Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Apa yang Akan Saya Lakukan Andai Saya Diberi Ronald Tannur Uang Satu Triliun

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
26 Oktober 2024
A A
Apa yang Akan Saya Lakukan Andai Saya Diberi Ronald Tannur Uang Satu Triliun

Apa yang Akan Saya Lakukan Andai Saya Diberi Ronald Tannur Uang Satu Triliun

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian pernah membayangkan bagaimana rasanya punya uang 1 triliun? Atau tiba-tiba diberi uang satu triliun oleh Ronald Tannur?

Bukan satu miliar, bukan. Satu miliar itu sebenarnya tak besar-besar amat. Uang segitu untuk beli rumah di Jogja, pilihannya tak amat banyak. Bisa beli rumah bagus, tapi nggak sebagus itu. Cuma bisa beli rumah, tak bisa beli perabot.

Tapi satu triliun, ah, gila.

Saya tiba-tiba saja memikirkan apa yang bisa saya lakukan dengan uang satu triliun gara-gara baca kasus Ronald Tannur. Dalam berita disebutkan bahwa hakim menerima suap hampir satu triliun, semua dalam bentuk cash, katanya. Gila.

Kalau saya punya uang segitu, saya langsung tutup KPR saya. Tak perlu lagi saya dicekam ketakutan 12 tahun mendatang. Hell, saya mau beli 15 rumah lagi di Wonogiri. Beberapa rumah akan saya jadikan warnet mungkin. Mungkin ada satu rumah jadi kolam ikan. Terserah, uang satu triliun kok.

Tapi mungkin saya akan melakukan beberapa tindakan filantropis seperti menguliahkan 10 atau berapalah mahasiswa tak mampu hingga lulus. Nanti saya akan bikin perusahaan untuk mereka kelola. Saya cukup menerima bagian keuntungan saya untuk biaya kuliah putri saya. Setidaknya, saya ingin membuat perubahan yang baik.

Sayangnya, satu triliun dari Ronald Tannur dia pakai untuk menyuap petugas hukum. Saya tak peduli motifnya apa, tapi saya cukup kecewa bahwa ada hal-hal hebat yang bisa dilakukan dari uang tersebut.

Kecewa dengan Ronald Tannur

Saya tidak kenal Ronald Tannur. Saya baru dengar namanya dari berita suap yang ada. Yang saya tahu, uang satu triliun itu besar dan bisa untuk apa saja.

Baca Juga:

Menyesal Kuliah Jurusan Pendidikan, Tiga Tahun Mengajar di Sekolah Nggak Kuat, Sekolah Menjadi Ladang Bisnis Berkedok Agama

Korupsi dan Krisis Integritas Adalah Luka Lama Banten yang Belum Pulih

Saya tidak bisa dan tak mau menghakimi Ronald. Mungkin semasa hidupnya dia membantu banyak orang dari belakang layar, saya tidak tahu. Tapi di masa-masa berat ini, mendengar uang besar digunakan untuk suap, rasanya mencelos.

Beberapa kali saya bertemu mahasiswa yang hidupnya miskin saja belum. Mereka bercerita cara bertahan hidup mereka yang bikin hati saya remuk. Saya miskin, tapi mereka jauh lebih menderita. Tapi mereka punya mimpi. Andaikan ada yang membantu mereka, saya yakin mereka bisa jadi siapa-siapa yang hebat.

Atau membantu banyak usaha, petani, dan orang-orang lain yang membutuhkan. Misal, pengangguran dibuatkan usaha agar bisa menafkahi keluarganya. Banyak yang bisa dilakukan. Ronald Tannur tentu paham ini. Tapi mungkin dia punya satu pertimbangan untuk menyuap hakim. Saya tak peduli, karena menurut saya tak benar. Kekecewaan saya terlanjur menyelimuti penilaian saya.

Untuk hal-hal yang berguna

Yang lebih menyedihkan adalah, kenapa ada orang yang sekaya itu, tapi di waktu bersamaan, jutaan orang menatap masa depan dengan begitu gelap.

Ada orang sekaya Ronald Tannur yang memilih untuk menggunakan uang sebanyak itu untuk suap. Sedangkan di waktu yang sama, saya mendengar banyak kawan saya kekurangan pendanaan untuk melakukan usahanya. Saya mendengar usaha-usaha bangkrut karena orang-orang tak lagi bisa beli sesuatu.

Di sini, seharusnya kita mengandalkan negara. Tapi kita tahu sendiri, mengandalkan negara sama halnya dengan meminta Naruto untuk merekayasa hujan. Kita tahu Naruto tidak bisa merekayasa hujan, dan bahkan dia tak nyata. Alias muspro, sia-sia, tak mungkin.

Saya membayangkan misal saya yang diberi Ronald Tannur uang satu triliun. Tentu saja saya akan foya-foya. Tapi saya lumayan yakin akan menggunakan uang tersebut untuk hal-hal berguna. Membiayai kuliah mahasiswa tak mampu, membuka lapangan pekerjaan, hal-hal klise yang kalian dengar di masa pemilu.

Yang jelas, saya tak akan menyuap hakim. Tentu saja, karena saya tak melanggar hukum.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengakuan Anak Koruptor: Dunia Politik Itu Keras dan Culas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2024 oleh

Tags: Korupsironald tannursuap
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

juliari batubara badut jalanan sedih tawa mojok

Mentertawakan Permohonan Bebas Juliari Batubara, si Paling Menderita

10 Agustus 2021
Mengenal Lenmarc Mall, Pusat Perbelanjaan Underrated Surabaya Barat Saingan Pakuwon Mall Surabaya

Mengenal Lenmarc Mall, Pusat Perbelanjaan Underrated Surabaya Barat Saingan Pakuwon Mall Surabaya

8 Januari 2025
kasus suap benih lobster korupsi hukuman ringan mojok

Dari Kasus Suap Benih Lobster, Kita Belajar bahwa Hukum Bisa Didiskon

24 April 2021
Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

Surat Terbuka untuk Deputi Pendidikan KPK: Jangan Tuduh Guru Menerima Gratifikasi Seenak Jidat!

11 Mei 2025
Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan Mojok.co

Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan

26 Maret 2024
Membenahi Citra Bea Cukai di Mata Publik, PR Prabowo yang Wajib Diselesaikan

Membenahi Citra Bea Cukai di Mata Publik, PR Prabowo yang Wajib Diselesaikan

6 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.