Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ketika Prof. Mahfud MD Membual Soal Pelanggaran HAM

Iqbal AR oleh Iqbal AR
13 Desember 2019
A A
Ketika Prof. Mahfud MD Membual Soal Pelanggaran HAM

Ketika Prof. Mahfud MD Membual Soal Pelanggaran HAM

Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya, tahun 2019 mau nggak mau harus ditutup dengan pahit. Rentetan kejadian dan peristiwa yang menyedihkan, serta beberapa pekerjaan rumah pemeritah yang belum kunjung selesai juga masih menanti. Kasus-kasus yang dijanjikan akan diselesaikan pemerintah, nyatanya malah jalan di tempat, bahkan malah menambah kasus-kasus baru, terutama dalam ranah pelanggaran HAM. Ini diperparah dengan beberapa pejabat dalam pernyataannya yang seakan tutup mata nggak mau tahu terhadap kasus-kasus ini.

Pernyataan terbaru datang dari seorang yang saya hormati, Prof. Mahfud MD, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Prof. Mahfud mengatakan bahwa nggak ada pelanggaran hak asasi manusia di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Coba lihat di era Pak Jokowi sejak 2014 sampai sekarang nggak ada satu pun isu pelanggaran HAM,” kata Prof. Mahfud. Beliau juga menambahkan apa itu pelanggaran HAM menurut definisi hukum, yaitu pelanggaran yang dilakukan aparat pemerintah dengan terencana dan dengan tujuan tertentu. Jika ada kasus kekerasan aparat terhadap rakyat, atau rakyat terhadap rakyat, itu kejahatan. Tapi jelas terlalu naif jika beliau hanya menelan mentah-mentah definisi tunggal tersebut, tanpa mempertimbangkan definisi-definisi lain.

Pernyataan beliau jelas merupakan kesalahan fatal. Gimana nggak, lha wong beliau ini di beberapa kesempatan sebelum menjabat sebagai menteri, punya cukup perhatian terhadap penegakan kasus-kasus dan pelanggaran HAM. Belum lagi beliau juga punya kinerja baik ketika menjabat sebagai ketua Mahkamah Konstitusi. Agak aneh memang pernyataan seperti di atas keluar dari mulut seorang ahli hukum. Terbaca sekali kalau pernyataan ini adalah pernyataan titipan. Mungkin lho ya.

Sepertinya Prof. Mahfud lupa kalau sekarang adalah era keterbukaan informasi, di mana masyarakat sudah bisa tahu apa-apa saja yang terjadi. Saya akan coba sebutkan beberapa pelanggaran HAM yang terjadi di pemerintahan presiden Joko Widodo. Ada kasus Kulonprogo, penyiraman Novel Baswedan, tindakan represi aparat di Papua, penembakan mahasiswa pada demonstrasi, dan yang paling terbaru adalah kasus Tamansari Bandung.

Untuk kasus Kulonprogo, ratusan hingga ribuan lebih rumah warga digusur demi membangun bandara internasional. Nggak hanya digusur, beberapa kali ada tindakan represif dari aparat-aparat ada di sana. Ironisnya, pemerintah pusat dan daerah malah nggak memberi solusi yang baik. Pemerintah malah terkesan membiarkan hal ini terjadi. Penyiraman Novel Baswedan juga begitu. Sudah bertahun-tahun nggak ada perkembangannya. Dalam kasus ini, hampir bisa dipastikan ada keterlibatan petinggi-petinggi polisi yang beberapa kali disebut oleh Novel Baswedan.

Kasus Papua malah lebih pelik lagi. Pembunuhan, penangkapan aktivis, serta tindakan represif oleh aparat keamanan terjadi di sana. Pemerintah pusat seakan kompak tutup mata terhadap kejadian tersebut, dan malah mengatakan bahwa Papua aman-aman saja bla bla bla. Penembakan terhadap mahasiswa yang meninggal ketika demonstrasi juga belum ada titik terangnya. Kasusnya mampet. Belum ada tindakan nyata untuk mengusut siapa penembak mahasiswa tersebut. Dan yang terbaru, penggusuran Tamansari yang dibarengi oleh tindakan kekerasan aparat terhadap warga yang menolak digusur.

Itu hanya sedikit dari banyaknya kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada pemerintahan presiden Joko Widodo. Kasus-kasus yang saya sebutkan di atas jelas ada campur tangan pemerintah, baik pusat maupun daerah (mungkin ada juga campur tangan cukong-cukong bisnis) demi melancarkan niatnya. Pelanggaran HAM di atas juga jelas untuk tujuan tertentu. Entah itu untuk melancarkan proyek, monopoli bisnis, atau memuluskan jalan eksploitasi. Jadi, pernyataan Prof. Mahfud MD sudah sangat jelas terbantahkan.

Baca Juga:

Surabaya Memang Kekurangan Tempat Wisata, tapi Tidak Pernah Kekurangan Warkop

Boger Bojinov, Putra Terbaik Madura yang Lebih Terkenal ketimbang Mahfud MD

Pekerjaan rumah pemerintahan Joko Widodo juga nggak berhenti di sini. Ada banyak pelanggaran HAM terdahulu yang menunggu ditepati janjinya untuk diselesaikan, seperti janji Joko Widodo ketika kampanye. Ada kasus ’65, Talangsari 1989, Semanggi I dan II, Trisakti 1998, Wamena 2003, pembunuhan Munir, dan banyak kasus-kasus lainnya. Memang nggak terjadi di pemerintahan Joko Widodo, tapi berhubung beliau sudah janji ketika kampanye, ya harus diselesaikan. Terlebih lagi beliau adalah orang jawa yang punya prinsip, “lanang iku seng dicekel omongane” (laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya).

Jadi, untuk Prof. Mahfud, daripada bikin pernyataan membual seperti ini, lebih baik Prof. Mahfud mendorong Presiden Joko Widodo untuk segera menyelesaikan sederet kasus-kasus pelanggaran HAM yang sudah dijanjikan.

BACA JUGA Membela Jokowi dari Pengeroyokan Boleh, Tapi Jangan Dengan Cara Bodoh! atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: HAMmahfud MDPelanggaran HAMpelanggaran HAM era Jokowi
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Pak Jokowi, Saya Mau Cerita soal Kilang Minyak Tuban yang Tidak Bapak Tahu

Pak Jokowi, Saya Mau Cerita soal Kilang Minyak Tuban yang Tidak Bapak Tahu

27 Desember 2019
Kelakuan Politisi yang Berbusa-busa Saat Bicara tapi Ogah-ogahan Saat Disuruh Mendengar

Kelakuan Politisi yang Berbusa-busa Saat Bicara tapi Ogah-ogahan Saat Disuruh Mendengar

19 Februari 2020
Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya terminal mojok.co

Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya

19 Juli 2021
Aksi Kamisan - Aksi yang Tak Pernah Lelah

Aksi Kamisan: Aksi yang Tak Pernah Lelah

2 Mei 2019
4 Film India Jadul yang Wajib Ditonton Mahfud MD selain 'Dilwale' terminal mojok.co

Film India Jadul yang Wajib Ditonton Mahfud MD selain ‘Dilwale’

17 Juli 2021
mewakili vanuatu menyatakan kekesalan kepada indonesia sidang pbb pelanggaran ham di papua mojok.co

Mewakili Kesalnya Vanuatu kepada Negara Saya Sendiri

6 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.