Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Bus Bagong, Bus Blitar-Malang Paling Yahud Penyelamat Orang-orang yang Kepepet

Rizky Andy Kurniawan oleh Rizky Andy Kurniawan
22 November 2023
A A
Bus Bagong, Bus Blitar-Malang Paling Yahud Penyelamat Orang-orang yang Kepepet

Bus Bagong, Bus Blitar-Malang Paling Yahud Penyelamat Orang-orang yang Kepepet (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagian masyarakat Blitar mungkin tidak akan melupakan bus Bagong yang setiap hari lalu-lalang di jalanan kabupaten. Bus ikonik dengan nama besar BAGONG ini mempunyai kesan tersendiri bagi para pengguna jalanan maupun penumpang yang bepergian saat melintasi antar daerah. Tak heran kalau namanya masih mentereng sampai hari ini. Menurut saya, sebaik-baiknya bus trayek Blitar-Malang adalah Bagong.

Lewat jalur utara dan selatan Blitar

Siapa sangka bus yang dulunya hanya menggunakan satu jalur sekarang memiliki dua jalur yang setiap hari dilintasi di jalanan Kabupaten Blitar. Bus Bagong biasa mengaspal di jalanan via Wlingi yang notabene merupakan jalur lama lewat utara dan via Kanigoro yang merupakan jalur terbaru lewat selatan. Kedua jalur ini nantinya memiliki titik temu di Terminal Kesamben Blitar.

Khusus jalur Kanigoro ini jujur saja sangat memudahkan orang-orang yang rumahnya berada di selatan daerah Kabupaten Blitar. Gimana nggak, dengan bertambahnya jalur bus Bagong melewati Kanigoro, orang-orang yang tinggal di Sutojayan maupun Panggungrejo bisa turun di daerah Pendopo Kanigoro yang lebih dekat. Mereka sudah nggak perlu lagi ke daerah utara yang mana membuat perjalanan jadi lebih jauh dan lama.

Bus Bagong penyelamat orang-orang yang kepepet

Bus Bagong memiliki armada yang sangat banyak yang mana tiap jam selalu tersedia. Tentu saja hal ini patut disyukuri orang-orang yang hendak bepergian ke luar kota tapi dadakan. Saya salah satu orang yang kepepet dan merasa bersyukur akan kehadiran bus Bagong saat kebingungan di Terminal Arjosari, Malang.

Jadi ceritanya berawal ketika saya pulang dari Probolinggo pukul 6 pagi menuju Blitar. Saat itu saya tiba di Terminal Arjosari Malang pukul 8 pagi. Saat itu banyak bus melaju ke daerah tujuan masing-masing, namun sayangnya nggak ada bus yang akan menuju ke Blitar. Padahal siang harinya saya ada jadwal kuliah.

Pikiran saya pun jadi sedikit mumet dan waktu yang tersisa semakin mepet. Untungnya tak berselang lama menunggu, saya melihat sebuah bus dari kejauhan datang. Bus itu memiliki tulisan BAGONG di bagian badan dengan keterangan via Wlingi di kaca bagian depan. Saya langsung menghampiri bus dan bertanya pada sopirnya, “Ngetem dulu atau langsung berangkat, Pak?” Sang sopir bus menjawab langsungan.

Begitu berada di dalam bus dan bus mengaspal di jalanan, saya merasa lega sekali. Terima kasih, bus Bagong, berkat kamu saya bisa masuk kuliah siang tepat waktu.

Fitur bus semakin nyaman untuk para penumpang

Dulu bus Bagong terkenal bandel dan ugal-ugalan. Bus ini kerap dibilang nggak taat aturan di jalanan Blitar-Malang dan sebaliknya. Pokoknya banyak penumpang yang merasa kurang nyaman naik armada bus satu ini.

Baca Juga:

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

Akan tetapi sekarang yang terjadi justru sebaliknya. Bus Bagong mulai melakukan perubahan. Mulai dari upgrade armada bus menjadi premium dengan AC, kursi yang nyaman, hingga suara mesin yang nggak berisik seperti dulu. Selain itu, sopir dan kernet bus sekarang juga ramah pada para penumpang.

Saya pernah tak sengaja mendengar pembicaraan salah seorang penumpang dengan kernet bus Bagong. Penumpang itu sepertinya baru pulang merantau dari luar pulau. Dia bercerita kalau dia naik bus dari Terminal Bungurasih ke Terminal Arjosari naik bus dari salah satu PO dan membayar tiket Rp200 ribu lebih.

Kernet bus yang mendengar hal itu langsung memberikan info pada penumpang tersebut. “Kayaknya kamu kena tipu calo di Terminal Bungurasih, deh.” kata si kernet. “Di terminal itu memang rawan penipuan. Lain kali naik Bagong aja cuma Rp25 ribu dari Surabaya ke Malang.”

Sikap kernet yang ramah dan memberi info itu tentu saja jadi poin plus lainnya dari bus Bagong. Bus ini memang sudah menjelma jadi sarana transportasi yang nyaman dan tentu saja aman. Maka nggak usah heran kalau saya sampai bilang bahwa sebaik-baiknya bus jurusan Blitar-Malang dan sebaliknya ya bus Bagong.

Penulis: Rizky Andy Kurniawan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Rekomendasi Bus Malang dari Blitar Paling Nyaman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 November 2023 oleh

Tags: bagongblitarBusMalang
Rizky Andy Kurniawan

Rizky Andy Kurniawan

ArtikelTerkait

Ini Cara Saya Berdamai dengan Panasnya Sidoarjo

Ini Cara Saya Berdamai dengan Panasnya Sidoarjo

5 Januari 2024
Jalan Mergan Lori Malang Macetnya Bikin Frustasi, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya (Mojok.co)

Jalan Mergan Lori Malang Macetnya Bikin Frustasi, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

2 November 2023
Nasib Pejalan Kaki di Malang Menyedihkan Gara-gara Trotoar "Dirampok" PKL dan Tukang Parkir: Pilihannya Hanya Loncat atau Nunggu Ditabrak

Nasib Pejalan Kaki di Malang Menyedihkan Gara-gara Trotoar “Dirampok” PKL dan Tukang Parkir: Pilihannya Hanya Loncat atau Nunggu Ditabrak

26 November 2024
Revitalisasi Tugu Malang, Satu Lagi Tempat di Malang yang (Dipaksa) Mirip Malioboro

Tugu Malang, Satu Lagi Tempat di Malang yang (Dipaksa) Mirip Malioboro

21 Oktober 2023
4 Alasan Saya Kapok Naik Bus Kuning Mojokerto-Pasuruan Mojok.co

4 Alasan Saya Kapok Naik Bus Kuning Mojokerto-Pasuruan

3 November 2024
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Perbandingan Biaya Wisuda Kampus Negeri vs Swasta di Malang yang Amat Jomplang, Masih Tega Nyuruh Tarik Biaya Wisuda Lebih Tinggi?

5 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal

22 April 2026
3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
Derita Gen Z Bernama Sri- Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu (Unsplash)

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

21 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama
  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.