Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Alasan Saya Malas Naik MRT yang Dibangga-banggakan Orang Jakarta

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
23 Juli 2024
A A
Alasan Saya Malas Naik MRT yang Dibangga-banggakan Orang Jakarta Mojok.co

Alasan Saya Malas Naik MRT yang Dibangga-banggakan Orang Jakarta (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Fasilitas transportasi publik di Jakarta lebih beragam dan terintegrasi daripada daerah-daerah lain. Di sana ada Transjakarta, angkutan Jaklingko, Commuter Line (KRL), Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Transit (LRT). Semua transportasi publik itu mempermudah mobilitas warga Jakarta dan sekitarnya. 

Dari keseluruhan alat transportasi publik yang tersedia, MRT jadi transportasi publik yang dianggap paling nyaman. Sebenarnya LRT juga nyaman, hanya saja armada dan rutenya yang masih terbatas. 

Kalau kalian belum tahu apa itu MRT, sederhananya, transportasi ini adalah kereta yang lebih efisiensi dan cepat ketimbang KRL. Banyak yang beranggapan MRT itu nyaman karena mewah, bersih, dan lebih cepat. Bahkan, banyak yang memuji layanan transportasi ini seperti di negara-negara maju Singapura atau Jepang. Nggak heran, sebagian orang justru sengaja menaiki MRT bukan untuk bepergian dalam artian sebenarnya, tapi hanya sekadar jalan-jalan menikmati MRTnya.

Akan tetapi, sebaik-baiknya MRT Jakarta, saya merasa transportasi ini punya beberapa kekurangan yang membuatnya nggak nyaman. 

#1 Stasiun MRT masih kurang terintegrasi

MRT Jakarta memang transportasi yang maju dan canggih, sayangnya keberadaannya kurang terintegrasi dengan moda transportasi lain. Hal itu bisa dilihat dari konektivitasnya yang terbatas dengan Bus Transjakarta. Baru ada beberapa stasiun MRT yang terintegrasi yaitu  Stasiun Lebak Bulus, Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Blok M. 

Penumpang yang turun di stasiun-stasiun selain yang disebutkan di atas, harus memutar otak mencari transportasi publik lain untuk melanjutkan perjalanan. Misal, saya turun di stasiun di Blok A, maka saya harus meraba-raba lagi dan berjalan cukup jauh untuk menjangkau halte bus terdekat.

#2 Rute yang pendek

Mungkin kekurangan ini masih bisa ditoleransi. Seperti halnya LRT yang proses pembangunannya belum selesai, MRT juga masih dalam proses pembangunan untuk tahap kedua. Saat ini rute MRT memang pendek, tapi kedepannya bakal lebih panjang. Asal tahu saja, rute MRT saat ini hanya dari Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI dengan pemberhentian sebanyak 13 stasiun.

Kalau rutenya masih sependek itu, ya MRT ini masih seperti prototipe transportasi publik yang hanya cocok digunakan untuk jalan-jalan saja. Belum cocok untuk jadi moda transportasi publik utama untuk menunjang mobilitas masyarakat Jakarta.

Baca Juga:

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

Bagi Warga Kabupaten, Orang Jakarta Terlihat Terlalu Buru-buru dan Terlalu Punya Tujuan

#3 Musala yang kurang nyaman

Fasilitas yang saya sangat soroti adalah keberadaan musala yang kurang representatif dan sangat kecil. Ukuran musala begitu minimalis sehingga orang-orang yang salat di dalamnya jadi berdesak-desakan. Beruntungnya, nggak banyak orang memilih salat di stasiun MRT sehingga situasi berdesak-desakan nggak begitu sering terjadi. 

Musala di stasiun MRT juga ditempatkan bersebelahan dengan toilet. Kondisi ini tentu sangat mengganggu. Bayangkan saya ketika sedang khusuk-khusuknya, tiba-tiba ada suara air kloset atau buang angin. Kan agak gimana gitu ya. Selain itu, tempat wudhunya juga terpisah dan tidak menyatu dalam satu ruangan dengan musholanya. Hal itu cukup menyulitkan ketika hendak berpindah dari setelah wudhu untuk salat.

#4 Akses keluar-masuk stasiun MRT bikin ngos-ngosan

Akses keluar masuk di sini maksudnya adalah tangga naik dari stasiun MRT yang tinggi dan curam. Jalur seperti ini tentu tidak ramah untuk beberapa penumpang, apalagi bagi mereka yang dikejar waktu. Menaiki tangga yang panjang dan curam sambil dikejar waktu benar-benar bikin ngos-ngosan. Untung saja, bagi penumpang yang berkebutuhan khusus seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas bisa naik lift yang tersedia di setiap stasiun MRT. 

#5 Nggak ada sinyal

Ketika naik MRT penumpang dengan provider internet tertentu biasanya akan kehilangan sinyal. Terutama ketika MRT masuk jalur bawah tanah. Ketiadaan sinyal internet bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa orang. Kondisinya bisa lebih buruk kalau, amit-amit, terjadi kecelakaan atau sesuatu tidak menyenangkan. Penumpang jadi tidak bisa memberi kabar ke orang lain di luar MRT. 

Di atas beberapa hal yang mengurangi kenyamanan ketika naik MRT Jakarta. Moda transportasi ini memang sudah bagus, tapi butuh banyak pembenahan. Please, terutama tangga keluar-masuk di beberapa stasiun itu lho, amit-amit kalau ada yang kepleset jatuh, bisa-bisa gegar otak.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 8 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Pesawat, Saya Terpaksa Tulis karena Semakin Banyak Penumpang Nggak Peka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Juli 2024 oleh

Tags: JakartamrtMRT JakartaStasiun MRT
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Pengalaman Naik Bus Bukittinggi-Jakarta Buktikan Hanya 3 Kriteria Ini yang Cocok Jadi Penumpangnya terminal mojok

Pengalaman Naik Bus Bukittinggi-Jakarta Buktikan Hanya 3 Kriteria Ini yang Cocok Jadi Penumpangnya

28 Oktober 2021
Tebet, Sebaik-baiknya Daerah di Jakarta untuk Merantau Mojok.co

Tebet, Sebaik-baiknya Daerah di Jakarta untuk Merantau

14 Agustus 2024
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Konser Coldplay Cuma Sehari di Jakarta, Harusnya Pemerintah Sadar Diri dan Berbenah xyloband

Surat Terbuka untuk Fans Coldplay yang Nggak Balikin Xyloband: Nggak Apa-apa kok, Beneran, tapi Ingat, Lemah Teles!

25 November 2023
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Dikelola

Johar Baru, Kecamatan Paling Mengenaskan di Jakarta Pusat: Paling Padat, Paling Kumuh, Paling Gagal Kelola

18 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

5 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.