Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Termistis

Fenomena Horor di Dalam Mal: Tidak untuk Semua Orang

Rully Novrianto oleh Rully Novrianto
20 April 2023
A A
Fenomena Horor di Dalam Mal Tidak untuk Semua Orang (Unsplash)

Fenomena Horor di Dalam Mal Tidak untuk Semua Orang (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Apakah kalian suka menonton film horor atau berkunjung ke rumah hantu? Jika ya, mungkin kalian akan tertarik dengan fenomena yang nggak baru-baru amat di dunia hiburan Indonesia, yaitu wahana hiburan bertema horor di dalam mal!

Sekarang ini, semakin banyak mal menawarkan wahana hiburan yang mengusung tema horor. Misalnya seperti labirin zombie, escape room, atau teater interaktif. Wahana-wahana ini menjanjikan pengalaman yang seru, menegangkan, dan tentu saja, menakutkan bagi para pengunjungnya.

Tapi apa sih yang menarik dari wahana hiburan bertema horor ini? Mengapa banyak orang yang rela membayar mahal dan mengantre panjang untuk merasakan sensasi ketakutan? Apakah mereka tidak takut dengan efek psikologis atau kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh wahana-wahana ini?

Nah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengulas beberapa alasan wahana hiburan bertema horor di mal semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Mari kita mulai!

Menawarkan tantangan dan adrenalin

Bagi sebagian orang, merasakan ketakutan adalah sesuatu yang menyenangkan dan memacu adrenalin. Mereka merasa tertantang untuk menghadapi rintangan dan teka-teki yang ada di wahana-wahana tersebut, serta melihat seberapa jauh mereka bisa bertahan tanpa berteriak atau lari.

Wahana hiburan bertema horor di dalam mal juga memberikan kesempatan bagi para pengunjungnya untuk berinteraksi dengan aktor-aktor yang berperan sebagai hantu, zombie, atau karakter horor lainnya. Ini membuat pengalaman mereka menjadi lebih nyata dan imersif.

Sebenarnya, saya bukan tipe orang yang suka dengan hal-hal yang menakutkan. Saya mudah kaget, teriak, dan lari kalau melihat sesuatu yang seram. Tapi, entah kenapa, saya selalu penasaran dengan wahana-wahana horor. Mungkin karena saya ingin tantangan, atau karena saya ingin menguji nyali saya, atau karena saya ingin merasakan sensasi yang berbeda ketika berkunjung ke mal.

Memberikan hiburan dan kesenangan

Selain merasakan ketakutan, para pengunjung juga bisa mendapatkan hiburan dan kesenangan dari wahana-wahana tersebut. Mereka bisa tertawa bersama teman-teman saat melihat reaksi mereka yang lucu atau kocak saat ketakutan.

Baca Juga:

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Saya sering tertawa melihat reaksi teman-teman yang lagi ketakutan. Ada yang melompat-lompat, berlari-lari, langsung berdoa, marah-marah, dan ada yang nangis-nangis. Saya juga sering tertawa melihat hantu-hantu yang kadang-kadang gagal menakut-nakuti kami. Ada yang kostumnya lepas, ada yang terjatuh, ada yang tertawa-tawa sendiri, sampai ada yang minta foto-foto.

Selain itu, wahana hiburan horor di mal juga bisa menjadi sarana untuk melepaskan stres atau penat dari rutinitas sehari-hari. Dengan mengunjungi wahana tersebut, kita bisa melampiaskan emosi kita dengan berteriak-teriak atau tertawa-tawa bersama teman-teman.

Tidak untuk semua orang

Namun, tidak semua orang menyukai wahana hiburan horor di dalam mal. Ada juga orang-orang yang merasa tidak nyaman atau bahkan trauma dengan hal-hal yang berkaitan dengan horor. Mereka mungkin memiliki fobia terhadap hantu, darah, gelap, atau hal-hal lainnya yang ada di dalam wahana tersebut.

Mungkin juga memiliki keyakinan atau agama yang melarang mereka untuk berhubungan dengan hal-hal mistis atau gaib.

Jadi, kesimpulannya, wahana horor ini cukup seru untuk dicoba kalau kamu suka dengan hal-hal yang menegangkan dan menguji adrenalin. Yah, ada yang lebih serem, sih, yaitu berebut barang diskonan sama emak-emak. Sudahlah, mending kamu mengalah ketimbang mengalami teror horor di dalam mal.

Penulis: Rully Novrianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kok Bisa Sih Takut Sama Pocong? Dia Kan Cuma Hantu yang Pengin Dibukain Talinya Doang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2023 oleh

Tags: Film HororHororMalwahana horor
Rully Novrianto

Rully Novrianto

I'm just a Maserati in a world of Kia.

ArtikelTerkait

Film Horor Terbaik dalam 10 Tahun Terakhir Terminal Mojok

Film Horor Terbaik dalam 10 Tahun Terakhir

30 Desember 2022
Rental PS Harus Ada di Setiap Mal biar para Cowok Nggak Cuma Jadi Tukang Jaga Tas

Rental PS Harus Ada di Setiap Mal biar para Cowok Nggak Cuma Jadi Tukang Jaga Tas

24 Juni 2025
Gentayangan, Acara TV Supranatural yang Nggak Kaleng-kaleng dan Bikin Bulu Kuduk Merinding terminal mojok

‘Gentayangan’, Acara TV Supranatural yang Nggak Kaleng-kaleng dan Bikin Bulu Kuduk Merinding

5 Juli 2021
Membangun Mal Baru di Margonda Depok Cuma Bikin "Penyakit", Mending Bikin Perpustakaan Mojok.co

Menambah Mal Baru di Margonda Depok Cuma Bikin “Penyakit”, Mending Membangun Perpustakaan

16 April 2024
tanjakan panganten garut mojok

Kisah Mistis Tanjakan Panganten di Garut yang Melegenda

3 November 2020
Kelebihan Uptown Mall BSB City yang Tak Dimiliki Mal Lain di Semarang

Kelebihan Uptown Mall BSB City yang Tak Dimiliki Mal Lain di Semarang

28 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter, Dihina tapi Jadi Motor Tangguh dan Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.