Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Ningsih Tinampi dan Lingkaran Setan Patriarki

Syifa Ratnani Faradhiba Jane oleh Syifa Ratnani Faradhiba Jane
26 November 2019
A A
Ningsih Tinampi dan Lingkaran Setan Patriarki
Share on FacebookShare on Twitter

Nama Ningsih Tinampi barangkali masih asing bagi sebagian orang. Namun, bagi kalian yang masih aktif menggunakan Facebook dan gemar mengikuti video-video viral di Youtube, tentu Ningsih Tinampi bukan nama yang asing. Dia adalah sosok fenomenal dalam bidang pengobatan supranatural khususnya dalam penyembuhan kesurupan.

Cuplikan-cuplikan video yang menayangkan bagaimana proses Ningsih Tinampi dalam menyembuhkan pasien-pasiennya sukses besar di Youtube. Ningsih dianggap kocak dan nyentrik  saat menginterogasi makhluk halus yang mengisi tubuh si pasien. Istilahnya, setan nggak ada harga dirinya di hadapan seorang Ningsih Tinampi.

Dalam praktik penyembuhan, Ningsih kerap memberikan wejangan-wejangan serta ancaman-ancaman kepada si makhluk halus dengan sangat menggelitik. Namun, ada satu cuplikan video yang bikin panas netizen Indonesia. Dalam video di mana Ningsih Tinampi sedang berdialog dengan arwah yang masuk ke tubuh salah seorang pasien, Ningsih mengeluarkan statement yang syarat konflik.

Dalam statement tersebut Ningsih menyampaikan bahwa korban pemerkosaan tak boleh menyimpan dendam kepada pelaku. Pasalnya, pemerkosaan terjadi ya karena salah si korban yang sengaja genit dan memakai pakaian minim. Dalam video tersebut diketahui sosok arwah pernah menjadi korban pemerkosaan semasa dia hidup.

Video tersebut diunggah dan disebar luaskan oleh beberapa orang yang lantas membenturkan dengan pandangan feminisme dan mereka yang SJW. Orang-orang lantas menjadi marah dan geram akan sosok Ningsih Tinampi. Saya rasa tidak menyukai pernyataan tersebut adalah keharusan. Akan tetapi, membenci Ningsih atau sekadar mengatainya jelas bukan hal yang tepat untuk dilakukan.

Melalui video tersebut kita (Feminis atau SJW atau non SJW) harusnya kian melek mata bahwa masih ada ratusan atau ribuan perempuan di Indonesia yang masih punya pola pikir yang sama seperti Ningsih Tinampi. Pola pikir hasil dari jebakan dalam lingkaran setan patriarkis selama ratusan purnama selama ini.

Ingat bahwa tak semua perempuan bisa memiliki kesempatan atau akses untuk mendapat informasi, pendidikan, serta pengetahuan akan feminisme atau kesetaraan gender. Ningsih Tinampi adalah bukti bahwa menghapus praktik sesat budaya patriarkis bukan hal yang mudah. Serta sebuah bukti bahwa ada perempuan-perempuan di luar sana yang terseret dalam pola pikir patriarkis dan mengamininya dengan sangat melekat bahkan tanpa sadar pola pikir itu sejatinya menyudutkan dan mengkerdilkan hak-hak dasarnya sebagai manusia. Kita harus bisa menerima bahwa karena satu dan lain hal, ada perempuan yang menerima saja semua data yang ada tanpa berkesempatan mengolah kesadaran kritis akan data tersebut.

Saya lebih menyayangkan perilaku penyebar video yang menertawakan hal ini. Yang membuat jurang penuh duri antara feminisme atau SJW dengan mereka yang menolak feminisme atau sekadar tak tahu apa itu feminisme dan kesetaraan gender. Pernyataan Ningsih Tinampi adalah hal yang tak patut ditertawakan dan ketidaktahuan Ningsih bahwa pernyataannya adalah hal yang sesat juga bukan hal yang patut dianggap lucu.

Baca Juga:

Keadilan Restoratif: Istilah yang Tak Lagi Berharga Gara-gara Penegak Hukum Indonesia

Komedi Bukan Alasan Kalian Bisa Beropini Goblok dan Kebal dari Konsekuensi

Saya yakin bahwa pernyataan Ningsih Tinampi adalah dongeng yang diturunkan dari generasi sebelumnya yang sengaja dibuat demi memenangkan gender tertentu. Sebuah dongeng yang lantas diaminkan olehnya dan banyak perempuan lain. Inilah yang saya sebut dengan lingkaran setan patriarkis. Saya juga yakin bahwa sejatinya Ningsih adalah seorang feminis pada praktik kehidupannya. Dia tampil sebagai aktor utama dalam kariernya sebagai ahli supranatural. Ia mendobrak aturan tak berdasar bahwa kodrat perempuan ada di dapur dan kasur, Ningsih wanita yang bekerja dan berkarier. Dia bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang disekelilingnya.

Kepada para Feminis dan SJW, Ningsih Tinampi dan pernyataannya harusnya kian membuat geliat semakin giat. Penting untuk segera menciptakan inklusifitas dalam gerakan feminisme serta merumuskan bagaimana kiranya pemahaman akan kesetaran gender lekas bisa dengan mudah diakses pada entitas yang lebih luas. Mungkin lebih baik video tersebut tak lagi disebarluaskan, sebab esensi si penyebar bukan membenahi atau edukasi melainkan menebar permusuhan.

BACA JUGA Pengobatan Alternatif Ningsih Tinampi, Pengusir Santet yang Lagi Digandrungi di Youtube atau tulisan Syifa Ratnani Faradhiba Jane lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2019 oleh

Tags: Feminisningsih tinampiPatriarkipemerkosaanSJW
Syifa Ratnani Faradhiba Jane

Syifa Ratnani Faradhiba Jane

ArtikelTerkait

bekal untuk suami feminazi sejarah bekal makanan feminisme mojok.co

‘Bekal untuk Suami’ Nggak Akan Diprotes kalau Menghilangkan Kata ‘Suami’

30 Juni 2020
Yang Terjadi Ketika Perempuan Stop Bilang 'Terserah' terminal mojok.co

Yang Terjadi Ketika Perempuan Stop Bilang ‘Terserah’

13 Februari 2021
Paradara, Hukuman Mati bagi Pemerkosa di Masyarakat Jawa Kuno MOJOK.CO

Paradara, Hukuman Mati bagi Pemerkosa di Masyarakat Jawa Kuno

6 Agustus 2020
bumbu dapur wanita dites nama rempah mojok

Laki-laki yang Suka Ngetes Perempuan untuk Nebak Nama Bumbu Dapur Itu Punya Masalah Apa?

27 April 2021
komunikasi perempuan laki-laki feminis tapi tukang selingkuh feminisme perjuangan gender mojok.co

Pertanyaan Untuk Mas-Mas yang Ngaku Feminis tapi Doyan Selingkuh

15 Juni 2020
budaya beberes

Mari Memulai Budaya Beberes Setelah Makan!

15 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
7 Sisi Terang Jakarta yang Jarang Dibahas, tapi Nyata Adanya: Bikin Saya Betah dan Nggak Jadi Pulang Kampung kerja di jakarta

Jangan Mencari Peruntungan dengan Kerja di Jakarta, Saya Cari Magang di Sini Saja Susah, Sekalinya Dapat Tidak Digaji dan Dijadikan Tenaga Gratisan

20 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.