Selain ‘Oalah’, Ternyata Kata-kata Ini Sudah Masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia – Terminal Mojok

Selain ‘Oalah’, Ternyata Kata-kata Ini Sudah Masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia

ArtikelFeatured

Avatar

Masyarakat Indonesia pasti sudah sering banget mendengar atau mengucapkan kata “oalah” saat berkomunikasi. Tapi, apa kalian tahu kalau kata “oalah” ini sudah menjadi kata baku yang sudah terdaftar di Kamus Besar Bahasa Indonesia? Ternyata kata “oalah” sendiri sudah masuk ke dalam KBBI edisi 5 yang dirilis pada tahun 2016 silam. Sudah lama banget yaaa, tapi hal ini baru-baru saja ramai menjadi perbincangan di Twitter.

Kata “oalah” dianggap sudah memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam KBBI, salah satunya karena kata “oalah” sendiri memiliki frekuensi penggunaan yang tinggi di dalam masyarakat Indonesia dengan pemberian label cak atau cakapan.

Label-label apa saja sih yang menjadi pendefinisian sebuah kata itu? Jadi, ada kelas kata a (adjektiva), n (nomina), v (verba), p (partikel), pron (pronomina), dan lainnya. Sedangkan untuk ragam bahasa ada ark (arkais), cak (cakapan), hor (hormat), kas (kasar), dan kl (klasik), dan bidang ilmu.

Selain kata “oalah” ternyata kata-kata yang sering kalian dengar berikut ini sudah terdaftar ke dalam KBBI juga, lho. Kata-kata apa saja sih yang ternyata sudah masuk ke dalam KBBI?

#1 Alay

Siapa sih yang nggak tahu “alay”? Pasti kata ini sudah sering terdengar di telinga kalian, kan? Biasanya sih kata ini ditujukan untuk orang-orang yang gayanya berlebihan. Fenomena penggunaan kata “alay” ini menjadi populer sejak banyaknya pengguna Facebook.

Arti kata “alay” sendiri ternyata “anak layangan” atau gaya hidup yang berlebihan untuk menarik perhatian orang. Seperti kata “oalah”, kata ini ternyata sudah terdaftar di KBBI edisi 5 yang diberikan label cak atau cakapan dan ark atau arkais.

#2 Bangsat

Siapa di sini yang sering mendengar kata “bangsat” dari mulut orang yang sedang beradu mulut dengan kalian? Atau malah sering menggunakan kata “bangsat” ini? Jadi, apa sih arti kata “bangsat” yang sebenarnya?

“Bangsat” ternyata kutu busuk yang sering ada di rumah kalian. Kutu imut ini sering tinggal di tempat tidur kalian dan sering minum darah manusia, lho. Selain itu, kata “bangsat” sendiri juga punya arti orang yang bertabiat jahat, kata ini dilabelkan menjadi cak (cakapan) di dalam KBBI, kata “bangsat” juga bisa diartikan dengan gembel atau miskin. Seiring dengan berjalannya waktu, kata “bangsat” ini sudah menjadi umpatan sebagai penghias kalimat akhir yang sering digunakan oleh kaum muda.

Baca Juga:  Pantai Rako: Pesona Wanita Bertubuh seksi

#3 Anjir

Mungkin kata “anjir” yang sering kita dengar itu sebagai kata tambahan yang mengandung banyak arti. Seperti kekaguman pada suatu hal, umpatan, atau kita juga biasanya menggunakan kata ini saat kaget, kan?

Padahal, kata “anjir” ini diartikan sebagai terusan, saluran (air), kanal, dan pohon. Tapi, kata “anjir” juga sudah ditetapkan sebagai bahasa gaul di Indonesia yang sudah sering dipakai oleh masyarakat Indonesia sendiri.

#4 Typo

Typo atau saltik (salah titik) ternyata sudah masuk ke dalam KBBI. Saltik ini sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia saat ngobrol melalui media sosial, yaitu kesalahan penggunaan huruf yang berdekatan dan terkadang karena saltik ini kata-kata yang kita ingin sampaikan suka diartikan berbeda.

#5 Wacana

Siapa yang sering banget punya “wacana” pergi ke Yogyakarta sama teman-teman, tapi sampai sekarang nggak jadi pergi? Saya! Hehehe. Wacana sering banget disalahartikan menjadi sebuah rencana yang gagal atau sebuah omongan yang cuma dibicarakan di mulut saja, tanpa adanya sebuah tindakan dari omongan tersebut. Padahal “wacana” di dalam KBBI berarti berbeda lho teman-teman.

Di dalam KBBI, kata “wacana” diartikan dengan percakapan dan komunikasi verbal. Percakapan yang dimaksud adalah percakapan yang memiliki tutur kata dengan berpikir secara sistematis seperti sedang berpidato.

#6 Mager

Kebiasaan anak muda zaman sekarang adalah “mager”. Yap, betul “mager” atau malas gerak ternyata sudah masuk ke dalam KBBI dengan dilabelkan sebagai cak atau cakapan. Walaupun kata ini sebenarnya adalah sebuah singkatan, kata ini sudah ditetapkan menjadi salah satu kata yang terdaftar di KBBI.

“Mager” adalah kata yang mengungkapkan orang yang malas gerak dan nggak bersemangat untuk melakukan aktivitas. Biasanya sih orang yang “mager” ini kerjaannya suka rebahan saja sambil lihat-lihat media sosial.

Itulah beberapa kata yang nggak asing di telinga masyarakat Indonesia yang ternyata sudah masuk ke dalam KBBI. Kata-kata apa saja yang sering kalian gunakan? Kalau saya sih sering banget menggunakan kata “mager” dan “anjir”, kayak “Duh, gue mager banget nih anjir!”

Baca Juga:  Di Kampung Saya, Bahasa Indonesia Masih Dianggap Milik Orang Kota

Sumber Gambar: Goodnewsfromindonesia.id

BACA JUGA 3 Kata Keterangan Waktu dalam Bahasa Indonesia yang Kalah Tenar dan tulisan Salmaa Aura Fitri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
7


Komentar

Comments are closed.