Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

FamilyMart, Tempat Nongkrong, Momong Anak, dan WFA Terbaik yang Bisa Kalian Coba

Rina Widowati oleh Rina Widowati
28 September 2024
A A
FamilyMart, Tempat Nongkrong, Momong Anak, dan WFA Terbaik yang Bisa Kalian Coba

FamilyMart, Tempat Nongkrong, Momong Anak, dan WFA Terbaik yang Bisa Kalian Coba

Share on FacebookShare on Twitter

Kehadiran FamilyMart menambah daftar convenience store alias toko kelontong modern yang hadir di Indonesia. Gerai convenience store asal Jepang ini baru buka di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Bali saja, Kota Surabaya termasuk kota yang punya banyak FamilyMart. Kalau Indomaret terang-terangan bersaing dengan Alfamart, FamilyMart terang-terangan bersaing dengan Lawson. Alasannya jelas karena FamilyMart dan Lawson punya konsep yang sama, yaitu menjual kopi dan Korean street food.

Tapi, saya tidak sedang membandingkan mana yang lebih unggul. Saya mau cerita betapa FamilyMart memberi apa yang selama ini saya cari pada convenience store.

Wifi dan AC yang dingin adalah perpaduan sempurna

Sudah umum kalau orang nongkrong yang dicari wifi gratis. Sejauh yang saya tahu tidak semua convenience store menyediakan wifi gratis, tapi ada beberapa Indomaret Point di Surabaya yang menyediakan wifi gratis. Minusnya, Indomaret Point jumlah tempat duduknya cuma sedikit dan kebanyakan hanya menyediakan outdoor.

Dengan hawa Surabaya yang panasnya amit-amit, orang lebih memilih duduk di tempat indoor yang dingin. Saya pribadi hampir setiap hari keliling Kota Surabaya di siang hari, sekarang memilih FamilyMart sebagai tempat perhentian. Alasannya karena selain ada wifi gratis, kepala saya juga lebih cepat dingin, karena AC-nya memang lebih dingin dibandingkan convenience store lainnya.

Toilet FamilyMart bersih dan estetik

Harus diakui, toilet adalah salah satu kebutuhan konsumen convenience store. Kalau biasanya toilet di convenience store lain tidak punya standar, FamilyMart punya standar toilet seperti di coffee shop. Kloset duduk, ada tisu di samping kloset, dan yang penting baunya harum. Di bagian luar toilet disediakan wastafel, satu set dengan sabun cuci tangan, tisu dan cermin estetik yang bisa difungsikan oleh mbak-mbak untuk touch up make up sebelum meninggalkan tempatnya.

Jadi menurut saya, kondisi toilet menjadi salah satu alasan orang betah lama di FamilyMart, mau berapa kali ke toilet tidak jadi beban pikiran karena toiletnya selalu bersih, baunya harum dan serasa duduk di toilet rumah.

Bisa menciptakan vibes bahagia

Ini pintarnya convenience store satu ini, bisa membaca vibes kota Surabaya. FamilyMart yang berada di Jalan Tunjungan dengan yang lokasinya dekat tempat tinggal saya punya vibes yang berbeda. FamilyMart di Jalan Tunjungan vibesnya layak disebut coffee shop, apalagi di sana baristanya robot. Yang nongkrong rata-rata berdandan rapi, pasangan yang sedang kencan, geng mahasiswa necis atau sekumpulan karyawan sedang makan siang. Suasana store Tunjungan terasa “sangat cafe”.

Kalau vibes di Tunjungan terasa “sangat cafe”, di dekat rumah saya vibesnya seperti resto keluarga. Mungkin karena lokasinya dekat dengan perumahan. FamilyMart memang punya konsep menjadikan semua pelanggan sebagai keluarga, tapi saya tak menyangka kalau FamilyMart di dekat rumah saya menyediakan meja dengan 4 kursi, seukuran meja makan untuk keluarga kecil.

Baca Juga:

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Saya sendiri saat sedang malas masak, dengan sadar mengajak suami dan dua anak saya untuk makan malam di FamilyMart. Alasannya jelas, yang pertama karena saya malas masak, yang kedua cari tempat adem, alasan ketiga karena harga menu paket nasinya murah meriah, mulai dari harga sebelas ribuan dan paling mahal enam belas ribu.

Alasan selanjutnya rasa makanan cocok di lidah keluarga saya, saya tidak bilang enak, tapi cocok. Dua alasan terakhir ini sama pentingnya, yaitu tidak digigit nyamuk dan tidak perlu ganti baju bagus kalau cuma ke FamilyMart..

Es krim yang kelewat niat

Keluarga kecil saya bukan satu-satunya yang suka menghabiskan waktu bersantai di FamilyMart. Sering juga saya menjumpai pemandangan menyenangkan, si ayah bercelana pendek dan si ibu pakai daster, datang bersama anak balitanya. Mereka datang cuma untuk menikmati ice cream cone bersama. Saya akui, rasa ice cream FamilyMart terlalu niat dan enak untuk harga sembilan ribu Rupiah.

Buat arek Suroboyo yang malas mikir cari tempat nongkrong untuk malam mingguan, saya menyarankan sudahlah nongkrong di FamilyMart Tunjungan saja. Dan saran saya buat keluarga muda, habiskan weekend saat tanggal tua di FamilyMart terdekat. Quality time keluarga dapat, suasana ademnya dapat, anak-anak senang dan yang penting kantong aman.

Beragam kegiatan yang hanya bisa dilakukan di FamilyMart

Ada beberapa kegiatan unik yang tidak bisa dilakukan di convenience store yang lain. Kegiatan pertama adalah momong anak. Di FamilyMart ayah bisa bebas main petak umpet dengan anak di antara rak sambil nyuapin anak, sementara si ibu bisa me time tipis-tipis menikmati semangkuk Tteokbokki seharga dua puluh tiga ribu sambil nonton drakor.

Kegiatan kedua adalah WFA atau Work From Anywhere, biasanya dilakukan berjam-jam di area outdoor, mulai meeting online sampai mengisi waktu istirahat dengan push rank, semuanya bebas dilakukan berlama-lama di FamilyMart. Mereka-mereka ini biasanya ditemani rokok dan selalu memesan KSK (Kopi Susu Keluarga).

Kegiatan selanjutnya adalah mengerjakan tugas kuliah, biasanya sekelompok mahasiswa datang, makan siang lalu dilanjutkan berjam-jam sampai sore membahas tugas. Ini jelas mahasiswa yang sedang ngirit, atau mungkin mahasiswa daerah yang cerdas. Karena cari wifi gratis dan tempat adem di coffee shop wilayah Surabaya bisa bikin kantong mahasiswa perantauan jebol, apalagi kalau gaji orang tuanya sebesar UMR Jogja.

Ada yang arisan di FamilyMart

Nah, untuk kegiatan yang terakhir ini agak ajaib. Percaya atau tidak saya menyaksikan sekumpulan ibu-ibu dengan dresscode kuning datang di jam-jam menjelang makan siang, mungkin jumlahnya sepuluh orang. Setelah memesan menu, mereka mengatur meja dan melakukan serangkaian kegiatan arisan pada umumnya, ngocok arisan lalu foto-foto. Sebenarnya pemandangan ini lumrah dijumpai di resto atau di cafe, tapi ini convenience store.

FamilyMart terbukti bisa memberikan kebahagiaan dengan sederhana, dan membebaskan konsumen untuk menjadi dirinya sendiri. Bayangkan, ada yang cuma ngadem beli kopi tapi duduk berjam-jam, ada yang momong anak, ada yang meeting online bahkan arisan.

Yang kurang cuma satu, konsumennya terlalu manja, lupa kalau FamilyMart adalah convenience store, bukan coffee shop yang pelayannya punya tugas membereskan meja. Khawatirnya, kebiasaan konsumen tak mau buang sampahnya sendiri lama-lama akan mengurangi keramahan karyawan.

Penulis: Rina Widowati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perang Convenience Store Asal Jepang di Indonesia: Lawson vs FamilyMart

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2024 oleh

Tags: familymartkafeSurabayatempat nongkrong
Rina Widowati

Rina Widowati

Ibu rumah tangga, mantan pengajar di sekolah swasta yang masih mengamati dunia pendidikan. Pedagang yang peduli soal isu sosial dan politik. Hobi naik gunung dan bercita-cita mendaki ke Cartenz.

ArtikelTerkait

Desa Segaran Kediri, Desa Kecil di Jawa Timur dengan Potensi Besar (Unsplash)

Desa Segaran Kediri, Desa Kecil di Jawa Timur dengan Potensi Besar

25 Februari 2024
Apa yang Sebenarnya Perlu Kita Lakukan untuk Mengatasi Kemacetan?

Apa yang Sebenarnya Perlu Kita Lakukan untuk Mengatasi Kemacetan?

27 Mei 2022
Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja (Unsplash)

Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja

30 Juli 2023
masjid di dekat alun-alun Jember

Malang This, Bondowoso That, Gimana kalau Jember Aja yang Jadi Ibu Kota Jatim?

29 Maret 2023
5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Masuk Mal Tunjungan Plaza Surabaya Mojok.co

5 Tipe Orang yang Nggak Cocok Masuk Mal Tunjungan Plaza Surabaya

8 Oktober 2024
puasa

Poso Sak Karepmu, Gak Poso Yo Sak Karepmu

18 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.