Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mengenal Kota Batam di Kepulauan Riau yang Punya Upah Minimum Tinggi

Muhammad Haryo Pambudi oleh Muhammad Haryo Pambudi
6 Januari 2024
A A
Mengenal Kota Batam di Kepulauan Riau yang Punya Upah Minimum Tinggi Mojok

Mengenal Kota Batam di Kepulauan Riau yang Punya Upah Minimum Tinggi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Batam adalah salah satu Kota di Kepulauan Riau. Kota itu menyita perhatian bagi wisatawan dan pencari kerja. Bagi para pelancong, kota itu bisa menjadi alternatif menuju negara tetangga Singapura. Sementara bagi pencari kerja, Kota Batam adalah ladang pundi-pundi. Tidak heran setiap tahun kota ini kedatangan banyak pendatang. 

Asal tahu saja, jarak Singapura dan Kota Batam hanya sekitar 1 jam menggunakan ferry atau speedboat. Bahkan, dari Kota Batam kalian sudah dapat melihat gedung-gedung tinggi yang ada di Singapore. Letaknya yang strategis atau dekat dengan negara-negara tetangga menjadikan pelabuhan Kota Batam yang tersibuk di Indonesia. Mereka melayani ekspor-impor serta pelayaran domestik dan luar negeri. 

Selain menarik di mata pelancong, Kota Batam adalah primadona bagi para pencari kerja. Bagaimana tidak, upah di Kota Batam yang tertinggi di Kepulauan Riau dan Sumatera. Bahkan, tergolong tinggi dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Mengutip data 2024, Upah Minimum Kota Batam tercatat Rp4,68 juta naik 4,10 persen dibanding tahun sebelumnya. Nominalnya hampir mendekati upah minimum di daerah-daerah industri di Pulau Jawa. 

Batam memang kota industri. Setidaknya ada 1.309 industri di sana, baik yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN).Tercatat, setidaknya ada ratusan ribu pekerja dari keberadaan industri itu.  Tidak heran kota ini menjadi incaran para pencari kerja. 

Surganya belanja murah

Seperti tidak cukup dimanjakan dengan upah tinggi, Kota Batam juga surganya belanja murah. Sejak tahun 2007, Kota Batam ditetapkan sebagai Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas. Kebijakan itu diambil untuk memudahkan dan melancarkan proses ekspor dan impor barang. 

Dampak dari kebijakan tersebut, para pedagang dibebaskan dari bea cukai, PPn, dan PPnBM. Jelas pembebasan itu menjadi daya tarik untuk sebagian orang untuk belanja barang-barang impor di Batam. Mereka bisa mendapatkan barang impor dengan harga murah karena tidak dikenai pajak. 

Ada beberapa daerah  yang menjadi pusatnya barang-barang murah. Salah satunya Nagoya. Di sana dijual berbagai macam barang seperti jam tangan sepatu, tas, hingga parfum. Merek yang dijual bukan kaleng-kaleng, seperti ada Gucci, Yves Saint Lauren, Kenzo, dan masih banyak lagi.

Berwisata di Kota Batam tidak kalah menarik

Kalau kalian sudah sampai di kota ini, tapi tidak ingin berwisata ke Singapura, kalian bisa berwisata di Kota Batam. Di sana ada banyak jembatan sebagai penghubung, sebut saja yang paling terkenal Jembatan Barelang terdiri dari 6 jembatan, diantaranya Jembatan Tengku Fisabilillah, Jembatan Nara Singa, Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Tuanku Tambusai, dan Jembatan Raja Kecik. Kamu dapat berswafoto ataupun berburu kuliner di jembatan yang ikonik ini.

Baca Juga:

Bandara Hang Nadim Batam, Bandara Overrated yang Pernah Saya Kunjungi: Bandara Internasional tapi Kayak Terminal

Tanjung Pinang, Kota yang Kelewat Slow Living: Saking Lambatnya, Bikin Kota Ini Susah Bersaing

Selain itu, kalian bisa mengunjungi kawasan wisata sejarah Camp Vietnam. Pada 1970, Vietnam mengalami perang saudara yang memakan banyak korban jiwa. Hal ini membuat sebagian besar warga negaranya kabur dari negaranya untuk menghindari konflik yang ada. United Nation High Commissioner for Refugee (UNHCR) bekerja sama dengan Indonesia untuk membuat sebuah tempat khusus yang Bernama Camp Vietnam di Kota Batam khususnya di pulau galang untuk menampung para pengungsi yang berasal dari negara Vietnam.

Saat ini Camp Vietnam menjadi kawasan wisata bersejarah yang dapat dikunjungi oleh siapapun. Di Camp Vietnam kamu akan menemukan bangunan-bangunan seperti sekolah, tempat ibadah, hingga rumah sakit yang digunakan pada masa itu. Selain itu kamu juga dapat belajar sejarah perjalanan para pengungsi untuk dapat bisa tinggal di Camp Vietnam untuk sementara waktu.

Kota Batam di Kepulauan Riau ini menarik, bukan? Di satu daerah kalian bisa mendapatkan banyak hal, upah yang tinggi, wisata di dalam negeri, mudah berwisata ke luar negeri, dan belanja barang-barang murah yang berkualitas.

Penulis: Muhammad Haryo Pambudi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Mau Menghabiskan Masa Pensiun di Batam? Ayolah, yang Benar Saja. Masih Banyak Tempat yang Lebih Masuk Akal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2024 oleh

Tags: BatamKepulauan RiauKota Batamriauumpupah tinggi
Muhammad Haryo Pambudi

Muhammad Haryo Pambudi

Seorang penulis otodidak yang lahir dari situasi pandemi. Memanfaatkan waktu luang di masa Covid untuk mengasah kemampuan literasi, dan kini terus konsisten menuangkan gagasan serta opini melalui tulisan-tulisan digital

ArtikelTerkait

Salah Kaprah Anggapan Jogja Serbamurah. Tabok Saja kalau Ada yang Protes! terminal mojok.co

Upah Kerja Rendah di Yogyakarta, Siapa yang Paling Menderita?

22 November 2020
Alasan PNS Enggan Disebut Buruh (Odua Images:Shutterstock.com)

Alasan PNS Enggan Disebut Buruh

1 Januari 2024
gonggong

Gonggong: Kuliner Khas Kepulauan Riau yang Wajib Dicoba

5 Desember 2021
Benarkah Harga Hape di Batam Jauh Lebih Murah? Benar, tapi...

Benarkah Harga Hape di Batam Jauh Lebih Murah? Benar, tapi…

6 Oktober 2023
Polemik Pembangunan PLTS Terapung di Batam: Yang Sengsara Indonesia, yang Untung Malah Negara Tetangga

Polemik Pembangunan PLTS Terapung di Batam: Yang Sengsara Indonesia, yang Untung Malah Negara Tetangga

7 September 2023
es teh

Tak Ada Es Teh di Batam?

6 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

21 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.