Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Budaya Parkir Sembarangan di Kebun Binatang Bandung Memang Harus Segera Dimusnahkan karena Merugikan Banyak Orang

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
16 Oktober 2024
A A
Budaya Parkir Sembarangan di Kebun Binatang Bandung Memang Harus Segera Dimusnahkan karena Merugikan Banyak Orang

Budaya Parkir Sembarangan di Kebun Binatang Bandung Memang Harus Segera Dimusnahkan karena Merugikan Banyak Orang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebun Binatang Bandung yang terletak di Kecamatan Coblong menjadi destinasi wisata yang semakin digandrungi kalangan dari berbagai daerah. Salah satu alasannya karena lokasinya yang begitu strategis. Sampai-sampai tempat parkir yang hanya bisa menampung maksimal 100 mobil dan 300 motor di sana kadang nggak cukup karena membludaknya pengunjung, terlebih di akhir pekan. Alhasil muncul kebiasaan parkir sembarangan di Kebun Binatang Bandung.

Kebun binatang yang berdiri sejak tahun 1930 ini memiliki area trotoar yang lumayan luas di depannya. Namun, penggunaan trotoar sepanjang kurang lebih 300 meter ini sering kali malah dijadikan tempat parkir mobil secara sembarangan. Padahal trotoar memiliki fungsi utama memudahkan pengguna jalan berjalan kaki, bukan malah menjadi tempat menghasilkan cuan bagi para tukang parkir liar.

Pemakaian trotoar sebagai lahan parkir sembarangan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Di setiap akhir pekan, libur tanggal merah, hingga libur panjang anak sekolah, trotoar di Jalan Tamansari depan Kebun Binatang Bandung selalu dipenuhi mobil yang parkir. Budaya tersebut seharusnya dimusnahkan saja karena banyak pihak yang dirugikan.

Parkir liar di Kebun Binatang Bandung mengganggu kenyamanan pejalan kaki

Tentu saja pihak yang paling dirugikan ketika trotoar di depan Kebun Binatang Bandung digunakan untuk parkir sembarangan adalah para pejalan kaki. Jalan Tamansari yang terletak di sekitar Kebun Binatang Bandung merupakan jalan yang sering diakses banyak orang, terutama warga sekitar dan juga mahasiswa ITB.

Ketika trotoar di sana malah digunakan sebagai tempat parkiran liar, ini membuat kenyamanan para pejalan kaki terganggu. Bukannya membuat para pejalan kaki jadi aman, malah membahayakan pejalan kaki karena mereka harus berjalan mengitari mobil yang parkir sembarangan ini.

Macet yang merugikan pengguna jalan

Mobil yang diparkir sembarangan oleh pengunjung Kebun Binatang Bandung juga merugikan para pengendara yang melewati daerah tersebut. Nggak sedikit mobil yang diparkir sembarangan di trotoar itu menghalangi pengendara yang lalu-lalang di jalan utama. Hal ini tentu bikin kesal para pengendara lain karena arus keluar masuk mobil juga bikin lalu lintas tersendat dan berujung macet.

Rawan kecelakaan akibat mobil yang terlalu menjorok ke jalan

Sudah mah parkir sembarangan, ditambah beberapa mobil diparkir nggak benar. Saya pernah melewati Kebun Binatang Bandung dan hampir menabrak mobil yang parkir terlalu menjorok ke jalan. Keadaan tersebut membuat pengendara sepeda motor jadi harus lebih waspada. Sebab kalau lengah sedikit, bisa-bisa malah menabrak mobil yang sedang diparkir. Kalau sudah begini kan yang rugi kedua belah pihak.

Sebenarnya beberapa hari lalu sudah dipasang besi pembatas antara jalan dan trotoar di Jalan Tamansari Bandung. Pemasangan besi pembatas ini bertujuan menghalau agar nggak ada kendaraan yang parkir sembarangan lagi di atas trotoar jalan. Namun dilansir dari Detik.com, pemasangan besi pembatas ini belum dilakukan di sepanjang jalan. Masih ada beberapa titik Jalan Tamansari yang belum ada pembatas dan berpotensi jadi tempat parkir liar.

Baca Juga:

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

Sebagai warga, saya sungguh berharap parkir liar di depan Kebun Binatang Bandung ini bisa benar-benar musnah. Selain merampas hak pejalan kaki, parkir liar ini juga bikin waswas karena berpotensi mencelakakan pengendara yang lalu-lalang di Jalan Tamansari. Bikin rugi banyak orang!

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Susahnya Jadi Pengendara Sepeda Motor di Indonesia: Bahan Bakarnya Kotor, Jalannya Remuk, Penerangan Jalan Semakin Remuk!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2024 oleh

Tags: BandungKebun Binatang Bandungkota bandungparkir liar
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

3 Modifikasi Makanan yang Nggak Masuk Akal di Bandung batagor bandros lotek jajanan bandung terminal mojok.co

3 Modifikasi Makanan yang Nggak Masuk Akal di Bandung

9 September 2020
5 Jalan di Kota Bandung yang Ada Pertunjukan Musiknya terminal mojok.co

5 Jalan di Kota Bandung yang Ada Pertunjukan Musiknya

4 Februari 2022
RS Borromeus Bandung: Rumah Sakit Mewah yang (Sepertinya) Bikin Betah

RS Borromeus Bandung: Rumah Sakit Mewah yang (Sepertinya) Bikin Betah

12 Oktober 2022
Terminal Ledeng: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

12 Juni 2025
Terminal Leuwipanjang Menawan, Terminal Cicaheum Merana (Unsplash)

Terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum, Bersaudara tapi Beda Nasib

27 Juli 2024
Bandung Lautan Sampah: Sebuah Ironi Ibu Kota Provinsi

Bandung Lautan Sampah: Sebuah Ironi Ibu Kota Provinsi

30 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.