Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 Mei 2023
A A
Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran kenaikan gaji asn single salary ASN

Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu, rencana PNS naik gaji, melalui Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas telah diusulkan ke Menteri Keuangan. Sebetulnya, wacana ini bukan kali pertama digaungkan oleh pemerintah. Pada 2020 lalu, hal serupa juga pernah digaungkan dengan nominal minimal Rp9-10 juta. Namun, hingga kini, rencana tersebut kandas dan belum terealisasi.

Berita tersebut, tentu akan menjadi angin segar bagi para PNS. Namun, pertanyaannya, apakah kenaikan gaji PNS dengan nominal minimal Rp9 juta—terlepas dari yang dinaikkan upah pokok atau nilai tunjangan kinerja—akan tepat sasaran dan dirasa bijak oleh khalayak? Apalagi, citra PNS sampai dengan saat ini sangat lekat dengan: pekerja yang hanya numpang login kehadiran tapi kinerja nggak maksimal, hanya main Zuma, sekaligus pelayanan publik yang tidak maksimal.

Memang, akan selalu ada PNS yang bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Pertanyaannya: seberapa banyak, sih? Hal ini juga diperburuk dengan adanya sebagian PNS dan/atau beberapa pejabat yang doyan betul flexing. Atas dasar hal tersebut, yakin wacana PNS naik gaji digaungkan di situasi seperti sekarang?

Saran kalau beneran naik gaji

Kendati demikian, kalaupun hal tersebut suatu saat menjadi kenyataan, saya punya saran yang, barangkali bisa diterapkan. Harapannya, agar kenaikan gaji pokok maupun tunjangan kinerja PNS bisa tepat sasaran. PNS yang bekerja sesuai harapan dan aturan yang ditetapkan, wajar saja jika gembira mendapat upah maksimal. Sebaliknya, bagi yang ogah-ogahan, nggak perlu iri. Baiknya, sih, berkaca saja pada kinerja.

Standar penilaian yang ditetapkan, bisa mengadaptasi sekaligus dimodifikasi sesuai kebutuhan, dari apa yang selama ini sudah ditetapkan bagi para pekerja di perusahaan swasta. Di antaranya, pembuatan matriks KPI (Key Performance Indicator) secara serius, penetapan SLA (Service Level Agreement) yang jelas, sekaligus hitung-hitungan pencapaian persentase insentif (tunjangan kinerja) secara transparan. Dari hal tersebut, penetapan target pun bisa disesuaikan.

Dalam aplikasinya di ruang lingkup bisnis dan/atau organisasi di perusahaan swasta, tidak bisa tidak, hal ini sangat lazim dan terbilang efektif dilakukan untuk mengukur performa sekaligus kinerja para karyawan. Termasuk perhitungan output yang fair dari segi upah, bonus, dan lain sebagainya.

Itulah kenapa, di sektor swasta, nggak perlu heran jika ada karyawan yang kinerja dan performanya maksimal, akan dapat pendapatan yang memuaskan. Di sisi lain, karyawan yang pencapaiannya biasa saja dan tergolong rata-rata, belum capai target, atau bahkan bekerja seadanya, nggak perlu mangkel kalau dapat upah seadanya. Prinsipnya: apa yang kamu dapat, ya, apa yang kamu kerjakan.

Sudah terbayang jika hal ini diterapkan bagi para PNS? Jika diterapkan dengan sangat baik, konsisten, sekaligus ketat, bukan tidak mungkin di waktu mendatang tidak akan ada lagi omongan soal, “Enak bener jadi PNS, kerjanya cuma main Zuma doang!” atau “Weh, kerja seadanya, gaji dan tunjangan semewah-mewahnya!”

Baca Juga:

4 Alasan Pegawai P3K Baru Harus Pamer di Media Sosial

Tunjangan Kinerja buat ASN, Beban Kerja buat Honorer, di Mana Adabmu?

Selain itu, harapannya, anggaran negara bisa tepat sasaran. Khususnya bagi para PNS yang mau, mampu, dan bekerja dengan baik.

PNS yang kompetitif akan lahir

Lebih jauh lagi, harapannya agar para PNS bisa lebih kompetitif satu sama lain dengan cara yang baik sekaligus memaksimalkan setiap potensi dan kemampuan yang dimiliki. Barangkali, penetapan KPI, SLA, dan achievement dengan hitung-hitungan yang jelas juga transparan, bisa menjadi tolok ukur sekaligus titik balik agar kinerja, performa, sekaligus citra para PNS di masyarakat, jauh menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Nggak ada lagi tuh istilah, “Sudah datang telat, sampai kantor cuma main Zuma-ngopi-istirahat, kantor kosong lebih cepat dari waktunya.” Hehehe.

Tentu saja, beradaptasi dengan hal baru, meniadakan kebiasaan lama yang sudah kadung bikin nyaman, akan selalu berbenturan dengan sebagian orang yang punya kepentingan. Apalagi hal ini masih berhubungan dengan upah yang akan didapat secara menyeluruh. Tentu akan cukup sensitif bagi sebagian kalangan.

Ya, gimana, ya. Sudah sewajarnya growth mindset dimiliki juga oleh para PNS. Biar istilah cari aman, cari nyaman, dan maunya kerja santai, bisa secara perlahan dihilangkan. Tapi, sekali lagi, ini hanya saran. Kalau mau diaplikasikan dengan beberapa modifikasi, menyesuaikan kebutuhan, ya, silakan. Kalau pun menolak, apa nggak mau dipertimbangkan lebih dulu gitu? Hehehe.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kita Sebaiknya Nggak Perlu Nyinyir PNS yang Menuntut Upah Layak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2023 oleh

Tags: 9 jutakpinaik gajipnsSLA
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Jika PNS Ikut Berperang, Ini yang Bakal Terjadi Terminal Mojok.co

Jika PNS Ikut Berperang, Ini yang Bakal Terjadi

10 Maret 2022
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Guru Honorer: Gaji Tak Seberapa, Pekerjaan Berlipat Ganda

2 Juli 2020
Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co

KPI Tidak Memberi Sanksi Siaran Atta-Aurel Itu Wajar, kok

8 April 2021
sekolah kedinasan

Saya Anak STIS dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Kedinasan

18 Maret 2020
pns main zuma mojok

Apa Salahnya PNS Main Zuma? Ada Manfaatnya kok!

26 Agustus 2021
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Cuti ASN: Izin Istirahat yang Penuh Tugas Tambahan dan Masih Dibebani Rasa Bersalah

18 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.