Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Usah Protes Pemerintah Sewa Alphard 25 Juta per Hari, Kapan Lagi Agustusan Keren di IKN?

Nina Fitriani oleh Nina Fitriani
9 Agustus 2024
A A
Nggak Usah Protes Pemerintah Sewa Alphard 25 Juta per Hari, Kapan Lagi Agustusan Keren di IKN?

Nggak Usah Protes Pemerintah Sewa Alphard 25 Juta per Hari, Kapan Lagi Agustusan Keren di IKN? (Celicagtfour via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Dear Mas Yamadipati Seno, saya kurang sepakat soal tulisan sewa Alphard 25 juta per hari untuk HUT RI di IKN berlebihan. Saya rasa sah-sah saja sebagai wujud cinta tanah air dengan cara memaksimalkan transportasi yang ada. Toh demi kepentingan negara, pemerintah seharusnya lebih jorjoran, dong. Apalagi bakal ada banyak tamu agung dari negara sahabat.

Saya juga agaknya sedikit heran, akibat berita tersebut, netizen yang mewakili rakyat berbondong-bondong mengkritisi kelakuan pemerintah yang lagi dan lagi menurut mereka bikin murka. Baru kali ini saya melihat semua platform media sosial, baik X, Instagram, TikTok, pun Facebook berada pada barisan sama: menghujat pemerintah.

Bahkan cuitan dari beberapa user akun X me-retweet dua kondisi yang kontradiktif itu. Berita soal pemerintah yang sewa Alphard 25 juta disandingkan dengan berita PHK massal. Dengan berita sekolah-sekolah daerah 3T yang tak layak pakai. Dengan berita guru dan murid yang bertaruh nyawa menyebrangi jembatan gantung miring untuk pergi ke sekolah. Dan dengan warga Kampung Bayam yang tempat tinggalnya masih terombang-ambing, dan banyak lagi problem lain.

Saya rasa tak perlulah kita memarahi pemerintah sebegitu kerasnya tentang betapa tidak etis alokasi anggaran 25 juta sehari dikali 1000 sama dengan 25 miliar buat sewa Alphard di IKN itu. Kenapa? Biar kalian sedikit terbuka dengan banyak perspektif, berikut alasannya.

Rakyat harus tahu betapa megah dan mudahnya akses ke IKN

Seperti biasa, tiap Agustusan dipastikan hampir semua stasiun TV akan menyiarkan upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Anak-anak sekolah, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan simbah dan tetangga kalian semua mayoritas bakal menonton euforia peringatannya.

Nah, pemerintah perlu flexing bahwa keputusan untuk membuat IKN itu sesuai dengan tujuan pemerintah: pemerataan pembangunan. Kan Indonesia bukan melulu soal Jawa. Nanti ndak dibilang Jawasentris. Dengan menyewa Alphard, artinya medan IKN sudah memenuhi standar untuk dilalui mobil mewah harga sewa 25 juta itu.

Sewa Alphard bisa membangun citra positif

Kita sangat paham bahwa munculnya IKN ini sempat jadi perdebatan serius bahkan sampai hari ini. Pada Pilpres kemarin pun, IKN sering disinggung sampai-sampai muncul slogan perubahan atau keberlanjutan. Demi membangun citra positif, menurut saya sangat penting sewa Alphard untuk HUT RI di IKN biar dikira “wah” sama rakyat.

Negara mana nih yang berani sewa Alphard buat upacara kemerdekaan kalau bukan Indonesia tercinta?

Baca Juga:

Kursi Baris Ketiga Avanza dan Xenia Adalah Simulasi Siksa Kubur Versi Lite: Lutut Ketemu Dagu, AC Hawa Neraka, dan Ujian Kesabaran Bagi Menantu yang Belum Mapan

Daihatsu Gran Max, Si “Alphard Jawa” yang Nggak Ganteng, tapi Paling Bisa Diandalkan

Menarik investor asing

Adanya Alphard barangkali bisa memikat investor asing yang dulu sempat diklaim Menteri Investasi pada 2023 sudah masuk 50% dari Asia hingga Eropa. Eits, tapi di 2024 kemarin, kata Bahlil Lahadalia yang dikutip dari CNN Indonesia belum ada investor asing yang masuk ke IKN. Jangan anggap statement dari Menteri Investasi ini mencla mencle. Asal kalian tahu ya, itu namanya strategi marketing. 

Kalau saya coba korelasikan dengan berita PHK massal kemarin, tentu pemerintah butuh solusi agar para pekerja bisa terserap kembali. Nah, salah satu solusinya dengan cara sewa Alphard. Yakali IKN sudah sekeren itu ada Alphard-nya masa investor masih nggak tertarik buat investasi, sih. Rakyat nggak perlu khawatir jadi pengangguran, pemerintah sedang mengupayakan pembukaan lapangan kerja baru. Jadi rakyat percaya saja sama pemerintah kalau bapakmu bukan presiden.

Jadi tulisan soal sewa Alphard di IKN merepotkan sungguh salah kaprah. Pemerintah perlu investasi besar untuk kenyamanan tamu undangan beserta relawan. Tahu sendiri kan tamu-tamunya itu bukan sembarang tamu kayak tamu undangan nikahanmu itu. Seyogyanya wajib dijamu dengan layak nan megah.

Sebagai rakyat Indonesia yang punya sifat ikhlas bin legowo, pasti akan dengan senang hati membiarkan pajaknya dipakai untuk memeriahkan HUT RI ke-79. Siapa tahu seremoni di IKN ini bakal menciptakan sejarah yang pertama dan terakhir? Kan keren tuh kita ternyata sama-sama mengukir sejarah.

Kapan lagi coba pajak kita punya kontribusi besar untuk pejabat pemerintahan dan tamu agung lainnya? Pajak kok buat pendidikan? Buat kesehatan? Dih, negara mana tuh? Perlu diospek sama King Indo, nih.

Penulis: Nina Fitriani
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pemerintah Sewa Alphard 25 Juta per Hari untuk HUT RI di IKN Padahal Merepotkan dan Nggak Cocok di Medan Berat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2024 oleh

Tags: alphardIKNMobil AlphardToyota Alphard
Nina Fitriani

Nina Fitriani

Alumnus UIN Gusdur yang bertumbuh di LPM Al Mizan. Saat ini bekerja sebagai karyawan kantoran. Hobi membaca buku, menonton drama, traveling, serta berdiskusi terkait isu-isu pemerintahan dan kebijakan publik

ArtikelTerkait

Mobil Toyota Alphard Sudah Merepotkan, Penuh Kebohongan Pula (Unsplash)

Mobil Toyota Alphard: Sudah Merepotkan, Mobil Ini Juga Memuat Kebohongan Besar Soal Privilege

17 Maret 2024
Kemewahan Mobil Toyota Alphard Seharga Toyota Avanza Saja (Unsplash)

Kemewahan Mobil Alphard Ternyata Cuma Setara Toyota Avanza Saja

12 Januari 2024
Daihatsu Gran Max, Si "Alphard Jawa" yang Nggak Ganteng, tapi Paling Bisa Diandalkan Mojok.co

Daihatsu Gran Max, Si “Alphard Jawa” yang Nggak Ganteng, tapi Paling Bisa Diandalkan

25 Desember 2025
Mengenal Colomadu Karanganyar: Kecamatan yang akan Menjadi Tempat Tinggal Jokowi setelah Pensiun Jadi Presiden Mojok.co

Mengenal Colomadu Karanganyar: Kecamatan yang akan Jadi Tempat Tinggal Jokowi setelah Pensiun Jadi Presiden

17 Juni 2024
5 Cara Crowdfunding IKN yang Bisa Dicoba oleh Pemerintah

5 Cara Crowdfunding IKN yang Bisa Dicoba oleh Pemerintah

26 Maret 2022
Mobil Toyota Alphard Bikin Repot dan Kebohongan Soal Privilege (Unsplash)

Mobil Toyota Alphard: Mobil yang Merepotkan dan Kebohongan Soal Privilege kalau Punya Mobil Ini

29 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.