Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

Ibu, Bapak, Izinkan Aku Pelihara Kocheng

Fanisa Putri oleh Fanisa Putri
30 Desember 2019
A A
Pengalaman Merayu Orang Tua Biar Boleh Pelihara Kucing di Rumah

Pengalaman Merayu Orang Tua Biar Boleh Pelihara Kucing di Rumah

Share on FacebookShare on Twitter

Kucing, hewan lucu yang gampang sekali kita temui di berbagai tempat. Di jalan, di restoran, atau di depan rumah! Siapa coba yang nggak gemas sama hewan lucu berbulu yang uwuwuwu ini?

Saya sukaaaaaaa sekali kucing, selain lucu kucing juga ternyata bisa membantu manusia mengurangi stres. Dari apa yang saya baca, kata Dr Carol Gamez, seorang dokter hewan di Georgetown Veterinary Hospital, dia bilang kalau tingkah kucing yang lucu dapat membuat mood manusia menjadi lebih baik, kucing juga dapat merespon suara (jika dipanggil) dan sentuhan, yang dengannya dapat memunculkan rasa bahagia. Kalau udah bahagia, otomatis stress bisa berkurang deh.

ADVERTISEMENT

Suatu ketika, saya ingin sekali memelihara kucing di rumah. Saya memperjuangkan keinginan itu setengah mati. Pokoknya berbagai cara saya lakukan supaya orang rumah bisa mengizinkan saya memelihara kucing di rumah. Mulai dari memperlihatkan video kucing lucu ke orang tua, cerita pengalaman teman yang pelihara kucing di rumahnya, hingga bikin riset kecil-kecilan tentang keuntungan memelihara kucing di rumah. Tapi sayangnya, saat itu jurus-jurus yang saya keluarkan ini belum berhasil. Orang tua saya sama sekali tidak luluh hatinya huhuhu.

Dulu bapak jadi ketua penolakan terhadap keberadaan kucing di dalam rumah. Hal ini didukung sama ibu sebagai sekertaris pribadinya. Argumen dari ibu mengenai penolakan memelihara kucing ini adalah, “ngurus diri sendiri aja belom bisa apalagi kucing”. Dulu saya cukup merasa kalah telak dengan argumen itu. Gimana tidak, wong saya waktu itu memang sedang ngekost jauh dari rumah, satu-satunya kandidat pengurus kucing yang paling kompeten hanya saya dibandingkan adik-adik saya yang saya suruh buang sampah saja seperti menyuruh dia turun ke medan perang, alias susah sekali.

Bapak sering bilang kalau kucing itu bulunya berbahaya, suka mencuri makanan, dan pipisnya bau. Menjawab alasan pertama tentang bulu kucing yang berbahaya, pasti tidak asing di dengar bukan? Pengetahuan ini memang masih asing di kalangan masyarakat, banyak masyarakat yang menganggap bahwa kucing dapat menyebabkan kemandulan bagi perempuan. Hal tersebut dikarenakan pada bulu kucing terdapat parasit toksoplasma yang membuat wanita sulit hamil. Dikutip dari Halodoc faktanya bulu kucing tidak menyebabkan terjadinya kemandulan bagi perempuan dan parasit toksoplasma tersebut disebarkan melalui kotoran kucing bukan pada bulu kucing.

Alasan kedua, kucing suka mencuri makanan. Dalam hal ini kucing menjadi musuh utama ibu-ibu terutama yang habis memasak ikan, penyebab kucing mencuri makanan karena kucing masih mamiliki naluri berburu untuk bertahan hidup tanpa bantuan manusia, biasanya naluri ini dimiliki oleh kucing lokal atau sering kita sebut kucing kampung. Terbiasa hidup liar di jalan, makin terasah keinginannya dalam berburu makanan, berbeda dengan kucing ras yang dikurung di rumah. Nah alasan pertama dan kedua masih bisa saya terima, tapi alasan yang ketiga? Bagaimana bisa mahluk hidup kalau pipis tidak bau?.

Setelah bertahun-tahun berjuang meyakinkan kedua orang tua, pucuk dicinta ulam pun tiba. Sampai suatu hari keajaiban datang, seekor kucing datang ke rumah, warnanya hitam sepertinya masih berumur 6 bulan dan dia pintar sekali. Iya pintar mengambil hati saya dan kedua orang tua saya, dengan kepolosannya menempelkan badannya pada kaki kami setiap berpapasan.

Namun perjuangan memelihara kucing di rumah tidak berhenti sampai situ, kucing hitam yang selama ini saya banggakan di depan kedua orang tua nyatanya tetap hewan biasa sama seperti hewan lainnya, kucing saya meninggalkan jejak kotoran di lantai gudang saya. Lalu siapa orang pertama yang menemukannya? Bapak. Ibaratnya sinetron mungkin wajah saya yang sedang kaget dan ekspresi bapak yang sedang melotot marah sedang di zoom in–zoom out berkali-kali dengan musik-musik dramatis *jeng jeng*

Baca Juga:

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Dengan penuh kesabaran saya latih si kucing, untuk membuang kotoran di luar rumah. Bagaimana cara latihnya? Saya ajak ngobrol (?) saya kasih tau kalau dia sekali lagi buang kotoran di rumah maka bapak akan marah dan mengusirnya. Akhirnya beberapa hari kemudian saya melihat kucing saya buang kotoran di tanah dalam pot tanaman tetangga saya, sungguh itu bikin saya kaget sekaligus bangga ternyata saya punya kemampuan ngobrol sama kucing :”)

Setelah masalah kucing bisa saya atasi, kucing mulai diterima kembali di rumah saya. Pernah sekali saya lupa memberi makan kucing saya karena sudah telat, keesokan harinya saya diceritakan adik kalau si kucing diberi makan sama ibu. Ada lagi saat saya bingung si kucing pergi ke mana, ternyata si kucing sedang digendong bapak berkeliling rumah, seperti menggendong cucunya sendiri.

Sesungguhnya usaha untuk pelihara kucing di rumah itu sungguh penuh drama, tapi d balik semua usaha saya menyakinkan kedua orang tua saya ternyata si kucing sendiri lah yang berhasil membujuk kedua orang tua saya untuk menerimanya di rumah dengan tingkah lakunya, ajaib kamu cing.

BACA JUGA Ngakunya Pecinta Kucing, tapi Cuma Cinta Kucing Impor atau tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: Kucingmemelihara kucing di rumahpelihara kucing
Fanisa Putri

Fanisa Putri

Saya suka T-rex, berharap suatu hari nanti bisa membawanya jalan-jalan keliling kompleks perumahan. Kalau lihat T-rex kabari saya lewat instagram @fanisaput ya!

ArtikelTerkait

Dear Tetangga, Tolong Kendalikan Hewan Peliharaan Anda! (Unsplash)

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

24 Maret 2026
membuang kucing di pasar

Membuang Kucing di Pasar, Cara Pecundang Lari dari Tanggung Jawab

11 November 2021
Hewan Peliharaan, Korban Pandemi yang Terlewatkan terminal mojok

Hewan Peliharaan, Korban Pandemi yang Terlewatkan

20 Agustus 2021
takut kucing

Kenapa Harus Takut Kucing?

27 Juli 2019

Bagi Pencinta Kucing, Bisa Main sama Kucing di Jepang Adalah Privilese

11 Oktober 2021
kucing hilang kucing scabies pet lovers memelihara kucing mojok

Pengalaman Merawat Kucing yang Dibuang Babunya karena Scabies Kronis

6 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi Hingga Minimnya Kawasan Industri  

Jawa Selatan Harus Diakui Agak Susah untuk Punya UMR Tinggi: Mulai dari Perbedaan Topografi hingga Minimnya Kawasan Industri  

29 Juni 2026
Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

Wahai Haters Masakan Jawa, Manis Itu Bukan Dosa, Lidah Kalian Saja yang Rewel

1 Juli 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
4 Tempat di Kota Malang yang Butuh Direlokasi karena Memiliki Masalah Terus Berulang

Selamat Datang di Kota Malang, Kota Pendidikan yang Gang Sempitnya Menjadi Sirkuit Uji Nyali Para Pengendara

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.