Band Rock dan Tampilannya yang Dirindukan

Bukan berarti saya menganggap bahwa band rock yang tampil dengan modal baju kaos dan celana panjang atau pendek itu buruk. Tidak seperti itu.

Featured

M. Farid Hermawan

Melihat Kuburan Band kembali bangkit dari kuburannya dan menyanyikan lagu Saredona membuat alam pikiran saya terpelatuk. Tidak dengan lagunya yang sebenarnya saya suka. Namun, ada yang lebih menarik dari itu. Visualnya, tampilan mereka. Walaupun bukan band rock, Kuburan Band selalu mengingatkan saya dengan band rock legendaris KISS.

Melihat bagaimana bentuk visual Kuburan Band yang tentunya bukanlah band rock yang menampilkan bentukan ala-ala KISS. Saya cukup tergelitik, masih banyakkah band-band dengan genre ini, entah lokal atau internasional punya insting menarik seperti itu? Kesampingkan dulu musiknya. Kadang sebuah band terutama band rock, bisa besar karena konsep visual atau tampilannya. Walau musik adalah standar utama, tampilan tidak boleh dikesampingkan.

Ketika bicara panggung rock lokal modern, kita punya Burgerkill, Seringai, Superman is Dead, hingga band-band rock modern lainnya. Di era yang semakin maju tentunya apa yang saya sebut di awal yaitu konsep visual entah kenapa semakin ke sini semakin langka ditemukan. Konsep visual ini adalah sebuah konsep bagaimana membuat suatu gaya, fashion, atau karakter unik yang akan dilihat penonton di atas panggung.

Carilah band-band rock modern saat ini. Paling-paling yang kita lihat adalah SNI visual band rock modern. Pakai kaus hitam bergambar band-band rock dunia nan legendaris, pakai baju kaus distronya sendiri, pakai celana jeans, sepatu snikers, hingga yang paling sangar mungkin dengan tampil tanpa baju. Konsep visualisasi yang berani layaknya band non rock macam Kuburan Band hampir langka ditemui di panggung musik rock modern negeri ini. Padahal ketika berkaca bagaimana tampilan God Bless jadul dan AKA, seharusnya itu bisa menjadi rujukan yang mantap, unik, dan pastinya nyeleneh menyoal konsep visual sebuah band dengan genre ini yang sekarang berstatus legend tersebut.

Baca Juga:  Belajar Menjadi Manusia Bersyukur ala Ika Natassa

Bicara rock dan musiknya tentu begitu-gitu saja. Bahwa rock memang lahir dengan konotasi kasar dan distorsi garang. Dan barang tentu semakin maju zaman, rock juga punya banyak cabang komandemen aliran. Namun, ketika musik rock yang memang identik dengan keras, tampilan sebenarnya juga penting menunjang stigma tersebut. Ini bukan berarti saya menganggap bahwa band rock yang tampil dengan modal baju kaos dan celana panjang/pendek itu buruk. Tidak seperti itu. Saya hanya rindu apakah ada mereka yang seberani KISS, Motley Crue, Misfit, RATT, dan band-band lainnya untuk berani tampil aneh dengan konsep yang sebenarnya tidak sembarangan tapi berkesan.

Mungkin, beberapa kerinduan itu sedikit terobati ketika saya mengenal Slipknot dengan topengnya dan konsep visual band GHOST yang nyatanya sangat menjual. Untuk band kedua, saya salut bahwa konsep tampilan yang mereka usung untuk ukuran band rock memang terbilang berani. Walau banyak yang mencemooh band GHOST karena menampilkan musik rock yang tidak sewajarnya, yang umumnya dengan ketukan drum cepat dan distorsi gitar yang kasar. Namun, seperti yang saya katakan sebelumnya, rock yang murni seiring zaman agak terkikis dengan berbagai cabang komandemen aliran.

Selain Slipknot dan GHOST, sebenarnya ada Greta Van Fleet. Greta Van Fleet yang dicap banyak orang sebagai reinkarnasi Led Zeppelin saya nilai cukup bagus membawa konsep visualnya yang membuat mereka semakin dicap ala-ala Led Zeppelin. Selebihnya saya melihat band-band rock pada akhirnya memodernisasi konsep visual dengan standar umum yang itu-itu saja. Baju kaos, celana panjang dan sudah. Ya, walaupun ini bukanlah zaman dahulu, dan ini adalah zaman modern. Mungkin banyak yang beranggapan bahwa hal tersebut harus dimaklumi. Hanya saja sebagai penikmat dan pencinta musik rock lintas zaman. Saya kadang rindu dengan tampilan nyeleneh dan gila para musisi rock era jadul tersebut.

Baca Juga:  Detektif Conan dan Cita-Cita Anak 90-an Pengin Jadi Detektif

Rock dan tampilan sebenarnya adalah dua hal yang tak bisa lepas. Selain faktor primer yaitu musik. Tampilan nyatanya juga menjadi faktor pendukung yang sangat penting. Kita pastinya tidak akan pernah lupa gaya Slash dengan topi dan rokoknya, gaya KISS yang penuh cat, dan gaya Motley Crue yang aneh abis. Rock pada akhirnya tidak soal musik saja. Bagaimana membentuk sebuah ciri khas musik sama sulitnya dengan membentuk ciri khas tampilan. Dan Kuburan Band telah membangkitkan kenangan lama saya soal visualisasi band-band rock yang di era serba canggih ini sulit saya temukan gebrakan aneh, gila, dan melawan arus standar tampilan modern.

Bagi kalian penikmat musik rock era 80-an, barangkali punya kerinduan yang sama seperti saya?

BACA JUGA Band Era 2000an yang Katanya Kampungan tapi Diam-Diam Dirindukan atau tulisan M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
811 kali dilihat

7

Komentar

Comments are closed.