Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Saya Sidang Proposal Online karena Harus Sosial Distance

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
19 Maret 2020
A A
Pengalaman Saya Sidang Proposal Online karena Harus Sosial Distance
Share on FacebookShare on Twitter

Entah saya harus senang atau gundah gulana ketika Pak Jokowi menganjurkan untuk memperbanyak melakukan aktivitas di rumah akibat virus corona mulai merebak dengan luas di Indonesia. Baik kerja, belajar, hingga beribadah dianjurkan untuk dilakukan di rumah saja. Apalagi ketika mendengar Universitas Indonesia sudah mendeklarasikan adanya penghentian kuliah tatap muka dan mengubah sistem perkuliahan menjadi online. Hingga pada akhirnya pada tanggal 16 Maret saya melihat surat edaran dari rektor kampus saya. Isinya jelas dan mungkin hampir serupa dengan surat edaran di kampus-kampus lainnya. Menganjurkan untuk melakukan aktivitas perkuliahan secara online dan dianjurkan tidak ada aktivitas yang membuat suatu kerumunan di lingkungan kampus hingga akhir Maret.

Mungkin jika saya mahasiswa semester satu atau dua, adanya surat edaran tersebut tidak akan terlalu bikin pusing. Kuliah online sama artinya dengan tidak ke kampus. Enak, dong? Tapi saya menanggapi surat edaran rektor kampus saya tersebut dengan hati yang penuh tanya. Hati saya penuh tanya bukan karena tidak mau kuliah online. Namun, pikiran saya menerawang lebih jauh dan saat itu mungkin saya anggap konyol. Berhubung saat itu tanggal 16 Maret dan saya yakin kampus saya juga akan menerapkan kuliah online.

Pertanyaan besarnya adalah bagaimana nasib saya yang mau sidang proposal? Kebetulan dua hari berikutnya adalah jadwal saya sidang proposal. Saya sudah menyiapkan berbagai macam tetek bengek mulai dari makan dosen sampai snack untuk penonton. Saya pun sudah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk tampil di hadapan dosen penguji. Namun ketika melihat surat edaran tersebut. Pikiran konyol saya tergelitik dan membayangkan hal yang saat itu saya anggap tidak mungkin. Mungkin sidang proposal saya bakal dilakukan secara online.

Saya sempat bercanda dengan teman saya dengan mengatakan sidang proposal saya akan dilakukan online. Tentu bercandaan tersebut tidak saya yakini akan terjadi dan saya anggap konyol jika terjadi. Namun ternyata eh ternyata, para dosen di Program Studi yang saya tempuh akhirnya berembuk untuk mencari solusi terkait bagaimana menerapkan surat edaran rektor dengan tanpa mengubah segala jadwal yang sudah disiapkan.

Menunggu keputusan para dosen program studi saya, saya sempat memprediksi bahwa sidang proposal saya pastinya akan diundur. Pasalnya, menurut saya hanya itu opsi yang masuk akal untuk akal saya saat itu. Namun seperti kata pepatah, manusia hanya bisa berusaha dan Tuhanlah yang menentukan. Begitu juga yang terjadi kepada saya saat itu.

Persiapan yang saya lakukan untuk menghadapi sidang proposal seperti pada umumnya ternyata tidak sejalan dengan kenyataan yang saya hadapi. Alih-alih sidang proposal ditonton banyak orang secara langsung ditambah tatapan bertanya-tanya dari dosen penguji secara langsung. Program Studi saya akhirnya memutuskan untuk tidak mengubah jadwal apa pun dengan tetap mengikuti anjuran rektor untuk tidak melakukan aktivitas perkuliahan tatap muka. Dan saat itu pula saya teringat bercandaan saya. Berarti saya tetap sidang proposal, dong? Ya, saya tetap sidang proposal tanpa perlu ke kampus dan bertatap muka secara langsung. Ya ternyata sidang proposal saya bakal dilakukan secara online. Anjayy.

Percayalah sidang proposal online ini adalah hal paling konyol yang sempat terbersit dalam pikiran saya dan akhirnya menjadi kenyataan. Baru saja saya menyelesaikan sidang proposal online. Dan rasanya ternyata lebih sans dengan deg-degan yang masih sama sih. Lewat aplikasi Zoom, sidang proposal saya tetap berlangsung selayaknya sidang proposal pada umumnya. Saya presentasi, menjawab, dan dicecar dosen penguji. Hanya saja yang menjadi pembeda adalah tidak ada intimidasi tatapan penonton karena penonton nontonnya online juga. Wqwqwq.

Saya juga tidak perlu menyiapkan makanan atau snack yang biasanya pada sidang proposal non online mau tidak mau saya harus menyediakannya. Bukan karena paksaan, tapi untuk menghormati kebiasaan. Dengan modal WiFi di rumah teman saya, laptop teman saya, dan headset teman saya. Resmilah saya sidang proposal dengan modal peralatan pinjaman dari teman-teman saya. Tentunya proposal hasil karya saya sendiri loh, ya. Aksi peminjaman itu tadi juga saya lakukan karena kebetulan di rumah saya tidak ada WiFi, dan untuk sidang online alangkah baiknya ditunjang dengan jaringan yang mantep. Peralatan lainnya yang saya pinjam pun itu karena pertimbangan saya yang melihat bahwa laptop saya kameranya tidak sebaik kamera laptop teman saya.

Baca Juga:

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

Menulis Nama Pacar di Lembar Persembahan Skripsi Adalah Blunder Abadi dan (Pasti) Jadi Bencana di Masa Depan

Sepanjang umur, saya tidak pernah membayangkan bakal sidang proposal online. Tapi gara-gara virus corona. Hal yang saya anggap sangat konyol dan tidak mungkin saya lakukan itu ternyata menjadi sesuatu yang sangat nyata adanya. Ya, sebenarnya tidak ada hikmah apa pun dari curhat saya ini. Hanya saja saya ingin menyampaikan bahwa ternyata hal-hal yang mungkin saja kita anggap konyol dan tidak mungkin pada awalnya, akan menjadi sesuatu yang nyata adanya. Jadi entah kenapa saya tertarik untuk berpikir konyol lagi.

Apa mungkin ya lama kelamaan, sidang proposal atau sidang hasil kelak akan berubah format. Dari yang awalnya harus pakai ruangan dan tetek bengek peralatan yang harus disediakan. Kelak akan berubah format menjadi begitu sederhana. Tinggal nyiapin kuota, laptop atau smartphone, plus tambahan headset jenis apa pun. Sidang sudah siap dilakukan di mana pun dan kapan pun. Begitu konyolnya pikiran saya.

BACA JUGA Jika Semua Orang di Dunia Sibuk Bikin Skripsi, Dunia Pasti Akan Damai atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2020 oleh

Tags: Onlinesidang proposalSkripsisocial distancevirus corona
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

memilih dosen pembimbing

Panduan Memilih Dosen Pembimbing biar Skripsi Lancar Jaya Dunia Akhirat

11 Mei 2020
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Petaka Terbesar Dunia Kampus adalah ketika Dosen Menjadi Joki Skripsi

29 Oktober 2025
Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong!

Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong!

8 Maret 2020
Bikin Skripsi Sampai Ratusan Halaman Itu buat Apa, sih_ terminal mojok

Bikin Skripsi Sampai Ratusan Halaman Itu buat Apa, sih?

9 Juni 2021
kuba

Kuba, Negara Kecil Bernyali Besar yang Ada di Garis Depan Hadapi Corona

7 April 2020
Dosen Pembimbing Bersifat Buruk, Skripsi dan Lulus Jadi Lama! (Unsplash) berkas kelulusan jasa edit skripsi

Mengerjakan Skripsi Itu Nggak Sulit, Jauh Lebih Sulit Mengurus Berkas Kelulusan Mahasiswa!

12 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja Mojok.co

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

13 Juni 2026
Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

11 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Jelas Karam: Hidup Segan, Mati Tinggal Menunggu Hari

14 Juni 2026
Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

Tips bagi Mahasiswa Madura yang Kuliah di Surabaya agar Tetap Bahagia dan Tak Jadi Bahan Tertawaan

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.