Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
19 Juni 2024
A A
Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram Mojok.co

Saya Katolik dan Pengguna BSI Mobile, Jadi Makin Tahu Arah Kiblat dan Takut Transaksi Haram (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Bisa-bisanya orang Katolik punya rekening BSI!” pekik salah satu orang dalam tongkrongan. Mata orang-orang yang duduk satu tongkrongan dengan saya menunjukkan rasa tidak percaya. Mereka terbelalak menatap layar ponsel milik saya benar-benar memiliki aplikasi BSI Mobile besutan Bank Syarian Indonesia (BSI).

Setahun yang lalu kantor saya meminta identitas lengkap untuk membuat rekening baru. Wajar saja, payroll perusahaan akan semakin mudah apabila pegawainya memiliki rekening yang sama. Namun, saya cukup kaget ketika rekening bank yang dipilih kantor adalah BSI Easy Wadiah. Secara personal sih saya tidak masalah, yang penting gaji saya lancar. 

Sudah kurang lebih 1 tahun saya menjadi nasabah BSI. Selain menerima gaji, saya juga menggunakan BSI Mobile untuk transaksi-transaksi lain. Di mata orang Katolik yang baru pertama kali menggunakan layanan perbankan syariah, ada beberapa hal unik yang saya temukan di BSI Mobile. Hal yang saya rasa nggak lumrah ditemukan di aplikasi perbankan lain. 

Aplikasi paling manusiawi dan peduli

Saat pertama kali mengunduh dan membuka BSI Mobile, saya langsung merasa dimanusiakan. Aplikasi itu langsung menyapa saya dengan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. Jarang-jarang lho ada aplikasi yang menyapa penggunanya seakrab ini. Itu mengapa, secara nggak sadar, setiap membuka aplikasi saya langsung merespon dengan “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Selain sapaan, BSI Mobile juga pengertian terhadap transaksi saya. Setiap melakukan pembayaran, pasti saya diingatkan untuk melakukan transaksi secara halal. Meskipun aplikasi ini tidak tahu transaksi apa yang saya lakukan, ada beban moral setiap melihat pengingat itu.

BSI Mobile juga selalu mengingatkan saya untuk berbagi. Setiap selesai transaksi, saya selalu diajak untuk berinfaq. Pikir saya, tidak ada salahnya juga berbagi Rp2.500 setiap melakukan transaksi. Toh saya yakin uang donasi akan digunakan untuk hal yang benar.

Tersesat dan buta arah? Tinggal Buka BSI Mobile aja

Pernahkah kalian tersesat dan buta arah mata angin ketika berada di daerah baru? Beberapa orang akan melihat matahari untuk memastikan posisinya. Kalau kreatif sedikit, mereka akan mencari makam atau masjid untuk menemukan arah mata angin. Kalau saya, langsung saja buka aplikasi BSI Mobile karena di dalam aplikasi perbankan ini ada kompas kiblat!

Bagi saya, kompas adalah fasilitas tidak lumrah, tapi sangat bermanfaat. Siapa yang menyangka akan menemukan kompas di dalam aplikasi perbankan? Namun, fasilitas aneh ini ternyata beberapa kali menolong saya ketika tersesat waktu survei lapangan. Terutama, saat malam hari dan tidak ada opsi bertanya pada warga. 

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Fasilitas kompas ini juga telah banyak membantu teman-teman muslim saya. Terutama, saat kami nongkrong dan waktu Salat tiba. Ketika teman-teman kesulitan menemukan musala dan masjid, tanpa pikir panjang saya langsung membuka BSI Mobile. Tidak hanya membantu menunjukkan arah kiblat, BSI Mobile bisa menunjukkan lokasi masjid terdekat. Hanya dengan menjadi nasabah, saya sudah membantu ibadah teman-teman.

Bisa langsung kirim setruk digital

Kelebihan berikutnya adalah fasilitas setruk digital. Setiap selesai melakukan transaksi, setruk digital ditampilkan melalui beberapa opsi. Salah satunya, mengirim langsung melalui WhatsApp. Fasilitas ini tentu sangat membantu untuk orang yang rutin transaksi online seperti saya.

Tanpa harus screenshot, saya bisa langsung mengirim bukti pembayaran ke orang yang dituju. Tampilannya juga sangat resmi, seperti setruk fisik. Membuat saya lebih dipercaya serta mencegah saya lupa mengirim bukti pembayaran.

Sebenarnya banyak lagi fasilitas BSI Mobile yang unik di mata saya, seperti Juz Amma, kumpulan khotbah, sampai kalkulator kurban. Sayang sekali, banyaknya fasilitas unik ini tidak cukup untuk membuat BSI Mobile menjadi nyaman digunakan. Bahkan, masih banyak kekurangan di bagian krusial.

Kekurangan yang perlu segera diperbaiki

Sebagai mantan karyawan produk digital, urusan User Interface & User Experience (UI/UX) BSI Mobile jelas jadi sorotan saya. Sayang sekali, UI/UX aplikasi ini tergolong tidak nyaman. Tampilan beranda kurang bersahabat untuk transaksi harian. Aplikasi ini malah fokus menampilkan opsi berbagi, beli emas, dan fasilitas islami. Terlepas dari bank syariah, fungsi utama aplikasi perbankan harusnya tetap jadi prioritas.

Selain urusan tampilan, langkah melakukan transaksi juga cukup panjang. Misal, saat melakukan pembayaran via QRIS, saya perlu 7 langkah sampai terbayar. Untuk pembayaran cepat seperti QRIS, tentu kita ingin aplikasi yang digunakan juga lebih lincah. Belum lagi ketika melakukan pembayaran lain. Selain langkah panjang ini, BSI Mobile cukup ribet untuk melakukan pembayaran Virtual Account.

Masalah kestabilan aplikasi juga sering jadi masalah. Beberapa kali  saya harus forced close aplikasi BSI Mobile. Saya memandang masalah ini tidak begitu mengganggu daripada masalah sebelumnya. Namun, tetap saja, saya ingin aplikasi yang nyaman digunakan.

Kebocoran data menjadi masalah paling menyebalkan dan mengerikan menurut saya. Pada Mei 2023, muncul kabar 15 juta data pengguna BSI bocor. Sekalipun sumber masalahnya tidak dari aplikasi, saya tetap tetap was-was ketika menggunakan BSI Mobile.

Ada banyak masalah BSI Mobile yang tidak berubah selama setahun terakhir. Sebagai nasabah dan pengguna aktif aplikasi ini, saya tidak menemukan kenyamanan dalam bertransaksi. Padahal BSI bisa menjadi cara bagi saya dan sesama umat lain untuk merasakan sepotong kecil ekonomi syariah. Tapi kalau aplikasinya tidak nyaman, kenapa kami para nasabah harus bertahan? Mending aplikasi perbankan warna biru milik sebelah yang sederhana tapi lebih mudah digunakan.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alasan Saya Menolak Kredit Motor: Skema yang Merugikan Pembeli, tapi Nggak Banyak yang Menyadari

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2024 oleh

Tags: aplikasi perbankanbank syariahbank syarian IndonesiabsiBSI mobilenasabah BSIpilihan redaksi
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Daihatsu Sigra Mobil yang Menjawab Semua Impian terminal mojok

Daihatsu Sigra: Mobil yang Menjawab Semua Impian

24 November 2021
4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran Terminal Mojok

4 Mobil Toyota yang Remuk Redam di Pasaran

24 April 2022
Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung! (Mojok.co)

Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung!

1 Desember 2023
Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman Terminal Mojok

Chungmuro, Hollywood-nya Korea yang Jadi Kiblat Dunia Perfilman

25 Februari 2022
4 Dosa Indomaret Point Coffee Terhadap Pelanggan yang Bikin Kecewa

4 Dosa Indomaret Point Coffee Terhadap Pelanggan yang Bikin Kecewa

10 Mei 2025
Bakpia Kurnia Sari, Masterpiece dari Segala Bakpia yang Ada di Muka Bumi terminal mojok

Bakpia Kurnia Sari, Masterpiece dari Segala Bakpia yang Ada di Muka Bumi

29 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.