Bahkan mereka tak segan menawarkan bantuan untuk memfoto pengunjung yang ingin mengabadikan momen di Gereja Ayam.

Selain ringan tangan, para petugas ini juga sopan. Nggak terhitung berapa banyak salam dan ucapan terima kasih yang saya dengar. Mungkin bagi beberapa orang hal ini biasa saja, tapi bagi saya hal ini meninggalkan kesan yang cukup dalam. Keramahan seperti ini yang bikin saya sebagai pengunjung betah dan ingin kembali lagi. Tapi kalau kembali lagi, saya pastikan naik shuttle car. Wqwqwq.

Kelelahan sesaat diganjar pemandangan super indah dari Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang

Setelah berkeliling mengikuti tur yang dipandu oleh para petugas dari Bukit Rhema, pengunjung yang datang bisa beristirahat di kedai yang terletak di bagian ekor merpati. Dari sana, kita bisa menikmati pemandangan pegunungan Menoreh yang menakjubkan. 

Sebenarnya kalau kalian memutuskan untuk naik ke kepala merpatinya juga bisa. Tapi harus antre karena tempatnya yang terbatas dan jalan naiknya sempit. Saya sih kemarin nggak sempat naik ke kepala merpati. Soalnya saya takut ketinggian dan ribet aja bawa anak naik ke sana. Makanya saya memutuskan langsung menuju kedai.

Di kedai, pengunjung bisa menukarkan tiket masuk dengan snack berupa singkong goreng. Jujur saja singkong gorengnya enak. Mengutip website resmi Bukit Rhema, singkong yang disajikan untuk para pengunjung ini merupakan singkong yang dihasilkan dan diproses warga sekitar. Jadi Bukit Rhema turut menggerakkan desa wisata di kawasan Borobudur dan ekonomi masyarakat sekitar dengan menyajikan produk yang berasal dari warga lokal.

Begitulah pengalaman pertama saya berkunjung ke Bukit Rhema Magelang. Kalau kalian kebetulan berkunjung ke Magelang, nggak ada salahnya untuk menyempatkan mampir ke Gereja Ayam ini. Di sini kalian bisa wisata kulineran sekaligus wisata religi. Rumah doa ini terbuka buat siapa pun, kok. Saya saja pengin balik lagi ke sini…

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Tempat Wisata Magelang yang Belum Tentu Cocok Dikunjungi Semua Orang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2025 oleh

Tags: Bukit Rhema Magelanggereja ayamkabupaten magelangmagelang
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Redaktur Terminal Mojok yang suka nonton drama Korea.

ArtikelTerkait

Pak Jokowi, Tolong Bikin Kunjungan ke Magelang pada Malam Hari!

Pak Jokowi, Tolong Bikin Kunjungan ke Magelang pada Malam Hari!

5 Mei 2023
Mungkid Ibu Kota Kabupaten Magelang, tapi Kalah Maju sama Kecamatan Mertoyudan

Mungkid Ibu Kota Kabupaten Magelang, tapi Kalah Maju sama Kecamatan Mertoyudan

28 Mei 2025
Magelang Nggak Pantas Menyandang Status Kota Sejuta Bunga (Unsplash)

Julukan Kota Sejuta Bunga Sudah Tidak Cocok Lagi bagi Magelang, Seharusnya Julukan itu Kini Melekat ke Bandungan, Kabupaten Semarang

29 April 2024
Angkringan Memang Murah, tapi Bukan Pilihan Terbaik Buat yang Makannya Banyak Kayak Saya

Di Magelang Tak Ada Angkringan dan Cilok

22 Januari 2023
Bus Ramayana, Penguasa Jalanan Magelang yang Tetap Berjaya Hingga Sekarang

Bus Ramayana, Penguasa Jalanan Magelang yang Tetap Berjaya Hingga Sekarang

30 Januari 2024
Bubur Blendrang Magelang, Kuliner Unik yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang Mojok.co

Bubur Blendrang Magelang, Kuliner Unik yang Perlu Diketahui Lebih Banyak Orang

1 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto dan Salatiga: Kota paling Aneh di Indonesia, tapi Justru Paling ideal untuk Menetap dan Hidup Tenang

1 April 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.