Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya

Dewa Syahputra oleh Dewa Syahputra
16 Oktober 2024
A A
Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya Mojok.co

Membantah Klaim Jembatan Suramadu sebagai Biang Kerok Berbagai Masalah di Surabaya usplash.com

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, Terminal Mojok mengangkat tulisan terkait Jembatan Suramadu. Judulnya, Bukan Orang Madura, Jembatan Suramadu Lebih Layak Dijadikan Kambing Hitam Atas Kemarahan Orang Surabaya. Di dalam tulisan tersebut, penulis menyalahkan Jembatan Suramadu atas stigma negatif yang menimpa orang Madura di Surabaya. 

Sedikit gambaran, kebanyakan warga Surabaya menganggap sumber kejahatan di kota adalah olah orang Madura. Bahkan, ada julukan “orang Meksiko” untuk orang-orang Madura yang tinggal di Surabaya. Bukan hal yang baik memang, tapi begitulah realita yang terjadi di lapangan. 

ADVERTISEMENT

Di dalam tulisan itu dibahas, kehadiran Jembatan Suramadu justru menjadi biang kerok benturan-benturan antara orang Surabaya dan orang Madura. Jembatan sepanjang 5.438 meter itu sebenarnya punya tujuan yang baik yakni menjadi penghubung vital dan mempercepat akses antara Surabaya dan Madura. Harapannya, kemudahan akses dengan Surabaya yang lebih maju dan punya kondisi ekonomi yang baik bisa berdampak positif pada Madura. 

Kenyataannya tidak demikian. Jembatan yang dibuka pada 2009 itu nyatanya belum bisa menjadi pemersatu antara Madura dan Surabaya. Di sisi lain, kondisi ekonomi dua daerah itu masih berbeda jauh. Kondisinya masih sama dengan masa ketika jembatan belum dibangun. Lantas, benarkah jembatan ini adalah biang kerok atas ketegangan sosial yang terjadi?

Ketegangan sosial yang sudah ada sejak lama

Banyak yang mengaitkan ketegangan sosial ini dengan faktor budaya dan sejarah yang sudah ada jauh sebelum Jembatan Suramadu dibangun. Misalnya, ada stereotip dan persepsi negatif yang sering muncul antara masyarakat Madura dan Surabaya. Apakah Anda pernah merasakannya? Mungkin Anda pernah mendengar komentar-komentar atau lelucon yang kurang pantas yang bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman.

Dr. Rachmat Kurniawan, seorang pakar sosial, menekankan bahwa ketegangan yang ada lebih kepada masalah komunikasi dan pemahaman antarbudaya. Jadi, kita seharusnya tidak menyalahkan jembatan sebagai penyebabnya. Sebaliknya, jembatan ini seharusnya bisa menjadi kesempatan untuk membangun dialog dan saling pengertian antara kedua komunitas. Hanya saja yang terjadi di lapangan tidak demikian, lantas apa sebabnya? 

Kriminalitas, apakah benar Jembatan Suramadu penyebabnya? 

Sekarang, mari kita bahas isu kriminalitas. Beberapa orang mengklaim bahwa setelah Jembatan Suramadu dibuka, angka kriminalitas di wilayah tersebut meningkat. Namun, menurut Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol. Firman Wijaya, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa jembatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kriminalitas.

Pikirkan sejenak, banyak faktor yang memengaruhi angka kriminalitas, seperti kesenjangan ekonomi dan kesempatan kerja. Jembatan Suramadu justru bisa membantu mengatasi masalah ini dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap peluang ekonomi.

Baca Juga:

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

Baca halaman selanjutnya: Lantas, apa yang …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2024 oleh

Tags: jembatanjembatan suramadumaduraSurabayasuramadu
Dewa Syahputra

Dewa Syahputra

ArtikelTerkait

Solusi Konkret untuk Bangkalan Madura agar Nggak Terus-terusan Kena Bully Mojok.co

Solusi Konkret untuk Bangkalan Madura agar Nggak Terus-terusan Kena Bully

16 Januari 2024
Pengalaman Naik DayTrans dari Surabaya ke Jogja yang Menuntut Kesabaran Terminal Mojok

Pengalaman Naik DayTrans dari Surabaya ke Jogja yang Menuntut Kesabaran

17 November 2022
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Beda Kelakuan Tukang Parkir di Bogor dan Malang: Bogor Lebih Slow, Malang Lebih Galak!

19 Maret 2024
Culture Shock Naik Kapal Batu Layar dari Lombok ke Surabaya: Penumpang Cekcok dengan Brimob dan Keributan Lainnya

Culture Shock Naik Kapal Batu Layar dari Lombok ke Surabaya: Penumpang Cekcok dengan Brimob dan Keributan Lainnya

17 Oktober 2023
Jalan Tunjungan Surabaya Makin Tak Menyenangkan, Salah Siapa?

Jalan Tunjungan Surabaya Makin Tak Menyenangkan, Salah Siapa?

10 September 2024
Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya

Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya: Salah Saya Apa kok Dipisuhi Cak Cuk Terus?

5 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.