Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kumon Bukan Tempat Les Matematika, tapi Tempat Melatih Disiplin Anak

Rina Widowati oleh Rina Widowati
13 Mei 2024
A A
Kumon Bukan Tempat Les Matematika, tapi Tempat Melatih Disiplin Anak

Kumon Bukan Tempat Les Matematika, tapi Tempat Melatih Disiplin Anak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhir-akhir ini di Terminal Mojok lagi ramai pembahasan soal Kumon. Ada yang bilang Kumon adalah tempat les yang aneh tapi membantu siswa, ada juga yang beropini tempat les matematika ini bikin anak traumatis. Saya setuju kalau Kumon bagus, tapi belum tentu baik untuk semua anak. Soal katanya Kumon bikin traumatis, ini beda lagi. Bukan perkara tempat lesnya sih, tapi bisa jadi cara orang tua yang terlalu ambis sehingga bikin anak traumatis saat mengerjakan PR Kumon.

Saya kenal Kumon saat anak saya masih duduk di bangku SD kelas 1 pada tahun 2013 lalu. Lantaran saya tinggal di ibu kota provinsi, tempat les matematika ini selalu ada di setiap kecamatan, bahkan di dalam perumahan kelas menengah. Teman-teman sekelas anak saya banyak yang les matematika di sini, akhirnya anak saya pun ikut-ikutan minta les seperti teman-temannya. Saya langsung turuti saat dia minta ikut kelas trial. Sekalian saya ingin tahu metode yang diterapkan Kumon.

Sejujurnya saya suka dengan metode Kumon. Saya tak terlalu peduli soal skill berhitung yang ditawarkan tempat les ini atau logika matematika yang bisa membantu nilai akademis anak saya di sekolah. Yang saya lihat dari kebaikan tempat les matematika ini adalah mengajarkan anak disiplin, manajemen waktu dan konsistensi. Akhirnya setelah diskusi dengan suami dan menghitung budget rumah tangga, saya iyakan permintaan anak saya untuk les di Kumon.

Kumon memang membuat anak jadi disiplin

Saya lupa berapa jumlah soal per hari yang harus dikerjakan siswa Kumon. Yang saya ingat, anak saya di rumah tidak pernah skip mengerjakan PR Kumon. Ibu-ibu lain mulai curhat PR Kumon anaknya menumpuk, mulai tidak konsisten mengerjakan PR, sampai anaknya harus mengerjakan berlembar-lembar PR sambil menangis. Sementara saya melihat anak saya baik-baik saja dan bahagia setiap sore duduk di meja sambil mengerjakan PR dari tempat lesnya.

Saya mulai menyadari kalau anak saya perfeksionis sejak dia les Kumon. Dia suka segala sesuatu yang berpola dengan struktur yang jelas, seperti halnya soal-soal di Kumon. Anak saya terlihat nyaman dengan rutinitas yang dia ciptakan sendiri.

Tidak pernah ada masalah akademis di sekolah, anak saya malah selalu menjadi siswa unggulan. Bangun pagi pun tidak pernah berat baginya. Padahal saya tidak pernah menerapkan pola reward-punishment kepadanya apalagi menuntut dia untuk selalu unggul. Seperti orang tua lainnya, saya cuma mengajarkan anak menjalani keseharian yang umum, seperti bangun pagi jam sekian, mandi pagi, berdoa, makan pagi, belajar, dan bermain.

Masuk kelas 2 SD, anak saya mulai tidak mau diajak temannya main bola setiap sore. Dia lebih memilih menyelesaikan PR Kumon dan tugas sekolah. Keteraturan yang saya ajarkan, plus kedisiplinan dari Kumon nyata membuat anak saya bisa menata jadwal hariannya sendiri.

Saya mulai gelisah. Seharusnya anak saya lebih banyak bermain dengan teman-temannya untuk memperkaya skill sosialnya karena hidup bukan hanya soal skill kedisiplinan. Ada banyak skill lain yang juga penting bagi masa depan anak.

Baca Juga:

Menghindari Matematika, Alasan Terkonyol yang Pernah Aku Ucapkan Saat Memilih Jurusan KPI

Memahami Matematika Dasar Itu Wajib, Sekalipun Kalian Menganggap Matematika Nggak Berguna dalam Kehidupan Nyata

Tapi, kurang cocok untuk anak perfeksionis

Anak saya memang perfeksionis dan normatif. Hal ini sudah diamini oleh psikolog anak yang pernah kami datangi. Tak seperti anak-anak pada umumnya, konflik justru muncul saat ada temannya datang mengajak bermain, atau saat saya menyuruhnya untuk ke warung membeli bumbu di saat anak saya sedang asyik mengerjakan soal Kumon.

Stop les di Kumon hanya salah satu cara saya untuk menurunkan kadar perfeksionis anak saya. usaha-usaha lain tentu saya lakukan untuk membuat anak saya lebih luwes. Saya merasa pola yang teratur dan konsistensi yang diterapkan Kumon memang bagus, tapi tidak pas diterapkan untuk anak yang perfeksionis. Saya tidak mau kehidupan anak saya sebagai anak-anak jadi flat, minim konflik dengan teman karena dia memilih untuk asyik dengan urusannya sendiri.

Bukan tempat les untuk mendongkrak nilai matematika anak SD

Jangan berharap anak mendapat nilai matematika lebih baik setelah les di Kumon. Les di sana mungkin akan membuat anak lebih cepat berhitung karena sudah terbiasa. Tapi, belum tentu anak mampu memahami materi pelajaran matematika di sekolah.

Di Kumon, anak lebih banyak mengerjakan soal yang berpola. Sementara itu materi pelajaran Matematika di sekolah tak melulu soal hitung-hitungan, tapi juga melibatkan penalaran matematika, diskusi, dan cara guru menyampaikan materi yang tak selalu mudah dipahami siswa.

Kumon bukan tempat untuk belajar matematika. Les di sana cocok bagi anak yang membutuhkan pelajaran ekstra soal disiplin, karena ada pola yang berkesinambungan dan konsistensi yang diterapkan melalui soal-soal yang diberikan.

Penulis: Rina Widowati
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: kumonkursus matematikales di kumonles kumonles matematikaMatematikatempat les
Rina Widowati

Rina Widowati

Ibu rumah tangga, mantan pengajar di sekolah swasta yang masih mengamati dunia pendidikan. Pedagang yang peduli soal isu sosial dan politik. Hobi naik gunung dan bercita-cita mendaki ke Cartenz.

ArtikelTerkait

11 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Jurusan Matematika Mojok.co

11 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Jurusan Matematika supaya Cepat Lulus

1 November 2023
5 Rekomendasi Aplikasi Belajar Matematika, Bikin Belajar Jadi Menyenangkan

5 Rekomendasi Aplikasi Belajar Matematika, Bikin Belajar Jadi Menyenangkan

19 Maret 2023
Tempat Les Kumon Memang Berkualitas, tapi Nggak Semua Anak Cocok Mojok.co

Tempat Les Kumon Memang Berkualitas, tapi Nggak Semua Anak Cocok

1 Agustus 2024
Kumon, Tempat Les yang Aneh tapi Sukses Membantu Siswa (Unsplash)

Kumon, Tempat Les yang Aneh tapi Sukses Membantu Siswa

4 Mei 2024
Menerka Alasan Guru Matematika Nggak Pernah Bolos Mengajar

Menerka Alasan Guru Matematika Nggak Pernah Bolos Mengajar

4 Maret 2024
3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis (mojok.co)

3 Kesalahpahaman tentang Kumon yang Harus Diluruskan. Les di Kumon Itu Nggak Menyeramkan, apalagi Traumatis

5 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.