Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Semoga Penimbun Properti Segera Dapat Hidayah, atau Bangkrut Sekalian biar Semua Orang Punya Kesempatan Beli Rumah!

Tiara Uci oleh Tiara Uci
10 Juli 2023
A A
Semoga Penimbun Properti Segera Dapat Hidayah, atau Bangkrut Sekalian biar Semua Orang Punya Kesempatan Beli Rumah!

Semoga Penimbun Properti Segera Dapat Hidayah, atau Bangkrut Sekalian biar Semua Orang Punya Kesempatan Beli Rumah! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Katanya, orang miskin nggak bisa beli rumah karena manajemen keuangannya buruk. Lah, penimbun properti nggak disalahin, Bos?

Beberapa hari ini teman saya curhat tentang sulitnya menjual apartemen di Surabaya. Katanya, peminat apartemen mulai menurun. Masih kata teman saya, seharusnya apartemen menjadi hunian yang masuk akal untuk dibeli di saat harga tanah di Surabaya sangat tinggi. Sebenarnya saya ingin mengomentari keluhan teman saya ini, tapi nggak tega. Orang sambat masa saya debat, yang ada dia malah stres.

Nggak lama setelah teman saya curhat, saya membuka Twitter dan menemukan postingan Pandji Pragiwaksono, seorang komika terkenal di Indonesia yang ngetweet kalau temannya merugi karena investasi properti. Ternyata masih banyak lho, netizen yang kasihan dengan kerugian temannya Bang Pandji. Saya sih, nggak merasa hal tersebut perlu dikasihani.

Bukannya saya nggak punya empati, ygy. Menurut saya, lebih kasihan orang yang punya rumah atau apartemen satu, tapi cicilannya masih 15 tahun lagi. Dan makin kasihan lagi nasib banyak orang yang nggak mampu KPR rumah karena ulah segelintir orang yang menimbun properti berkedok investasi sehingga menyebabkan harganya makin melambung tinggi.

Harga apartemen di kota makin mahal

Masyarakat perkotaan seperti Jakarta dan Surabaya, secara teori memang seharusnya lebih butuh dengan apartemen ketimbang masyarakat di desa. Namun, yang terlewat dari perbincangan tentang apartemen adalah harganya yang mulai tidak masuk akal untuk ukuran ruangan yang tidak begitu luas. Bahkan, bagi orang kota yang standar UMK-nya lebih tinggi ketimbang di kabupaten, harga apartemen tetaplah mahal.

Sebagai contoh, harga apartemen di Surabaya yang posisinya di pusat kota atau di tempat strategis berkisar 900 jutaan. Membeli apartemen semahal itu dengan gaji UMR apa masuk akal? Kalau mau membeli apartemen yang lokasinya agak nyelempit, harganya memang lebih murah. Tapi nggak murah juga sih, sekitar Rp400 jutaan. Akhirnya, bagi sobat UMK Surabaya yang gajinya hanya Rp4.5 juta, membeli apartemen dan rumah memang bukan perkara mudah.

Penimbun properti itu rakus!

Di saat harga properti terus merangkak naik dan makin mahal. Ada sekelompok orang yang memiliki banyak sekali properti dengan dalih investasi. Sialnya, jarang ada yang beranggapan kalau tindakan tersebut jahat dan merugikan orang lain. Padahal memiliki banyak properti yang tidak digunakan sama saja dengan penimbun barang

 Apa coba bedanya menimbun minyak goreng untuk dijual kembali dengan harga tinggi, dengan menimbun rumah lalu menunggu momentum dan menjualnya dengan harga yang juga tinggi? Nggak ada bedanya lah.

Baca Juga:

Apakah Menjadi Atlet Adalah Investasi Terburuk dalam Hidup Saya?

Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Emas

Kalau dipikir-pikir, kita cenderung mudah marah kepada toko yang menimbun minyak goreng. Tapi tidak kepada penimbun properti. Kita sering mengolok-ngolok pedagang yang menimbun bahan pokok dengan kalimat kejam dan jahat. Sementara penimbun properti justru dipuji. Orang yang memiliki banyak properti nganggur (tidak ditempati) disebutnya pandai berinvestasi. Padahal keduanya sama saja, sama-sama rakus dan merugikan pihak lain.

Dalam konteks properti yang harganya makin mahal itu. Pada akhirnya hanya si kaya yang mampu membeli, mereka kemudian memiliki properti berlimpah dan disewakan kepada pihak lain. Roda kehidupan katanya berputar, tapi realitasnya diam di tempat. Yang kaya tetap di atas, yang miskin tetap tergencet, tanpa bisa bergerak.

Menimbun properti tak lebih baik dari menimbun minyak goreng. Dalam logika ekonomi, prinsip kerjanya sama saja. Ketika produk (baca: properti) dimiliki segelintir orang, properti tersebut menjadi makin mahal dan susah dijangkau oleh pihak lain yang tidak banyak hartanya. Hal seperti ini pun bisa kita sebut monopoli, lho.

Bukan iri dengan orang kaya, tapi pemerintah harus menjaga agar seluruh rakyatnya mampu membeli rumah

Permasalahannya bukan perkara iri dengan orang kaya. Namun, sebagai penduduk yang memiliki pemerintah, kita perlu bertanya jika ada sesuatu yang tidak adil. Kalau ada segelintir orang menguasai sebagian besar kekayaan, pemerintah perlu turun tangan untuk membuat aturan dan pembatasan. Jika semua dibiarkan suka-suka, apa gunanya punya pemerintah?

Bayangkan, di tahun 2018, jumlah harta 4 orang terkaya di Indonesia setara 100 juta warga miskin Indonesia. Daftar orang kaya di Indonesia pun hanya itu-itu saja. Persoalan kemiskinan ini bukan perkara orang miskin malas bekerja ya. Tapi upahnya tak layak atau nominalnya nggak mencukupi untuk membeli rumah dan membuatnya sejahtera.

Katanya, kalau kita miskin karena malas itu salah kita. Namun, kalau Anda bekerja selama delapan jam sehari, seminggu penuh, kadang juga lembur, tapi nggak bisa beli rumah, apa ya masih salah kita? Nggak ngerasa aneh apa, untuk beli kebutuhan dasar saja, kita nggak bisa. Terus peran pemerintah apa?

Saya juga nggak setuju jika ada yang berkata orang yang tak bisa membeli rumah karena mereka nggak mampu mengelola keuangan. Bayangkan kalau gajimu hanya UMK Jogja sebesar Rp2 juta, lalu rumah di Jogja harganya Rp600 juta. Sepintar-pintarnya kita belajar ekonomi, tetap butuh keajaiban Tuhan. Kudu mobat-mabit cari pendapatan tambahan dulu untuk bisa membeli rumah, Gaes.

Faktanya, ada lebih banyak kasus kemiskinan memang tidak lahir dari kemalasan. Ada jutaan orang yang tak mampu membeli rumah bukan karena mereka tidak bisa mengatur keuangan. Tapi, semua terjadi karena keserakahan segelintir manusia yang memonopoli tanah dan menguasai akses untuk sejahtera. Dan negara, hingga kini, diam saja.

Bagi Anda yang masih mengasihani dan memaklumi orang kaya yang jadi penimbun properti, baiknya cuci muka dan lihatlah dunia dengan mata terbuka. Negeri ini memang milik orang kaya, sebab yang miskin dipaksa ngontrak.

Penulis: Tiara Uci
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Orang Kaya Serakah Penimbun Investasi Tanah, Dalang di Balik Mahalnya Harga Properti

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2023 oleh

Tags: Investasimasalah hunianmonopolipenimbun properti
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Pengalaman Investasi Dirham Antam: Belinya Iseng, Jualnya Puyeng

Pengalaman Investasi Dirham Antam: Belinya Iseng, Jualnya Puyeng

19 Januari 2025
legalisasi investasi miras mojok

Menuju Indonesia Swasembada Miras

5 Maret 2021
5 Kesalahan Mindset Investasi yang Perlu Diluruskan

5 Kesalahan Mindset Investasi yang Perlu Diluruskan

25 Januari 2022
memborong rumah perumahan banguntapan mojok

Memborong Rumah untuk Investasi: Cuan bagi Pengusaha, Bencana bagi Rakyat Jelata

9 Oktober 2021
Harga Emas Lagi Lesu, Perlukah Kita Khawatir?

Harga Emas Lagi Lesu, Perlukah Kita Khawatir?

14 Mei 2023
Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya! terminal mojok.co

Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya!

17 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.