Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Merasakan Kehidupan di Nganjuk, Kabupaten yang Biasa Aja Namun Tetap Nyaman Ditinggali

Bagus Satrio Nugroho oleh Bagus Satrio Nugroho
29 April 2023
A A
Merasakan Kehidupan di Nganjuk, Kabupaten yang Biasa Aja Namun Tetap Nyaman Ditinggali

Merasakan Kehidupan di Nganjuk, Kabupaten yang Biasa Aja Namun Tetap Nyaman Ditinggali (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Terdapat sebuah daerah di Jawa Timur yang namanya tidak terlalu populer, namun memiliki potensi yang menjanjikan. Nama daerah tersebut adalah Kabupaten Nganjuk. Daerah ini merupakan kampung halaman tempat saya dilahirkan dan bertumbuh. Kali ini saya akan menuliskan kelebihan, kekurangan, pengalaman, serta unek-unek yang saya rasakan selama bermukim di sini.

Hampir tak ada keistimewaan yang bisa ditonjolkan dari Nganjuk

Apabila kita menilik pada daerah tetangganya yang memiliki beberapa keunggulan yang dapat dipamerkan, misalnya Kediri yang punya pabrik rokok terbesar, Bojonegoro yang menjadi sumber migas melimpah, Madiun yang merupakan gudangnya perguruan silat, hingga Jombang yang terkenal sebagai kota santri, Nganjuk hampir tidak punya ikon yang membuatnya mampu bersaing dengan daerah tetangga tersebut. Mungkin yang bisa ditonjolkan dari kabupaten ini adalah letaknya yang berada di lereng Gunung Wilis sehingga punya banyak tempat wisata air terjun. Akan tetapi, itu juga bukan hal yang wah banget mengingat kabupaten lain yang berada di lereng Gunung Wilis menawarkan objek wisata serupa.

Maka tak heran kalau pendapatan APBD Kabupaten Nganjuk lebih seret dibanding daerah di sekelilingnya. Ini berdampak pada pembangunan sarana publik yang lebih lamban di sini. Kenyataan ini juga diperparah dengan budaya korupsi APBD dan jual beli jabatan di lingkungan birokrasi yang terus menjalar selama tiga masa kepemimpinan bupati yang berbeda-beda sejak era 90-an hingga terakhir pada beberapa tahun lalu.

Tempat singgah sementara

Belum adanya daya tarik yang cukup menjanjikan membuat Kabupaten Nganjuk hanya jadi tempat singgah sementara orang-orang yang melewati jalan raya nasional. Hal ini sebenarnya cukup disayangkan mengingat posisi strategis Nganjuk yang ramai dilewati warga yang lalu-lalang dari Surabaya ke Jawa Tengah dan sebaliknya. Mereka hanya menjadikan Nganjuk sebagai “rest area”, bukannya sebagai destinasi tujuan wisata.

Di sisi lain, buruknya kualitas jalan yang berada di desa dan kecamatan juga menjadi alasan bagi warga yang menetap di Nganjuk untuk terus-terusan sambat dan kesal akan kondisi daerahnya. Kerusakan jalan ini hampir merata di seluruh kawasan pedesaan. Bahkan beberapa jalan besar yang menghubungkan antarkecamatan tak luput dari kerusakan.

Soal jalanan yang rusak ini, ada sebuah anekdot yang beredar di tengah warga. Bila ada orang bepergian dari Jombang kemudian akan melakukan perjalanan ke arah Nganjuk, jalan berlubang menjadi pertanda bahwa si pengendara telah sampai di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Menariknya, bukannya mengatasi masalah ini dengan menganggarkan dana untuk perbaikan jalan, pemerintah setempat malah melakukan pembangunan berbagai tugu ikon daerah. Sebut saja tugu nasi pecel, tugu brambang, tugu keris, tugu daun tembakau, hingga tugu air mancur yang tersebar di berbagai kecamatan di Nganjuk. Warga yang kemudian tahu bahwa pembangunan tugu tersebut menelan anggaran puluhan hingga ratusan juta rupiah menganggapnya sebagai bentuk pemborosan.

Sarangnya seniman tradisional

Akan tetapi, sebagai warga Nganjuk, saya merasa tak perlu merasa sedih dan iri terhadap daerah tetangga. Di kabupaten ini, acara seni tradisional maupun modern masih lestari dan dilaksanakan tiap tahun secara guyub. Sebut saja acara nyadran dan perayaan 17 Agustus yang menjadi sumber hiburan bagi warga desa dan kecamatan.

Baca Juga:

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Beberapa seni tradisional juga masih eksis hingga sekarang. Misalnya pertunjukan wayang (kulit, timplong, krucil), jaranan, reog, ludruk, tayub, ketoprak, serta pentas musik dangdut yang tak pernah absen dari nyadran atau acara syukuran warga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk pada tahun 2022 setidaknya terdapat 116 kelompok jaranan, 414 kelompok orkes Gambus/Melayu, dan 43 kelompok tayub yang tersebar di seluruh desa dan kecamatan se-Kabupaten Nganjuk.

Banyak warga dari daerah tetangga yang turut meramaikan suasana serupa festival budaya di Nganjuk. Misalnya perayaan nyadran di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, yang mampu menarik kunjungan hingga ribuan warga dari berbagai daerah.

Masih terjadi kerusuhan dan tawuran antarwarga

Sayangnya, masalah kerusuhan dan tawuran antarkelompok warga menjadi masalah serius yang kerap terjadi di Kabupaten Nganjuk. Salah satu yang paling sering adalah bentrokan antar oknum perguruan silat yang tersebar hingga ke pelosok. Hal inilah yang membuat kenyamanan dan ketertiban pagelaran seni dan budaya yang diselenggarakan warga atau pemerintah desa jadi terganggu.

Untuk menyiasati terjadinya bentrokan, kegiatan seni dan budaya dilarang dilaksanakan pada malam hari. Meski begitu tetap saja tak sepenuhnya menghilangkan potensi kerusuhan yang sering terjadi.

Dari angkringan sampai nasi pecel lesehan: potret kehidupan malam yang tak pernah mati

Hal lain yang menarik dari Kabupaten Nganjuk adalah melimpahnya kafe dan warung kopi ala giras maupun angkringan. Selain itu, terdapat berbagai warung yang menawarkan sajian sambal pecel dan tumpang yang otentik di sini.

Coba saja datang ke daerah Warujayeng, Jalan Ahmad Yani, Berbek, dan Kertosono di malam hari. Kalian dapat menemukan muda-mudi hingga paruh baya menikmati budaya cangkruk lesehan di samping trotoar. Di sini kalian juga bisa cangkruk sepuasnya sampai pagi dengan iringan musik dari pengamen. Tentu saja tidak ada jam malam yang mengusik kalian dari kegiatan tersebut.

Meski biasa-biasa aja, Nganjuk tetap nyaman untuk ditinggali

Melihat fakta-fakta yang saya jabarkan di atas, mungkin kalian akan berkesimpulan kalau tinggal di Nganjuk adalah hal yang biasa-biasa saja. Maklum, kabupaten ini memang jauh dari ingar bingar kawasan wisata dan perdagangan. Pusat perbelanjaan seperti mal pun belum ada di sini.

Meski begitu, keistimewaan seperti warung kopi dan kafe yang melimpah, alam yang asri, hingga kulinernya yang sedap bikin saya selalu ingin pulang ke Nganjuk. Tentu saja yang “biasa-biasa aja” tersebut menjadi obat kangen tiap kali pulang dari tanah rantauan.

Penulis: Bagus Satrio Nugroho
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Begini Cara Warga Nganjuk Menghitung Tamu Hajatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2023 oleh

Tags: jawa timurKabupaten Nganjuknganjuk
Bagus Satrio Nugroho

Bagus Satrio Nugroho

Menikmati membaca buku, nonton film, kopi hitam tanpa gula, dan tentu saja jalan-jalan.

ArtikelTerkait

6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari

6 Dosa Penjual Rawon yang Sebaiknya Dihindari

31 Mei 2023
5 Daerah Penghasil Pecel Enak di Jawa Timur terminal mojok.co

5 Daerah Penghasil Pecel Enak di Jawa Timur

18 November 2021
Kalanak, Jajanan Mirip Isian Bakpia yang Mengangkat Citra Kabupaten Nganjuk

Kalanak, Jajanan Mirip Isian Bakpia yang Mengangkat Citra Kabupaten Nganjuk

8 September 2024
Ilustrasi Balap liar di Banyuwangi (Unsplash)

5+1 Saran dari Warga untuk Pemkab Banyuwangi yang Nggak Berdaya Memberantas Balap Liar

4 November 2023
Bendungan Semantok Nganjuk, Bendungan yang Mengangkat Derajat Warga Nganjuk Mojok.co kabupaten nganjuk, surabaya

Bendungan Semantok Nganjuk, Bendungan yang Mengangkat Derajat Warga Nganjuk 

11 Desember 2023
Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja (Unsplash)

Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja

30 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.