Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya

Iqbal AR oleh Iqbal AR
6 Februari 2025
A A
Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya guru bimbel

Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya

Share on FacebookShare on Twitter

Entah sudah berapa lama kita tidak mendengar kata “bimbel” bersanding dengan kata “UN (Ujian Nasional). Entah sudah berapa lama pembicaraan soal bimbel itu terpisah jauh dari ujian nasional. Juga, entah sudah berapa lama tempat-tempat bimbel ini tidak dipenuhi oleh anak-anak sekolah menjelang bulan-bulan digelarnya ujian nasional atau UN. Maklum, eksistensi ujian nasional ini memang sudah tidak ada (dihapus) sejak 2021.

Nah, pada awal tahun 2025, eksistensi UN ini perlahan mengintip dari dalam tanah, mencoba muncul (dimunculkan) kembali ke permukaan. Adalah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Kabinet Merah Putih yang mewacanakan UN akan digelar kembali. Perihal kembalinya UN ini memang masih sebatas wacana, dan memang tidak akan langsung digelar tahun ini. Abdul Mu’ti menambahkan bahwa UN akan kembali digelar setidaknya pada tahun 2026.

Meskipun masih hanya sebatas wacana, perdebatan mulai muncul terkait kembalinya UN ini. Ada banyak orang yang mendukung, tapi tidak sedikit juga yang menolak, tentunya dengan argumen mereka masing-masing. Perdebatan mengenai wacana kembalinya UN ini juga bikin situasi pendidikan Indonesia agak kurang jelas. Para orang tua murid bingung, para siswa bingung, para guru juga bingung, semuanya bingung.

Namun, di tengah perdebatan dan kebingungan, ada satu pihak yang sepertinya cukup diuntungkan jika UN ini benar-benar dimunculkan kembali. Iya, pihak tersebut adalah tempat-tempat bimbel. Dengan kembalinya ujian nasional, tempat-tempat bimbel ini akan kebanjiran siswa-siswi kelas 3 sekolah menengah yang ingin belajar agar bisa mengerjakan soal dan ngasih tips cara lulus ujian nasional. Intinya, tempat-tempat bimbel ini akan “panen banyak.”

Sekarang pertanyaannya, apakah ikut bimbel untuk membantu lulus UN jika UN memang kembali digelar itu efektif? Mari kita cari jawabannya.

Apa posisi ujian nasonal ketika nanti muncul kembali?

Sebelum lebih jauh, mari kita cari tahu apa dan di mana posisi UN ini nantinya ketika muncul kembali. Dalam sejarahnya, ujian nasional ini selain sering berganti nama, juga beberapa kali berganti-ganti posisi. Selama beberapa dekade, UN ini menjadi penentu utama kelulusan, hingga akhirnya beberapa tahun lalu tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan sebelum akhirnya dihapus total.

Nanti, jika UN kembali digelar lagi, kita perlu tahu apa posisinya. Apakah UN ini kembali menjadi penentu kelulusan atau tidak. Kalau kembali menjadi penentu kelulusan (yang mana ini adalah ide buruk), maka sebaiknya ikut bimbel saja. Ya setidaknya untuk bisa mengerjakan soal dan tahu cara lulus ujian nasional, lah. Tapi, kalau tidak menjadi penentu kelulusan siswa, ya mending nggak usah ikut bimbel. Buang-buang uang aja. Toh, bimbel cuma ngajarin ngerjain soal aja, nggak ngajarin biar jadi benar-benar pintar.

Bimbel dan “cara cepat”

Kita harus akui bahwa ketika menghadapi UN, kita cuma pengin bisa mengerjakan semua soal-soalnya dengan tepat waktu, kalau bisa lebih cepat dari yang lain, tentunya dengan hasil yang tidak mengecewakan. Mau kita termasuk anak yang pintar atau goblok di sekolah, yang penting kita bisa mengerjakan semua soal UN. Sayangnya, sekolah kadang tidak membaca situasi ini, dan bimbel hadir sebagai solusi cara lulus ujian nasional paling tokcer.

Baca Juga:

Menjamurnya Bimbel Bukan karena Pendidikan Kita Ampas, tapi karena Mengajar di Bimbel Memang Lebih Mudah

4 Dosa Bimbel terhadap Dunia Pendidikan: Kesejahteraan Guru Diabaikan, Esensi Belajar Dilupakan

Bimbel menawarkan apa yang selama ini mungkin tidak ditawarkan oleh sekolah. Jika sekolah hanya mengajarkan materi-materi yang nantinya akan menjadi bahan soal UN dan gimana cara mengerjakan soalnya dengan cara standar, bimbel mengajarkan tentang gimana cara mengerjakan soal UN, dengan cara-cara yang menyingkat waktu, atau yang kerap mereka sebut dengan “cara cepat.”

“Cara cepat” ala bimbel ini memang jadi semacam resep rahasia mereka. Para siswa yang ikut bimbel semacam dapat senjata baru berupa “cara cepat” ketika nanti mengerjakan soal UN. Bayangkan saja, misalnya cara standar untuk mengerjakan satu soal matematika bisa memakan waktu 3 menit. Tapi dengan “cara cepat” dari bimbel, satu soal matematika bisa dikerjakan nggak lebih dari dua menit. Ini jelas mempersingkat waktu.

Makanya, kalau ditanya apakah ikut bimbel itu efektif membantu para siswa bisa lulus UN, jawabannya iya. Tujuannya cuma bisa mengerjakan soal dan lulus UN saja, kan? Output-nya cuma itu aja, kan? Kalau cuma itu tujuannya, ikut bimbel memang efektif banget, karena bimbel jagonya. Namun, pendidikan, kan, bukan cuma tentang UN saja. Pendidikan bukan tentang para murid bisa mengerjakan soal UN dan lulus dari sekolah saja.

Benang kusut yang menjerat UN, bimbel, dan pendidikan Indonesia

Pertanyaan tentang efektif atau tidaknya ikut bimbel untuk membantu lulus UN memang sudah terjawab. Ikut bimbel untuk membantu lulus UN itu efektif, kok, asalkan tujuannya cuma itu saja. Toh, kalian cuma butuh diajarin ngerjain soal UN dengan cepat dan tepat saja, kok. Itu sudah cukup kalau tujuannya cuma mau lulus UN.

Pada akhirnya, jika nanti UN benar-benar digelar kembali dan bimbel dibanjiri siswa lagi, ini sama saja kayak berjalan mundur ke belakang. Apalagi kalau sampai UN menjadi penentu kelulusan lagi. Padahal pemerintah sudah benar dengan menghapus UN. Pemerintah tinggal menggenjot pemerataan pendidikan di seluruh penjuru Indonesia. Sayang, pemerintah nggak benar-benar niat melakukannya dan malah mengembalikan UN di tengah pemerataan pendidikan yang lagi mandek.

Yaudah, lah. Mau gimana lagi? Kalau nanti UN memang benar-benar akan digelar kembali, lalu kalian bingung mau ikut bimbel atau tidak, kalian mending ikut bimbel aja. Target kalian cuma pengin lulus ujian nasional aja, kan?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kalau Ujian Nasional Kembali Diadakan, mending Les Aja di Bimbel, Jelas Lebih Masuk Akal ketimbang Sekolah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2025 oleh

Tags: bimbelcara lulus ujian nasionalujian nasional
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali...  

Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali…  

28 Juli 2024
Sistem Ujian di Sekolah yang Ada di Australia dan Jerman

Sistem Ujian di Sekolah yang Ada di Australia dan Jerman

13 Desember 2019
siswa kelas xii sma perubahan sifat kelakuan ujian nasional sibuk nyari kampus kuliah mojok.co

Perubahan Sikap yang Umum Terjadi pada Anak Kelas XII SMA

18 Juni 2020
Bimbel dan Les Privat, Pelarian dari Pendidikan Formal yang Kurangnya Efektif

Bimbel dan Les Privat, Pelarian dari Pendidikan Formal yang Kurangnya Efektif

12 Mei 2023
Les Itu Bukan untuk Membuat Anak Menjadi Pintar dan Menyulap Anak Jadi Tiba-tiba Pintar!

Les Itu Bukan untuk Membuat Anak Menjadi Pintar dan Menyulap Anak Jadi Tiba-tiba Pintar!

17 Agustus 2025
Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout Mojok.co

Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout

6 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.