Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nostalgia Istilah Lawas dari Almanak Sampai Gerobok yang Bikin Gen Z Jadi Lola

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
4 November 2021
A A
Nostalgia Istilah Lawas dari Alamak Sampai Skuter yang Bikin Gen Z Jadi Lola terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Gen Z alias iGeneration a.k.a generasi internet yang lahir di tahun 1995 sampai 2010, dikenal sangat adaptif dengan perkembangan informasi dan teknologi. Hal ini lantaran mereka terbiasa selalu terhubung dengan dunia maya. Maklum, gadget sudah menjadi pegangan sedari kecil.

Meski demikian, yang namanya gap antargenerasi tak terelakkan. Secanggih-canggihnya Gen Z, tetap saja mereka akan lola alias loading lama jika disodori atau mendengar istilah lawas zaman generasi Baby Boomer, wqwqwq.

Ceritanya pekan lalu saya dan keluarga mengunjungi ibu mertua di Bekasi. Kami tiba siang hari menjelang waktu makan siang. Setelah rehat dan bercengkrama sejenak, blio menyuruh kami makan.“ Udah pada makan belum? Sana makan, gih.”

Anak-anak saya pun segera menuju meja makan. Namun, mereka hanya menemukan nasi dalam rice cooker. “Lauknya nggak ada, Nek?” tanya Habib, anak saya.

“Oh iya, Nenek tarok di gerobok, khawatir dilalerin,” jawab ibu mertua saya.

“Gerobok? Gerobok apaan, Pah?” tanya anak saya sambil mengernyitkan keningnya tanda ia berpikir keras alias lola.

Saya saling lirik dengan istri dan kami pun tertawa kecil. Saya dan istri terbiasa menggunakan istilah lemari makan seperti orang tua kebanyakan untuk menyimpan masakan alih-alih istilah lawas gerobok. What is gerobok? Hehehe.

Nostalgia masa kecil akan istilah-istilah lawas pun kembali melintas dalam kenangan. Saya berpikir betapa banyak istilah lawas yang sudah jarang digunakan dan cenderung hilang di masa kini meski wujud barangnya tetap ada. Dan tak ada salahnya saya berbagi nostalgia daftar istilah lawas yang dapat saya ingat. Bukankah nostalgia akan membuat manusia masa sekarang jadi lebih kuat menghadapi tantangan kekinian atau ketakutan yang dicemaskan dari masa depan?

Baca Juga:

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

#1 Almanak

Kita mulai istilah lawas kata “almanak”. Kalau menurut KBBI, almanak berarti penanggalan (daftar hari, minggu, bulan, hari-hari raya dalam setahun) dan jadwal kegiatan di suatu perguruan atau lembaga. Namun, kini kata almanak sudah tak pernah lagi kita dengar. Kita lebih familier dengan kalender ketimbang almanak untuk menyebut daftar tanggal, hari, dan bulan dalam setahun tersebut.

#2 Dipan

Hai, Gen Z. Apakah masih ada di antara kalian yang tidur dengan dipan? Asing nggak dengar kata “dipan”? Saya yakin rata-rata kalian tidur di atas spring bed empuk, ya? Memang sekarag sudah jarang kita melihat kamar para Gen Z yang diisi dengan dipan. Padahal kekuatannya nggak kalah dari springbed. FYI, dipan adalah ranjang atau tempat tidur dengan kerangka terbuat dari kayu. Kalau dulu biasanya diisi dengan kasur kapuk. Dijemur di bawah terik sinar matahari pun gampang ngangkatnya.

#3 Gerobok

Waini yang tadi sempat saya sebut di awal tulisan tatkala ibu mertua menyimpan masakannya dan membuat anak saya kebingungan. Jadi gini, gerobok adalah penyebutan lemari makan yang terbuat dari kayu atau bambu. Ya kadang dibuat jadi lemari pakaian, sih, tergantung si pemilik. Umumnya gerobok buat menyimpan makanan, tapi memang sudah jarang digunakan dalam bahasa keseharian.

#4 Jamban/Kakus

Water closet atau WC lebih lazim digunakan untuk menyebut tempat buang air besarnya kamar mandi zaman sekarang. Padahal dulu saya tahunya kakek saya menyebut WC ya dengan sebutan “jamban” atau “kakus”.

Dulu waktu masih kecil, jika bermain ke rumah kakek dan nenek, saya paling takut kalau mau buang air besar malam-malam. Kenapa? Karena jamban alias kakus berada terpisah dari kamar mandi dan posisinya di belakang rumah. Mana waktu itu gelap belum ada listrik menerangi kebun. Yang ada nyamuk-nyamuk kebun yang kenyang mengisap darah dari pantat saya.

#5 Langgar

Jika sekarang kata musala menurut EYD dipakai untuk menyebut tempat mengaji atau salat tetapi nggak digunakan untuk salat Jumat, maka dulu orang lebih sering menyebutnya “langgar”. Kalau sekarang jika kita menyebut kata “langgar” merujuk pada makna tertumbuk atau tertabrak kendaraan kala di jalan. Makanya hati-hati kalau kakek pamitan ke cucu Gen Z-nya ke masjid. “Cu, kakek ke langgar!” Wah, bisa panik cucunya, dipikir kenapa-kenapa si kakek. Padahal maksudnya si kakek pergi ke musala.

#6 Oplet

Dalam KBBI, kata “oplet” sebenarnya nggak baku karena kita bakal dirujuk ke kata lainnya: opelet. Opelet artinya mobil sedan yang susunan tempat duduknya diubah dan disesuaikan sebagai kendaraan umum yang ditambangkan.

Menurut Rohimat Nurbaya (2015), oplet adalah mobil sedan produksi Inggris, mereknya Morris dan Austin, sehingga orang Betawi lebih akrab menyebut oplet dengan sebutan Ostin yang eksis di Jakarta pada 1960-an dan 1970-an. Tahun 1979 oplet resmi dilarang oleh Gubernur DKI kala itu karena sudah dianggap tua. Sempat hidup kembali meski hanya dalam sinetron Si Doel tahun 1990-an hingga akhirnya lenyap sama sekali. Bagi kalian yang kepo dengan oplet, kalian bisa tonton kembali sinetron Si Doel Anak Sekolahan atau membeli miniatur mainan oplet di sepanjang Jalan Kalibata, Jakarta Timur.

#7 Pendaringan

Percaya nggak kalau saya bilang istilah daring atau online sudah ada sejak dulu. Lantas, apa yang ada di benak para Gen Z jika saya menyebut kata pendaringan? Pasti mereka akan menjawab segala hal tentang daring alias online seperti rapat virtual dengan aplikasi Zoom atau Google Meet.

Ya nggak salah juga memang kalau yang dimaksud daring atau dalam jaringan dan di KBBI pun mengartikannya proses, cara, perbuatan mendaringkan. Tapi, maksud “pendaringan” dalam konteks istilah lawas adalah tempat menyimpan beras. Biasanya terbuat dari kayu/papan yang berbentuk kotak/peti bertutup. Dulu waktu saya kecil, orang tua saya menggunakan pendaringan ini untuk menyimpan stok beras dalam sebulan—yang kadang kala ada kutu berasnya, hehehe.

#8 Skuter

Saat ini, skuter secara tak resmi disebut sebagai sepeda motor matik atau skuter matik sejak pertengahan 2000-an gara-gara memiliki lantai di bagian dasarnya untuk diinjak oleh pengendara. Bahkan sekarang skuter juga merujuk mainan anak-anak otoped dengan pelat beroda yang digerakkan dengan cara mendorong tanah dengan kaki—yang dinamai skuter dorong.

Padahal kalau kita merujuk sejarah, “skuter” lebih ditujukan kepada motor Vespa. Makanya dulu orang-orang, khususnya di Jakarta, menyebut Vespa dengan skuter. Namun istilah lawas yang ditujukan untuk motor Vespa ini akhirnya hilang.

Itulah beberapa istilah lawas yang dapat saya kenalkan kembali kepada kalian. Pokoknya generasi terdahulu nggak kalah bahagianya dengan generasi digital sekarang. Makanya bait lagu “Dahulu” dari The Groove, jadi relate sebagai penutup tulisan ini.

“Dahulu… semua indah. Dahulu… semua bergelora.”

Yah, jadi ketahuan deh angkatan yang nulis artikel ini. Wqwqwq.

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2021 oleh

Tags: bahasa indonesiaistilah lawas
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

bahasa daerah mata pelajaran bahasa indonesia adalah pelajaran paling sulit mojok.co

Bahasa Indonesia Adalah Mata Pelajaran Paling Sulit

23 September 2020
Jangan Anggap Mudah Bahasa Indonesia kalau Nulis Saja Masih Sering Salah

Jangan Anggap Mudah Bahasa Indonesia kalau Nulis Saja Masih Sering Salah

7 Februari 2023
12 Singkatan dalam Bahasa Indonesia (Pixabay)

12 Singkatan dalam Bahasa Indonesia yang Nggak Sadar Sering Kita Gunakan

21 Oktober 2022
9 Kata yang Menggambarkan Sulitnya Belajar Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia (Unsplash)

9 Kata yang Menggambarkan Sulitnya Belajar Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia

7 Januari 2023
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Itu Luas, Nggak Melulu Bikin Puisi, Pantun, apalagi Quotes! Mojok.co

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Itu Luas. Nggak Melulu Bikin Puisi, Pantun, apalagi Quotes!

7 Desember 2023
Katanya Mahir Berbahasa Inggris, Saat Gunakan Mesin ATM Kok Tetap Pakai Bahasa Indonesia?

Katanya Mahir Berbahasa Inggris, Saat Gunakan Mesin ATM Kok Tetap Pakai Bahasa Indonesia?

4 November 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.