Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Harga Emas Lagi Lesu, Perlukah Kita Khawatir?

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
14 Mei 2023
A A
Harga Emas Lagi Lesu, Perlukah Kita Khawatir?

Harga Emas Lagi Lesu, Perlukah Kita Khawatir? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Harga emas katanya lagi lesu. Apakah kita perlu khawatir, atau justru jadi blessing in disguise?

Emas sering kali dinisbatkan sebagai instrumen investasi yang safe haven. Alasannya ya karena instrumen investasi ini memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap sentimen negatif pasar global. Trennya dianggap selalu naik, meski mengalami penurunan, tapi tidak signifikan.

Emas sebagai instrumen safe haven dianggap dapat bertahan dan bahkan mampu meningkat pada saat kondisi pasar finansial mengalami goncangan atau ketika aset investasi lain sedang turun. Itulah sebabnya emas banyak dicari investor untuk menghindarkan mereka dari kerugian ketika terjadi krisis keuangan.

Emas bisa disebut sebagai salah satu simbol ekonomi tertua di dunia. Meski fungsinya beberapa kali mengalami perubahan, mulai dari sebagai perhiasaan, mata uang atau alat tukar, standar nilai mata uang, hingga jadi aset investasi, emas selalu konsisten menjadi kekayaan yang berharga dan ekslusif di mata manusia.

Ya karena emas selalu hadir dan identik jadi komoditas yang dapat meningkatkan status sosial di masyarakat. Misalnya perhiasaan emas berupa kalung, gelang, dan cincin yang jadi penanda betapa kayanya seseorang (meski saat ini sudah jarang terlihat).

Kalau dilihat track recordnya, harga emas memang selalu mengalami tren kenaikan. Meski saat ini diisukan menurun, dilansir dari situs logammulia.com, harga emas saat ini (emas antam) di kisaran angka Rp1.060.000/gram. Harga ini menurun jika dibandingkan dengan pada 2020 yang mencapai Rp1.080.000/gram.

Meski begitu, coba bandingkan dengan harganya pada 2013 yang di kisaran Rp500 ribuan/gram. Bayangkan saja pada 2013 itu kalian beli emas 5 gram dengan harga 2,5 juta. Berselang 10 tahun kemudian, sudah naik jadi dua kali lipat yaitu Rp5 juta lebih. Itu dengan asumsi ketika kalian hanya beli sekali setelah itu didiamkan dan nggak rutin beli tiap bulan. Ini menggambarkan bagaimana emas cukup konsisten dalam tren kenaikannya.

Anjloknya harga emas terparah dalam sejarah

Namanya komoditas, pasti ada fase naik turunnya. Emas juga mengalami penurunan harga. Meski kembali lagi, penurunan itu tidak terjadi secara signifikan dan terus menerus. Kapan sih itu terjadi?

Baca Juga:

Apakah Menjadi Atlet Adalah Investasi Terburuk dalam Hidup Saya?

Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Emas

Kejatuhan harga emas terparah sepanjang sejarah setidaknya terjadi dua kali. Pertama pada 1999 dengan emas senilai 254 USD/troy ons (1 troy ons = 31, gram). Dilihat dengan kurs Indonesia yang saat itu 9 ribuan/USD, maka per gram emas pada tahun itu adalah 254 USD : 31,1 gram = 8,16 USD/gram. Kemudian 8,16 USD x 9000, maka harganya Rp73 ribu/gram. Bayangkan, nggak sampe 100 ribu/gram. Padahal di tahun sebelumnya, harga emas masih di angka 850 USD/troy ons atau kisaran Rp250 ribuan/gram.

Kejatuhan emas ini terjadi karena fenomena inflasi tinggi dan kenaikan harga minyak yang membuat komoditas minyak lebih dipilih ketimbang emas. Jadi pada saat itu banyak masyarakat di dunia yang menjual emas-emas mereka untuk menghindari krisis inflasi yang sedang terjadi.

Kejatuhan harga emas yang kedua terjadi pada kurun 2012 -2016. Harga emas yang sebelumnya di kisaran 1.800 USD/ troy ons, turun menjadi hanya di kisaran 1.050 USD/troy ons. Penurunan ini disebabkan karena kenaikan harga instrumen ekuitas mulai terjadi sebagai efek pemulihan krisis keuangan global yang terjadi pada kurun waktu tahun 2008-2012. Investor kian gencar menempatkan dana mereka di sektor saham, dan menjauh di aset aman seperti emas.

Emas untuk investasi jangka panjang

Perlu dipahami bahwa emas sendiri sebenarnya instrumen investasi jangka panjang yang fungsinya sendiri untuk menjaga nilai harta yang dimiliki dari ancaman inflasi.

Emas diibaratkan seperti asuransi yang menjamin hartamu agar tidak ikut anjlok ketika instrumen investasi lainnya sedang anjlok. Demand emas yang tinggi membuatnya jadi pilihan ketika situasi dinilai semakin memburuk. Hal ini karena banyak investor memilih menyimpan lebih banyak emas yang membuatnya harganya melonjak naik.

Perlu diketahui juga, emas tidak dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga dan kebijakan moneter dan fiskal lain dari bank sentra. Tentu ini berkebalikan dengan saham atau obligasi yang sangat erat kaitannya dengan dua kebijakan tersebut.

Ketimbang dijadikan instrumen jangka pendek semacam saham, forex, atau cryptocurrency, emas sendiri cocoknya ditaruh dalam jangka waktu lama di atas lima tahun dengan metode tabungan rutin. Ya bahasanya nabung emas.

Meski nilainya turun sekalipun, patokan harga emas selalu di atas inflasi, jadi nggak perlu parno atau khawatir di saat harganya turun. Justru ketika harga emas turun, itu jadi momen pas untuk membeli emas. Karena ketika pergantian tahun harga emas akan kembali menguat.

Nah, yang perlu kalian khawatirkan adalah ketika kalian nggak punya apa pun dalam yang bisa diinvestasikan untuk melindungi harta kalian dari ancaman inflasi di masa depan. Mau banyak-banyakan menimbun uang? Halah, harga cilok aja bisa naik tiba-tiba.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2023 oleh

Tags: harga emasInvestasipeluang
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Jalan Udayana Mataram, Pernah Jadi Tempat Nongkrong Favorit Sebelum Tergeser Coffee Shop Mojok.co

Jalan Udayana Mataram, Pernah Jadi Tempat Nongkrong Favorit Sebelum Tergeser Coffee Shop

10 November 2023
Harga Emas Hari Ini Melejit! Beli atau Tunggu? Ini Strateginya (Pexels)

Harga Emas Hari Ini Melejit! Beli Sekarang atau Tunggu Harga Turun? Ini Strateginya

11 April 2025
Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan Mojok.co

Asyiknya Jadi Kolektor Kaset Pita, Bisa Nostalgia Sekaligus Dapat Cuan yang Lumayan

27 Oktober 2023
Menanam Pohon Rambutan, Cara Warga Kabupaten Kediri Merawat Masa Depan

Menanam Pohon Rambutan, Cara Warga Kabupaten Kediri Merawat Masa Depan

24 Oktober 2023
5 Hal yang wajib dipertimbangkan sebelum buka tabungan emas terminal mojok

5 Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Buka Tabungan Emas

12 Juli 2021
Reksadana Obligasi, Investasi yang Aman dan Cuannya Besar meski Hanya Setor 500 Ribu per Bulan

Reksadana Obligasi, Investasi yang Aman dan Cuannya Besar meski Hanya Setor 500 Ribu per Bulan

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.