Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Derita Tinggal di Pemalang, Kabupaten Nggak Terkenal di Jawa Tengah

Hernika Aulia oleh Hernika Aulia
16 Februari 2024
A A
Derita Tinggal di Pemalang, Kabupaten Nggak Terkenal di Jawa Tengah

Derita Tinggal di Pemalang, Kabupaten Nggak Terkenal di Jawa Tengah (Dimas Pandu Pranata via Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejujurnya, sebagai warga negara Indonesia kelahiran Kabupaten Pemalang, saya paling malas jika ditanya daerah asal. Saat menjawab Pemalang, sudah bisa ditebak pertanyaan selanjutnya adalah soal letak Pemalang. Saya yakin, mayoritas warga Pemalang pernah merasakan hal serupa. Makanya kali ini saya akan memperkenalkan sedikit soal Pemalang supaya kalian punya gambaran tentang kabupaten nggak terkenal ini.

Pemalang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berada di jalur utama Pantura sebagai penghubung Jakarta-Semarang-Surabaya. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.1.115,30 kilometer persegi. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tegal.

Saking nggak terkenalnya, warga Kabupaten Pemalang bingung menjelaskan daerahnya sendiri

Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, Pemalang memang kurang terkenal dibanding kabupaten tetangga. Tak jarang, warga Kabupaten Pemalang yang malas menjelaskan di mana letak kabupaten ini akan menjawab asalnya dari Pekalongan atau Tegal.

Ini bukan sekadar omong kosong, ya. Saya sendiri memiliki teman yang lebih memilih memperkenalkan diri berasal dari Pekalongan daripada Pemalang jika ditanya orang asing. Katanya sih mending begitu daripada harus menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi seperti rumus volume balok.

Memang kedengarannya berdosa sekali warga Kabupaten Pemalang yang seringnya mengaku sebagai warga Pekalongan atau Tegal. Namun, saya harus mengakui kadang capek juga menjelaskan letak kabupaten kelahiran saya ini. Jadi, sekali dua kali nggak apa-apa lah mengaku sebagai warga kabupaten tetangga.

Sebagai orang yang sudah dari dalam kandungan ibu tinggal di Pemalang, saya juga bingung apa yang bisa dibanggakan dari dari kabupaten ini. Kalaupun ada, mungkin itu hanyalah nanas madu, sego grombyang, dan bahasa kebangsaan republik ngapak. Terlalu banyak problematika di kabupaten yang memiliki slogan Pemalang Pusere Jawa ini selain perkara namanya yang kurang terkenal.

Eh, tunggu dulu, kayaknya slogan yang betul Pemalang Ikhlas. Ah, dari slogannya saja sudah bikin bingung. Terserah kalian saja mau pilih mana yang lebih nyaman untuk didengar dan diingat.

Tiap sudut Kabupaten Pemalang dipenuhi pemandangan kubangan air saat musim hujan

Di musim hujan seperti sekarang ini, kita bisa dengan mudah menjumpai kubangan air di sepanjang jalan di Kabupaten Pemalang. Maklum, kubangan itu tercipta dari jalanan berlubang yang terisi air hujan.

Baca Juga:

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

Jalanan berlubang memang sudah menjadi sahabat karib warga Pemalang. Mulai dari jalanan sempit di gang-gang desa sampai jalan utama Pantura nggak luput dari lubang. Bahkan banyak warga yang menyebut Pemalang sebagai “Pantura Bergoyang” lantaran begitu memasuki kabupaten ini bakal disambut dengan jalanan berlubang.

Jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga, Pekalongan misalnya, terlihat jelas kesenjangannya. Saat mengendarai kendaraan di jalanan Pantura Pekalongan, akan terasa minim lubang. Namun saat sudah memasuki Pemalang, kita akan disambut dengan jalan berlubang yang cukup banyak. Padahal jalanan berlubang sangat membahayakan kendaraan melintas dan dapat mengakibatkan kecelakaan, lho.

Sebenarnya warga sudah pernah protes terhadap kondisi ini. Sekitar dua tahun lalu warga melakukan aksi protes terhadap jalanan berlubang dengan menggelar aksi mandi lumpur. Pernah juga warga di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, mengkritik soal kondisi jalanan di desa mereka yang berlubang dengan menuliskan flyer berisi kalimat sindiran seperti “Anda Memasuki Hutan Amazon Tanpa Aspal”, “Peringatan! Anda Memasuki Kawasan Wisata Jeglongan Sewu”, hingga “Mending Kejeglong Ning Atine Mantan, Timbang Kejeglong Ning Dalan”.

Sebagai warga Kabupaten Pemalang, sejujurnya kami sudah bosan meminta perbaikan jalan karena respons lambat pemerintah daerah. Dilansir dari Disway Jateng, menurut Bupati Pemalang, Mansur Hidayat, ruas jalan yang rusak rencananya akan diperbaiki mulai bulan Maret 2024 mendatang. Kabarnya beliau telah meninjau beberapa ruas jalan rusak tersebut, beberapa di antaranya jalan kabupaten di Desa Karangsari, Kecamatan Pulosari, jalan Desa Mereng, Kecamatan Warungpring-Kreyo, Jalan Raya Watukumpul, dll.

Warga kekurangan tempat hiburan

Namanya juga kabupaten kecil yang nggak terkenal dan diapit dua kota besar, ya wajar kalau nasibnya miris. Kalau kalian tanya apakah ada bioskop di Pemalang, tentu saja jawabannya nggak ada. Kalau mau nonton film terbaru yang tayang di bioskop, biasanya kami harus ke kota tetangga, yaitu Pekalongan dan Tegal.

Meskipun nggak memiliki mall, warga Kabupaten Pemalang punya satu toko kebanggaan yang jadi jujugan tempat belanja, lho, namanya Basa Toserba. Toko satu ini banyak didatangi warga lantaran menyediakan barang yang cukup lengkap dengan harga miring.

Sayangnya, kalau mencari makanan cepat saji dan minuman kekinian seperti McD, KFC, Burger King, Starbucks, dll. kalian nggak akan menemukannya di Pemalang. Kalau pengin makan atau minum ya harus pergi ke kota tetangga. Memang merepotkan, sih.

Jadi, kalau ditanya warga Kabupaten Pemalang liburannya ke mana, pasti kami akan menjawab alun-alun kota sembari melihat buah nanas raksasa atau main ke kota tetangga yang tempat hiburannya lebih beraneka ragam.

UMK bikin gigit jari

Seperti yang kita ketahui, UMP Jawa Tengah kembali jadi yang terendah di Pulau Jawa, yakni Rp2.036.947. Jika UMP Jawa Tengah saja sudah miris begitu, nggak heran kalau UMK kabupaten kota juga nggak kalah miris.

Dilansir dari Portal Resmi Provinsi Jawa Tengah, UMK Kabupaten Pemalang tahun 2024 sebesar Rp2.156.000 yang mana angka ini tentunya sangat kecil. Nggak heran kalau mayoritas warga Kabupaten Pemalang memilih mengadu nasib ke ibu kota dengan harapan bisa mengubah nasib mereka. Sebab, jika tetap bekerja di sini dengan upah minimum segitu, tentu nggak akan cukup.

Akan tetapi, pasti ada saja mulut nyinyir yang bilang biaya hidup di sini murah, makanya UMK segitu pasti akan cukup. Padahal kalau kita melihat harga beras, minyak goreng, mi instan, gula, telur, dan bahan pokok lainnya, jelas nggak jauh beda antara harga di Jakarta dengan Pemalang, sebab barang-barang tersebut sudah punya standar harga nasional. Kebayang kan gimana pas-pasannya kehidupan warga  dengan UMK segitu?

Meski Kabupaten Pemalang memiliki segudang masalah yang perlu diperbaiki, saya tetap bersyukur lahir dan tinggal di kabupaten ini. Sebab, di tempat inilah saya bertemu dengan orang-orang yang saya sayangi. Semoga Pemkab terus berbenah demi menciptakan Pemalang yang nyaman bagi warganya.

Penulis: Hernika Aulia
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pemalang Suram! Lampu Penerangan Jalan kok Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Scoopy?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2024 oleh

Tags: jawa tengahKabupaten PemalangPemalang
Hernika Aulia

Hernika Aulia

Mahasiswa Administrasi Negara yang sedang belajar menulis.

ArtikelTerkait

Pengalaman Saya Tinggal di Banjarharjo, Kecamatan Paling Nyaman di Brebes. Berasa Jadi Artis FTV Selama Tinggal di Sini

Pengalaman Saya Tinggal di Banjarharjo, Kecamatan Paling Nyaman di Brebes. Berasa Jadi Artis FTV Selama Tinggal di Sini

18 Juni 2024
7 Kosakata Bahasa Jawa Blora yang Wajib Dipahami Pendatang

7 Kosakata Bahasa Jawa Blora yang Wajib Dipahami Pendatang

8 Desember 2023
6 Fakta Lumpia Semarang yang Mungkin Nggak Kamu Ketahui

6 Fakta Lumpia Semarang yang Mungkin Nggak Kamu Ketahui

28 Juni 2023
Jalan Solo Purwodadi Siang Memanjakan, Malam Mengancam (Unsplash)

Jalan Solo Purwodadi Dulu Hancur, Kini Lebar dan Aspalnya Halus tapi Justru Menjebak Sekaligus Berbahaya di Kala Malam

22 April 2024
Dawung, Dusun Terpencil di Kabupaten Semarang yang Dicari para Pencinta Olahraga Ekstrem

Dawung, Dusun Terpencil di Kabupaten Semarang yang Dicari para Pencinta Olahraga Ekstrem

2 September 2023
UIN Walisongo Semarang Universitas Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

UIN Walisongo Semarang: Universitas Terbaik di Jawa Tengah Dilihat dari Letak dan Cabang Kampusnya

24 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.