Informasi
ADVERTISEMENT

3 Alasan Mengapa Sekarang Banyak Orang Tegal Nggak Mau Lagi Buka Warteg, Malah Jualan Nasi Padang

3 Alasan Banyak Orang Tegal Malah Jualan Nasi Padang (Unsplash)

Mereka yang jualan warteg tidak selalu orang Tegal. Minimal ya orang Brebes, yang masih bertetangga. Konsep yang sama ada di warung nasi padang. Yang jualan belum tentu orang asli Minangkabau.

Nah, menariknya, ternyata banyak orang Tegal jualan nasi padang. Gampang, kok, cara mengetahuinya. Coba saja amati bahasa dan cita rasa. Iya, soal cita rasa, pasti nggak otentik. Tapi ya nggak masalah. Namanya saja jualan makanan.

Fenomena ini membuat saya penasaran. Setelah ngobrol dengan beberapa penjual nasi padang asal Tegal, saya menemukan tiga alasannya.

#1 Orang Tegal jualan nasi padang karena pernah ikut orang

Alasan pertama berawal dari ikut orang. Saya kenal banyak orang Tegal yang berjualan nasi padang. Alasan paling umum adalah karena ikut orang.

Salah satunya adalah tetangga saya. Dia membuka warung nasi padang di depan rumah. Setelah menelisik lebih jauh, dulu dia pernah ikut jualan di Jakarta. Bermula dari tukang cuci piring, lalu pindah job desk menjadi tukang bakar ayam, setelah itu pindah bagian dapur.

Kerabat saya juga begitu. Dia ikut jualan di Jakarta. Bermula dari tukang cuci piring, lalu pindah job bakar ayam, lalu bagian dapur, dan akhirnya diajari masak.

Baca halaman selanjutnya: Tidak butuh modal besar…

Terakhir diperbarui pada 23 September 2024 oleh .

Malik Ibnu Zaman

Penulis partikelir yang lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang tersebar di beberapa media online.