Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Orang Bandung Menghindari Plesir ke Lembang 

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
8 November 2024
A A
Alasan Orang Bandung Menghindari Plesir ke Lembang Mojok.co

Alasan Orang Bandung Menghindari Plesir ke Lembang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lembang jadi destinasi wisata andalan yang terletak di Bandung Barat. Udara sejuk dan pemandangan indah jadi salah satu faktor yang menarik bagi wisatawan. Apalagi mereka yang sehari-hari tinggal di kota dengan pemandangan gedung-gedung tinggi. 

Saya jadi ingat, sekitar 20 tahun lalu, saya dan keluarga pergi ke Lembang setiap beberapa minggu sekali. Kami menikmati destinasi wisata yang ada di sana atau sekadar mampir untuk makan bersama. Lembang benar-benar jadi tempat melarikan diri terbaik dari Kota Bandung yang padat. 

Akan tetapi, itu semua dahulu. Lembang sekarang tidak sama dengan 20 tahun lalu. Saya pernah menuliskan perbedaan itu di Terminal Mojok dengan judul 20 Tahun Setelah Petualangan Sherina, Lembang Benar-benar Berubah. Kini, bagi saya dan sebagian besar masyarakat yang lahir dan tumbuh di Kota Bandung, berwisata ke Lembang sangatlah dihindari. Kami plesir ke sana saat ada teman atau saudara minta ditemani saja. Ada beberapa alasan yang membuat kami sangat malas ke Lembang. 

#1 Harga tiket masuk tempat wisata yang mahal

Lembang dan kawasan sekitarnya menyimpan banyak destinasi wisata seperti Gunung Tangkuban Parahu, The Lodge Maribaya, Orchid Forest, Lembang Park & Zoo, hingga Observatorium Bosscha. Tentu, destinasi wisata tersebut tidak gratis. 

Tiket masuk ke tempat yang saya sebutkan tersebut beragam. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Paling mahal tentu masuk di kawasan wisata itu di akhir pekan atau hari libur nasional, harga tiketnya ada yang sampai Rp200.000-an.  

Nominal tersebut memang terdengar terjangkau, apalagi dibandingkan UMR Kota Bandung yang mencapai Rp4,2 juta. Persoalannya, berapa banyak sih orang Bandung yang gajinya menyentuh UMR? Itu mengapa bagi orang Bandung, mendapat gaji UMR itu dianggap tinggi dan mapan. Ditambah, ketika berwisata, kita tidak hanya mengeluarkan duit untuk tiket, masih ada keperluan lain seperti bensin, makan, hingga parkir. Jadinya ya menurut hitungan saya sih, mahal!

#2 Transportasi umum ke Lembang sulit

Terdapat tiga akses jalan menuju Lembang dari Kota Bandung. Tiga akses itu adalah Jalan Setiabudi, Ciumbuleuit (Punclut), dan Jalan Dago. Ketiganya menyimpan satu persamaan yakni sama-sama harus ditempuh menggunakan kendaraan pribadi. Hampir tidak ada kendaraan umum yang dapat mengangkut wisatawan ke sana kecuali ojek online (ojol) dan taksi online. Itu pun pasti kejebak macet.

“Memang nggak ada angkot gitu atau bus?”

Baca Juga:

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Sebenarnya kalau mau naik angkot atau bus bisa saja, tapi sangat tidak saya sarankan. Ada sejumlah trayek angkot yang bisa dicoba yakni trayek Stasiun Hall-Lembang yang bisa kalian naiki dari Stasiun Bandung dan trayek Ledeng–Parongpong yang bisa kalian naiki dari Terminal Ledeng. 

Baca halaman selanjutnya: Akan tetapi …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 November 2024 oleh

Tags: Bandunglembanglembang bandungpilihan redaksiwisata bandungwisata lembang
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

5 Kecurangan Toko Emas yang Perlu Diwaspadai Pembeli

5 Kecurangan Toko Emas yang Perlu Diwaspadai Pembeli

17 Desember 2024
3 Rekomendasi Coffee Shop di Jogja dengan Jam Buka Pagi Terminal Mojok

3 Rekomendasi Coffee Shop di Jogja dengan Jam Buka Pagi

17 Juni 2022
Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain Mojok.co alasan masuk unnes

Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain

5 September 2025
Fans AoT yang Membenarkan Rumbling, Kalian tuh Kenapa?

Fans AoT yang Membenarkan Rumbling, Kalian tuh Kenapa?

14 Februari 2022
Cicalengka, Kecamatan Potensial di Kabupaten Bandung yang Tidak Bisa Disepelekan Mojok.co

Cicalengka, Kecamatan Potensial di Kabupaten Bandung yang Tidak Bisa Disepelekan

5 Januari 2025
4 Hal Jadi Mahasiswa UNY Itu Nggak Enak terminal mojok.co

4 Hal Jadi Mahasiswa UNY Itu Nggak Enak

10 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.