Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut

Mohammad Faiz Attoriq oleh Mohammad Faiz Attoriq
30 Mei 2023
A A
Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut

Menyeberang Jalan di Kayutangan Malang Menantang Maut (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seumur-umur tinggal di Malang, yang saya tahu Jalan Basuki Rahmat alias Kayutangan sebenarnya adalah jalan protokol yang menjadi pusat pertokoan dan perdagangan. Meskipun masih ada bangunan tua di sekitaran jalan ini, tempat ini sejatinya bukan destinasi wisata.

Sebenarnya jalan satu ini dari dulu nggak macet-macet amat. Kepadatan kendaraan biasanya terjadi di simpang Rajabali (kantor BCA) dan pertigaan PLN. Kecepatan kendaraan di sini kira-kira 40 km/jam dan bisa dibilang lancar. Saat arus kendaraan masih dua arah, saya—dan mungkin warga Malang lainnya—nggak pernah mengeluhkan hal ini. Kalaupun terjadi kemacetan, biasanya itu karena lampu lalu lintas yang sedang bertugas mengatur arus mana yang boleh berjalan.

Akan tetapi sejak lahirnya Malioboro KW pada akhir 2022 kemarin dan rekayasa arus lalu lintas permanen satu arah awal tahun ini, semuanya berubah. Entah bagaimana kajiannya, akhirnya daerah Kayutangan Malang yang katanya sering macet dijadikan jalan satu arah.

Akibatnya, kendaraan yang semula berpacu pelan melewati area ini, kini rata-rata sedikit ngebut lantaran jalannya menjadi lebih lebar dan renggang. Maklum, Jalan Basuki Rahmat menjadi jalan paling lebar dan mulus seantero Kota Malang.

“Jalur tengkorak” pejalan kaki

Sejak arus kendaraan yang melewati Kayutangan Malang dijadikan searah, lampu lalu lintas dan zebra cross seolah tak bertaji. Para pejalan kaki mengeluhkan sulitnya menyeberang jalan di area sini. Seperti yang saya sampaikan di atas, kendaraan yang lewat sini jadi melaju lebih kencang lantaran jalan yang jadi lebih lebar. Saya sendiri waktu main-main ke Kayutangan jadi takut menyeberang di sini sekalipun sudah lewat zebra cross. Memang sih jalan yang searah bisa bikin kita lebih fokus saat menyeberang, tapi soal keamanannya gimana?

Hal ini bertolak belakang dengan konsep Malioboro asli yang ada di Jogja, yang konon ramah pejalan kaki. Meski jalannya dibuat searah, jalan di Malioboro nggak terlalu lebar, masih lebih lebar trotoarnya. Kendaraan yang melaju di sini juga nggak ngebut. Malioboro memang didesain untuk wisata.

Tentu saja kesulitan saya menyeberang di Kayutangan Malang melanggar Pasal 131 Ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ): Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas saat menyeberang jalan di tempat penyeberangan. Mau diberi pelican crossing sebagai solusi? Saya nggak yakin. Di Kota Malang saja si pelican crossing ini dicampakkan. Mau diberi JPO? Wah, bisa merusak estetika daerah ini sekaligus menyulitkan lansia dan difabel, dong.

Berkaca pada Betek

Sekitar tahun 2013, Jalan Mayjend Panjaitan atau sering disebut Betek pernah melaksanakan kebijakan satu arah. Alasannya karena daerah ini sering macet. Makanya kalau arus kendaraan di sini menjadi searah, jalan jadi lebih lebar dan kemacetan bisa teratasi.

Baca Juga:

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

Masalah macet sih memang beres waktu itu. Tapi sayangnya, kebijakan ini malah menimbulkan masalah baru: kebut-kebutan. Mentang-mentang jalannya sudah lebar dan relatif nggak macet, pemilik kendaraan malah memacu kencang kendaraan mereka. Padahal jalan Betek ini adalah jalan protokol dalam kota dan banyak permukiman di mana warga sering menyeberang. Akhirnya kebijakan jalan satu arah itu dicabut.

Kepadatan sebagai alat kontrol

Suka atau nggak suka, kepadatan jalan alias macet tetap perlu ada sebagai alat kontrol kecepatan kendaraan. Yah, asalkan macetnya juga nggak berlebihan, kalau berlebihan malah bikin emosi pengendara, dong. Kemacetan memang menjengkelkan, tapi ada makna filosofisnya, lho, yakni agar kita sebagai pengendara bisa menghormati hak pejalan kaki.

Maka mengandalkan empati terhadap pejalan kaki saja nggak cukup di Kayutangan Malang. Sebaiknya jalan ini kembali menjadi dua arah. Ini akan lebih efektif untuk mengurangi kecepatan pengendara yang melaju di jalan ini. Pejalan kaki yang menyeberang di sini juga relatif merasa aman dan tenang.

Penulis: Mohammad Faiz Attoriq
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Lori Tebu di Kayutangan Malang Adalah Wujud Penistaan Sejarah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2023 oleh

Tags: jawa timurkayutanganMalang
Mohammad Faiz Attoriq

Mohammad Faiz Attoriq

Si pria random yang tubirnya meletup-letup

ArtikelTerkait

Kopi Tuku Malang Punya Gerai Terbaik yang Pernah Saya Kunjungi (Pexels)

Toko Kopi Tuku Malang, Gerai Terbaik yang Pernah Saya Kunjungi

28 Maret 2025
Surat Cinta untuk Walikota: Pak, Malang Macet, Jangan Urus MiChat Saja!

Surat Cinta untuk Wali Kota: Pak, Malang Macet, Jangan Urus MiChat Saja!

2 April 2022
Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang (Unsplash)

Alasan Saya Kecewa dengan Kondisi Stasiun Malang, Stasiun Terbesar di Malang Raya

4 Juli 2023
Ironi Mahasiswa Rantau di Surabaya: Musim Kemarau Kepanasan, Musim Hujan Kebanjiran

Ironi Mahasiswa Rantau di Surabaya: Musim Kemarau Kepanasan, Musim Hujan Kebanjiran

8 Desember 2023
Terminal Hamid Rusdi Kota Malang Mati Suri: Nyaris Terbengkalai dan Sering Dipertanyakan Manfaatnya

Mati Surinya Terminal Hamid Rusdi Kota Malang: Nyaris Terbengkalai dan Sering Dipertanyakan Manfaatnya

11 Mei 2023
Ibu Kota Jawa Timur Boleh Pindah ke Mana Saja, Asal Nggak ke Lamongan

Ibu Kota Jawa Timur Boleh Pindah ke Mana Saja, Asal Nggak ke Lamongan

25 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate Mojok.co

Jangan Terkecoh, Tutor Bimbel Online Pekerjaan yang Tidak Cocok untuk Fresh Graduate

20 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.