Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pantai Gondo Mayit Blitar, Hidden Gem Memukau di Jawa Timur yang Tertutup Mistisnya Nama Nyi Roro Kidul

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
9 Januari 2024
A A
Pantai Gondo Mayit Blitar Jawa Timur Diselimuti Mistis Nyi Roro Kidul (Unsplash)

Pantai Gondo Mayit Blitar Jawa Timur Diselimuti Mistis Nyi Roro Kidul (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi orang Jawa, jika mendengar kata “gondo mayit”, yang terlintas dalam pikiran pasti nggak jauh-jauh dari hal mistis. Memang nggak bisa dimungkiri, gondo mayit dalam Bahasa Jawa artinya adalah ‘bau mayat’. Dan sialnya, nama itu dipakai untuk sebuah pantai bernama Pantai Gondo Mayit yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, yang tertutup mistisnya nama Nyi Roro Kidul.

Kemarin hari, saya juga sempat punya persepsi seperti itu ketika pacar mengajak healing ke Pantai Gondo Mayit Blitar. Ditambah lagi, saat saya bertanya ke beberapa teman mahasiswa asal Blitar, kebanyakan mengatakan pantai Gondo Mayit ini baunya anyir dan menjadi tempat persinggahan kedua Nyi Roro Kidul. Siapa coba yang nggak merinding ketika mendapat informasi itu?

Namun, setelah nekat menerima ajakan pacar dan tiba di pantai tersebut, saya tertampar keras dengan kenyataan pantai yang konon pekat dengan cerita mistisnya. Ada banyak fakta yang saya rasa perlu diketahui orang-orang, khususnya pesona di balik nama pantai di Jawa Timur yang menyeramkan itu.

Kesalahpahaman terhadap mitos Pantai Gondo Mayit Blitar

Saat tiba di sana, yang saya lakukan pertama kali bukan melihat pantainya. Saya malah sibuk mengendus-ngendus kayak babi demi memastikan keabsahan informasi yang saya dapat. Hasilnya, nggak ada bau anyir. Justru yang saya dapat adalah bau sedap dari hasil ikan yang dibakar oleh pedagang setempat.

Karena belum puas dengan pengamatan pribadi, saya langsung membeli kopi dan sedikit bertanya dengan pedagangnya. Kebetulan orangnya asli Dusun Krajan. Beliau menjawab segala kepenasaran saya terhadap mitos pantai dengan nama bau mayat itu.

Intinya, beliau mengatakan bahwa bau anyir di Pantai Gondo Mayit Blitar yang dimaksud itu bukan bau mayat yang membusuk. Melainkan bau wangi yang muncul dari kembang dan dupa yang dibakar di petilasan, tepatnya di bukit sisi timur pantai. Itu pun kalau ada orang yang berziarah ke makam danyang pantai (tokoh roh halus yang menjaga lokasi).

Beliau juga menambahkan, bahwa soal tempat persinggahan kedua Nyi Roro Kidul itu hanya cerita mistis yang dilebih-lebihkan. Masyarakat lokal di sana justru meyakini kalau hal itu sebatas cerita masa lampau. “Nyi Roro Kidul itu hanya bersinggah kalau dipanggil danyang, itu pun saat danyang masih hidup, Mas,” imbuhnya.

Akses jalan yang memanjakan mata dan ramah transportasi umum

Saya cukup lega setelah mendapat informasi dari penduduk asli situ. Sebenarnya, sebelum sampai di lokasi pantai, saya pribadi juga nggak punya kesan buruk terhadap Pantai Gondo Mayit Blitar, Jawa Timur. Ya gimana, akses jalan menuju bibir pantainya cukup bagus, kok. Nggak seperti kebanyakan pantai di Jawa Timur yang akses jalannya bikin misuh-misuh.

Baca Juga:

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Buat saya, sih, akses jalan menuju bibir pantai Pantai Gondo Mayit Blitar ini cukup bagus ya. Kenapa? Karena jalannya sudah beraspal. Sudah gitu, sepanjang jalan menuju bibir pantai, mata saya juga dimanjakan dengan pemandangan hamparan bukit, baik dari sisi kiri maupun kanan. Sangat pantas kalau pemandangan itu dibuat instastory dengan backsound Those Eyes dari New West.

Selain itu, akses jalannya pun ramah transportasi umum. Saya kemarin juga barengan dengan mobil. Hanya, mungkin, yang perlu ditolerir adalah jalan di beberapa titik yang sedikit nanjak. Itu pun saya rasa jumlahnya terbilang sedikit. Masih worth it dibanding akses jalan yang ada di Pantai Malang.

Pasir putih, warna air pantai, dan batu karangnya yang memesona

Selain fakta terkait mitosnya tadi, hal yang paling menampar saya di Pantai Gondo Mayit Blitar ini adalah pesonanya. Saya merasa sayang sekali pantai dengan pesona sebagus ini tertutupi hanya karena ada kisah Nyi Roro Kidul dan namanya yang terkesan seram.

Hamparan pasir putihnya itu cukup nyaman dibuat rebahan sambil menikmati udara sejuk dan suara ombak. Warna air pantainya pun saya rasa juga masih natural. Masih berwarna hijau di batas air pantainya. Belum lagi beberapa batu karangnya. Selain bisa dijadikan spot foto, batu karang di sana juga seperti membentuk batas sehingga dapat dijadikan kolam renang.

Fasilitasnya lengkap, kamar mandinya juga bersih

Fasilitas di Pantai Gondo Mayit Blitar di Jawa Timur juga terbilang cukup lengkap. Mulai dari parkiran untuk mobil dan motor, hingga penginapan dan area untuk mendirikan tenda. Soal harga penginapan, saya kurang tahu pasti. Yang jelas, area untuk mendirikan tenda itu gratis, dan parkir untuk mobil hanya Rp10 ribu. Sementara untuk motor cuma Rp5 ribu.

Dan yang paling saya suka dari fasilitasnya adalah kamar mandinya bersih. Kalian kalau mau ke sana nggak usah khawatir dengan air yang kotor atau kotoran sejenis lainnya. Kamar mandi di sana mendukung kepribadian kalian yang suka jijik ketika ada sedikit saja kotoran yang mengganggu mata. Soal harga, relatif murah. Ada yang Rp2 ribu, ada pula yang Rp3 ribu.

Sayangnya, tidak ada tempat sampah di sekitar pantai

Dari semua kenikmatan itu, satu yang paling disayangkan adalah tidak tersedianya tempat sampah di sekitar pantai. Sehingga nggak heran kalau pasir di beberapa titiknya tercemari oleh sampah-sampah plastik. Saya rasa itu masalah yang cukup krusial, dan patut menjadi evaluasi untuk orang-orang yang bertugas di Pantai Gondo Mayit Blitar di Jawa Timur.

Tapi meski demikian, saya masih bisa menyarankan kalian untuk berkunjung ke hidden gem Blitar ini. Yang penting, kalian buang sampahnya di tempat sampah yang tersedia di pedagang sekitar pantai. Dengan keindahan alam yang ada di Pantai Gondo Mayit Blitar itu tadi, kalian cuma ditagih biaya loket dengan harga Rp10 ribu per orang. Untuk harga segitu, saya rasa cukup worth it, sih.

Problemnya satu. Kalian mau apa nggak merelakan diri untuk mengabaikan cerita mistis di balik Pantai Gondo Mayit Blitar dan Nyi Roro Kidul? Sebenarnya, semua itu cuma mitos.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 7 Objek Wisata Blitar yang Selamanya Hits Nggak Cuma di 2022 Aja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2024 oleh

Tags: jawa timurnyi roro kidulPantai Gondo MayitPantai Gondo Mayit Blitarwisata pantai jawa timur
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

17 Juli 2024
Stasiun Malang Kotabaru: Stasiun Rasa Bandara Kebanggaan Warga Malang

Stasiun Malang Kotabaru: Stasiun Rasa Bandara Kebanggaan Warga Malang

20 Mei 2023
Jalan Ijen, Ruas Jalan Paling Cantik Seantero Kota Malang Sejak Zaman Kolonial

Jalan Ijen, Ruas Jalan Paling Cantik Seantero Kota Malang Sejak Zaman Kolonial

20 Februari 2024
6 Kuliner Jogja yang Cocok untuk Lidah Jawa Timur terminal mojok.co

6 Kuliner Jogja yang Cocok untuk Lidah Jawa Timur

15 Desember 2021
Misteri Kamar 308 Nyi Roro Kidul Pelabuhan Ratu: Mistis atau Strategi Marketing?

Misteri Kamar 308 Pelabuhan Ratu: Mistis atau Strategi Marketing?

15 November 2022
Penjara Kalisosok Surabaya Lebih Terkenal karena Angker ketimbang Jadi Tempat Paling Bersejarah di Kota Pahlawan

Penjara Kalisosok Surabaya Lebih Terkenal karena Angker ketimbang Jadi Tempat Paling Bersejarah di Kota Pahlawan

23 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.