Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang Masyarakatnya Fasih Berbahasa Jawa

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
6 November 2023
A A
Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang Masyarakatnya Fasih Berbahasa Jawa Mojok.co

Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang Masyarakatnya Fasih Berbahasa Jawa (langkatkab.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa bulan terakhir saya merasa beruntung. Saya diberi kesempatan menyelenggarakan sebuah program sosialisasi ke daerah-daerah yang asing di telinga, salah satunya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Jujur, daerah ini pertama kali saya dengar pada Januari tahun lalu ketika ramai pemberitaan bupatinya terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Sebelumnya, saya sama sekali tidak mengenal kabupaten yang dihimpit Deli Serdang dan Binjai itu. 

Ketika tiba di Langkat, saya merasa sangat kupe. Banyak hal tentang negeri sendiri yang tidak saya ketahui. Perjalanan ke Langkat membawa saya pada sebuah fakta unik. Ternyata, mayoritas masyarakat setempat berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Jawa. Mereka menggunakan bahasa Jawa dengan bumbu logat melayu, tidak ada medhok-medhoknya sama sekali. 

ADVERTISEMENT

Pikir saya waktu itu, yah mungkin orang-orang ini adalah perantauan dari Jawa. Namun anehnya, ketika saya memperkenalkan diri sebagai individu yang punya keturunan Jawa dan bisa berbahasa Jawa, mereka tidak lantas mengajak saya berbincang dengan bahasa Jawa. Mereka tetap mengajak saya berbincang dengan bahasa Indonesia.

Keanehan lain, mereka tidak begitu memahami daerah-daerah di Jawa. Saya menerangkan bahwa kegiatan sosialisasi di Langkat juga dilakukan di beberapa daerah seperti Magelang, Kudus, dan Semarang, Surabaya, Malang, dan Kediri. Mereka hanya mengetahui Semarang dan Surabaya. Daerah lainnya mereka seperti menerka-nerka di mana posisi pastinya. 

“Oh Kudus itu daerah Jawa Tengah ya mas?” celetuk salah satu dari masyarakat setempat. Saya kemudian bertanya-tanya, kenapa orang-orang di Langkat ini fasih berbahasa Jawa, tapi kurang familiar dengan daerah-daerah di Jawa. Mereka tidak seperti orang Jawa.

Orang Langkat keturunan Jawa

Akhirnya salah satu dari mereka menceritakan, penduduk di Langkat, Sumatera Utara memang didominasi keturunan suku Jawa. Pada masa Orde Baru, sekitar  tahun 70-an, banyak orang Jawa yang mengikuti program transmigrasi ke daerah Langkat. Ribuan orang yang meninggalkan Pulau Jawa itu mayoritas berasal dari Solo, Magelang, Banyumas, dan Yogyakarta.

Masyarakat Jawa di Langkat kemudian membentuk sebuah pemukiman yang awalnya hanya terdiri dari dua desa, yaitu Desa Bukit Mas dan Desa Muka Paya. Seiring berkembangnya zaman, penyebaran masyarakat Jawa pun meluas hingga mendominasi satu kecamatan. Saat ini kecamatan yang paling terkenal sebagai kawasannya orang-orang keturunan Jawa adalah C

Laporan sensus penduduk pada tahun 2000 juga mencatat, komposisi masyarakat Jawa di Langkat mencapai 56 persen dari total penduduknya yang mencapai lebih dari 1,1 juta orang. Sementara persentase suku Batak dan Melayu di Langkat hanya mencapai masing-masing 17 persen dan 14 persen. Sisanya diisi oleh penduduk dari suku Minangkabau, Toba, Mandaling, dan Tionghoa.

Baca Juga:

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

Saat ini total penduduk di Langkat sudah hampir menyentuh angka 2 juta. Tentu komposisi masyarakat keturunan Jawa ikut meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk. Kebanyakan dari mereka adalah generasi ke-2 dan ke-3 dari ribuan suku Jawa yang merantau ketika Orba. Itu mengapa mereka hanya tahu bahasa Jawa sebagai cara berkomunikasi orang tua dan buyut. Mereka tidak pernah tahu seluk beluk daerah asal buyutnya.

Sumatera Utara rasa Jawa

Ketika berada di Kota Stabat (Ibukota Langkat), suasana yang ditawarkan seperti mengunjungi daerah-daerah di Jawa. Arsitektur bangunan seperti alun-alun, perkantoran, dan rumah-rumah penduduk identik dengan bangunan limasan khas masyarakat Jawa. Konsep alun-alun di Langkat yang bernama Tengku Amir Hamzah juga mirip dengan alun-alun yang ada di Jawa. Di sekitar alun-alun terdapat masjid, kantor pemerintahan, dan monumen di tengah lapangan yang ukurannya sangat luas.

Makanan-makanan yang ada di Langkat kebanyakan bercita rasa manis yang kuat. Cita rasa yang bakal mengingatkan kalian dengan makanan-makanan di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Salah satu makanan yang terkenal di sini adalah Halua yang ini mirip manisan dan umumnya terbuat dari buah-buahan.

Ini tidak berhubungan dengan suku Jawa sih, tapi fakta menarik lainnya tentang Langkat adalah lokasinya yang dekat dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Pemerintah dan masyarakat kemudian bekerja sama untuk membangun kawasan wisata yang ramah lingkungan. Mereka membentuk sebuah cagar budaya yang di dalamnya berdiri gubuk-gubuk kecil di beberapa titik. Gubug-gubug itu berhadapan langsung dengan hijaunya hutan leuser yang menyegarkan mata. Itu menjadi pemandangan yang cocok bagi mereka yang membutuhkan tempat tenang yang menyatu dengan alam.

Langkat, Sumatera Utara cukup menarik bukan? Monggo diagendakan main ke kabupaten ini mumpung sebentar lagi akhir tahun.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 11 Istilah Bahasa Jawa yang Susah Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2023 oleh

Tags: bahasa indonesiaBahasa JawaKecamatan SusutanLangkatsuku jawasumatera utaratransmigrasi
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Selain ‘Oalah’, Ternyata Kata-kata Ini Sudah Masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia Terminal Mojok

Selain ‘Oalah’, Ternyata Kata-kata Ini Sudah Masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia

25 Januari 2021
keragaman kosakata bahasa jawa terminal mojok

Keragaman Kosakata Bahasa Jawa Bikin Kumpul-kumpul Jadi Masalah Asusila. Terminal Mulok #14

21 Maret 2021
10 Lagu Anak Berbahasa Indonesia yang Perlu Dihafalkan terminal mojok

10 Lagu Anak Indonesia yang Perlu Dihafalkan Orang Dewasa

4 November 2021
6 Istilah yang Biasa Dipakai dalam Percakapan Orang Solo, Pahami biar Nggak Salah Kaprah

6 Istilah yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Orang Solo, Pahami biar Nggak Salah Kaprah

20 November 2024
Panduan Menumpas Typo biar Tulisan Nggak Gampang Disalahkan terminal mojok

Panduan Menumpas Typo biar Tulisan Nggak Gampang Disalahkan

28 Juni 2021
penggunaan tanda petik satu dan tanda petik dua puebi online daring ivan lanin mojok.co

Beda Penggunaan Tanda Petik Biasa dan Tanda Petik Tunggal

25 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.