Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menikmati Beragam Genre Musik Adalah Hak Setiap Manusia

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
8 Januari 2020
A A
Mending Nggak Usah Pakai Headset kalau Mau Mendengarkan Musik terminal mojok.co

Mending Nggak Usah Pakai Headset kalau Mau Mendengarkan Musik terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Peredaran berbagai genre musik di telinga manusia satu dan manusia lainnya layaknya kemajemukan yang ada di Indonesia, beragam. Musik katanya tidak hanya tentang suara penyanyi, ketukan drum, atau petikan gitar. Namun lebih dari itu, sebagai penyampai pesan yang tak bisa disampaikan lewat jalur konvensional.

Musik sejauh yang saya tahu tidak hanya sebagai sebuah seni yang lahir dari kreativitas. Selain itu musik bisa digunakan sebagai metode penyembuhan hingga yang paling umum untuk hiburan. Di Indonesia sendiri musik sering dimanfaatkan tidak hanya sebagai hiburan. Ada yang menggunakannya sebagai pengiring ritual adat hingga menjadi simbol kebudayaan setiap daerah di Indonesia. Yang paling mutakhir, musik bisa dijadikan ajang pelarian bagi hati-hati yang merana dengan suntuknya cinta yang tak kunjung jelas. Kita bisa menengok betapa populernya Didi Kempot belakangan dengan skema musik ambyarnya.

Tapi lucunya, musik yang katanya universal (ada juga yang menganggap musik itu eksklusif) masih saja dijadikan ajang untuk memperdebatkan perbedaan dan sekat genre. Saya sering menemui ribut-ribut konyol ini di berbagai momen entah itu ketika nongkrong di dunia nyata sampai nongkrong di dunia maya.

Nongkrong di dunia nyata, saya menemui masih ada perdebatan terstruktur soal My Chemical Romance itu band emo atau band pop, dan Imagine Dragon bukan band rock. Nongkrong di dunia maya, saya menemui perdebatan menyoal musik pop dan musik rock masih saja masif terjadi. Persoalannya masih itu-itu saja, mana yang lebih sampah di antara keduanya.

Di dua tongkrongan itu saya menemui berbagai perdebatan aneh nan konyol (menurut saya) terkait beragam jenis genre musik yang diperdebatkan oleh mereka yang mengaku penikmat musik jenis A, jenis B, hingga jenis Z. Kira-kira satu minggu belakangan, saya mencoba memanfaatkan Facebook untuk mencoba masuk ke grup-grup yang isinya orang-orang yang mengaku penikmat band A, musik B, dan penyanyi C. Sambil mencoba terus memantau, saya sesekali melemparkan pertanyaan memancing di grup-grup tersebut meminta pendapat soal musik-musik yang berbeda genre dengan selera orang-orang di grup-grup tersebut.

Satu kesimpulan yang bisa saya dapatkan, masih terlalu banyak orang yang egois terkait genre musik. Bahkan ketika bicara musik rock yang cabangnya cukup banyak. Ketika saya mengaku suka band Avenged Sevenfold pun, banyak orang mencibir bahwa Avenged Sevenfold bukan band rock, padahal musik rock kan cabangnya banyak. Tapi orang-orang tersebut tetap keras kepala bilang bahwa Avenged Sevenfold telah menodai kemurnian metalcore, dan menganggap Avenged Sevenefold bukan band yang layak disebut band rock. Istilah kemurnian tadi membuat saya bergidik. Semacam penjual madu yang madunya dituntut kemurniannya oleh pembeli.

Di grup lainnya saya sempat melihat perdebatan yang seru. Soal perbandingan antara musik K-pop, Hip Hop, rock, dangdut, sampai religi. Iya, musik religi yang itu, yang sering dinyanyiin sama Opick juga dijadikan perdebatan. Saya sempat ketawa-ketawa sendiri membaca adu opini di postingan grup tersebut. Facebook ternyata masih menarik, gumam saya dalam hati. Kesimpulan dari adu opini tersebutlah yang menginspirasi saya menulis ini. Bahwa masih ada orang-orang yang memandang mereka yang menikmati beragam genre musik adalah suatu kesalahan. Mungkin jika kalian tahu istilah poser dalam dunia musik, label jadul tersebut menjadi gambaran jelas bahwa sejak dahulu penikmat musik beragam genre memang sering dihujat.

Sebetulnya kalau dipikir-pikir secara sederhana dan logis, musik itu tidak untuk diperdebatkan. Kalau bagi saya musik itu ya untuk hiburan, relaksasi, dan kadang untuk pelarian. Kalaupun pada akhirnya diperdebatkan, toh musik tersebut sudah beredar di mana-mana dan hasilnya hanya lelah ngebacot saja. Sejauh yang saya tahu, tidak ada peraturan perundang-undangan yang mewajibkan tiap manusia harus menikmati satu jenis genre musik dalam hidupnya.

Baca Juga:

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

4 Musisi Jawa Legendaris yang Nggak Kalah Keren dari Didi Kempot

Membandingkan genre musik pop dan rock, K-pop dan metal, hingga dangdut dan hip hop, sebenarnya hanya akan membuat esensi musik yang kalau kata Addie MS sebagai pemersatu akan hilang. Menikmati musik yang beragam tentu bukanlah kesalahan fatal. Slipknot pun tidak akan pernah protes jika lagu psychosocial mereka berada dalam satu playlist dengan lagu-lagu Didi Kempot. Dan tidak ada yang perlu disesali saat harus mengatakan bahwa album Amo-nya Bring Me The Horizon itu keren. Genre sering kali diciptakan oleh media dan penikmat. Dan itu bukan sebagai ukuran kualitas musik yang dihadirkan. Bahkan menikmati beragam genre musik jauh lebih baik daripada hanya menikmati satu jenis genre. Bisa bikin mood bagus, kata artikel-artikel yang berseliweran di Google.

Kalau kita mencoba menggunakan dalih open minded dan kebebasan yang kebablasan yang sering didengungkan di luar sana. Setiap manusia tentunya punya hak untuk menikmati beragam genre musik. Dalih kebebasan tidak hanya tentang isu selangkangan dan berpendapat. Kebebasan menikmati beragam genre musik juga termasuk kebebasan yang harus didengungkan.

BACA JUGA Penyusun Daftar Lagu di Mobil, Antara Dibenci dan Dipuji atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2020 oleh

Tags: didi kempotgenre musikrock
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Lagu Didi Kempot yang Selalu Berkumandang di Tradisi Nyongkolan Suku Sasak terminal mojok.co

Lagu Didi Kempot yang Selalu Berkumandang di Tradisi Nyongkolan Suku Sasak

29 November 2020
mas didi kempot

Didi Kempot Adalah Bapak Kesehatan Mental Nasional

6 Mei 2020
Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

23 Desember 2023
didi kempot dan band indie

Didi Kempot Geser Popularitas Band Indie

23 Agustus 2019
ambyar

Ambyar: Mengubah Ingatan Lama Menjadi Deraian Air Mata

30 Juli 2019
jaket genre musik mojok.co

Jenis-jenis Jaket yang Sesuai dengan Genre Musik Pemakainya

29 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

Honda Odyssey: Mobil Indah, tapi Jalan Nasibnya Tak Mudah

11 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM
  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.