Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Payaman, Desa di Magelang yang Viral karena Bunga Tabebuya Ternyata Menyimpan Masalah

Sayekti Ardiyani oleh Sayekti Ardiyani
18 Desember 2023
A A
Payaman, Desa di Magelang yang Viral karena Bunga Tabebuya Ternyata Menyimpan Masalah

Payaman, Desa di Magelang yang Viral karena Bunga Tabebuya Ternyata Menyimpan Masalah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nama Payaman Magelang sempat viral bulan Oktober lalu gara-gara vibes Jepangnya. Bunga tabebuya yang tumbuh di sepanjang jalan Dusun Ngletoh, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, menyedot kedatangan banyak pengunjung dari daerah sekitar dan bahkan luar daerah. Kebanyakan orang ingin berfoto dan membuat konten di sini. Jalanan dusun mendadak ramai hingga akhirnya diperlengkapi dengan spot foto seperti mobil antik.

Sekalipun bunga tabebuya kini sudah rontok dan jalan dusun kembali sepi saat saya kunjungi, Payaman tetap menjadi magnet. Siapa lagi yang datang ke sini kalau bukan para peziarah. Kebetulan di daerah sini terdapat makam ulama Magelang. Orang-orang yang hendak berziarah datang dari berbagai kota di Indonesia.

Lantaran ramai dikunjungi para peziarah ditambah letaknya yang strategis di jalur provinsi dan hanya selemparan batu dari batas Kota Magelang, Payaman tentu sangat diuntungkan. Setelah saya menikah dan meninggalkan kampung halaman di kaki Gunung Andong sana, saya memiliki ekspektasi bahwa tinggal di Payaman lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Akan tetapi, meskipun Payaman terbilang strategis dan indah karena bunga tabebuyanya, desa ini cukup problematik. Saya mencatat setidaknya ada tiga hal menyebalkan yang kerap saya jumpai di sini.

#1 Sering macet di Kauman

Payaman Magelang memiliki situs bersejarah, yakni Masjid Agung Payaman dan makam Kiai Siradj di belakang masjid. Masjid Agung Payaman didirikan tahun 1937. Sementara kiai yang terkenal dengan dakwah dan karomahnya pada masa kolonial, KH Siradj Abdurrasyid, menjadi pemangku masjid. Beliau meninggal pada tahun 1959. Kiai yang sering dipanggil Romo Agung oleh Belanda karena menepis awan panas letusan Merapi di Magelang itu dimakamkan di belakang masjid. Lebih istimewanya lagi, daerah ini merupakan daerah pondok pesantren.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, keistimewaan inilah yang akhirnya menarik para peziarah dari berbagai daerah datang ke Payaman Magelang. Sepanjang tahun, terutama menjelang Ramadan, bus besar maupun kecil memenuhi bahu jalan. Maklum, tak ada area parkir di sekitar masjid. Maka tak usah heran kalau di sekitaran masjid kerap terjadi kemacetan.

Saya sering kepikiran kenapa tak ada solusi untuk permasalahan parkir di Masjid Agung Payaman ini. Misalnya, desa membuat semacam BUMDes dan membuat lahan parkir terpadu, jadi ada kerja sama antara desa dan pemilik lahan. Nantinya di area parkir tersebut bisa dilengkapi pusat kuliner, jajanan, hingga toilet. Padahal dari pengamatan saya, tak jauh dari masjid ada lahan yang bisa dijadikan area parkir. Seandainya lahan parkir berada jauh dari masjid pun, pihak berwenang dan terkait bisa menyediakan kendaraan shuttle untuk mempermudah para peziarah sekaligus meminimalisir kemacetan di sepanjang jalan menuju masjid.

Baca halaman selanjutnya: Pasar sepi dan jam operasional singkat…

Baca Juga:

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2023 oleh

Tags: bunga tabebuyajawa tengahkabupaten magelangmagelangPayamanproblematik
Sayekti Ardiyani

Sayekti Ardiyani

Alumni Sasindo yang menjadi Guru SD. Tinggal di batas kota dan Kabupaten Magelang.

ArtikelTerkait

Bus Ramayana, Penguasa Jalanan Magelang yang Tetap Berjaya Hingga Sekarang

Bus Ramayana, Penguasa Jalanan Magelang yang Tetap Berjaya Hingga Sekarang

30 Januari 2024
Alun-Alun Wonosobo, Alun-Alun Terbaik di Indonesia (Unsplash)

Banyak Kota di Indonesia Harus Belajar dari Keberhasilan Wonosobo Menata Alun-Alun sebagai Ruang Terbuka Hijau Sekaligus Memanusiakan PKL

19 April 2024
Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

Nestapa Magelang, Diapit Dua Kota Besar tapi Transportasi Umumnya Nggak Berkembang

3 September 2023
Bahasa Temanggung yang Sulit Dipahami dan Membingungkan bagi Pendatang Mojok.co

Bahasa Temanggung yang Sulit Dipahami dan Membingungkan bagi Pendatang

15 November 2024
Orang Ungaran Pilih Mengaku Asli Semarang karena Malu Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan

Orang Ungaran Pilih Mengaku Asli Semarang karena Malu Nggak Ada yang Bisa Dibanggakan

8 Maret 2024
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus Mojok.co

Naik Bus Rosalia Indah Kelas Super Top Double Decker Bikin Saya Betah Berlama-lama di Dalam Bus

31 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Panduan Mengenali Bakso Malang yang Asli dari Kera Ngalam, biar Kalian Nggak Kena Tipu

Susahnya Jadi Arek Malang di Jakarta: Berniat Mengobati Homesick Lewat Bakso Malang, eh yang Jual Malah Orang Tasik

4 Juni 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
Kebumen Kecamatan Aneh, Kadang Sulit Dipahami Pendatang (Unsplash)

Pengakuan dari Saya, Warga Asli Kebumen yang Menyadari Bahwa Daerah Saya Memang Sulit Dipahami Khususnya Para Pendatang yang Sedang Beradaptasi

31 Mei 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.