Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Tobat

Hidup Bahagia ala K.H. Anwar Zahid: Bahagia Bukan Hanya Milik Orang Kaya

Moh. Rofqil Bazikh oleh Moh. Rofqil Bazikh
31 Maret 2023
A A
Hidup Bahagia ala K.H. Anwar Zahid: Bahagia Bukan Hanya Milik Orang Kaya

Hidup Bahagia ala K.H. Anwar Zahid: Bahagia Bukan Hanya Milik Orang Kaya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kata K.H. Anwar Zahid, bahagia itu tak hanya milik orang kaya. Semua sudah diatur sesuai porsinya

Coba tanyakan kepada muda-muda hari ini bagaimana cara hidup bahagia. Tanyakan juga bagaimana agar tidak resah berlebihan terhadap hidup. Jawabanya juga tidak jauh beda, antara memperbanyakan mendengar nasehat-nasehat ala Stoikisme dari YouTube atau baca buku Filosofi Teras. Seminim-minimnya itu yang terjadi kepada saya. Ini tidak ada kaitannya dengan peningkatan kesadaran literasi bangsa kita. Tidak ada.

Satu hal penting yang harus diperhatikan dari fenomena tersebut adalah krisis kebahagiaan. Ada berapa banyak manusia yang sedikit-sedikit mengeluh tidak bahagia? Sedikit-sedikit mengeluh tidak terganggu mentalnya? Tertimpa masalah sedikit, butuh healing berhari-hari. Ada berapa yang semacam itu? Banyak! Belum lagi orang-orang yang memilih mengakhiri hidup lantaran tidak mampu bertempur melawan kenyataan.

Nikmat yang berbeda-beda

Tetapi, Islam sejatinya telah mengajari bagaimana menjadi umat yang bahagia. Tidak banyak mengeluh dan merasa menjadi orang paling tidak mujur di dunia. K.H. Anwar Zahid memberikan beberapa tips dan trik paling sederhana untuk berbahagia. Langkahnya memang sangat sederhana, tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Banyak orang yang sudah tahu trik ini, hanya saja lupa untuk diaplikasikan. Sehingga wajar ketika ditimpa masalah sedikit judeg-nya berhari-hari.

Pertama, kita harus ingat bahwa Tuhan memberikan manusia nikmat yang berbeda-beda. Ini kunci pertama yang harus dipegang. Setiap manusia mendapat nikmat sesuai dengan takaran yang telah Tuhan tetapkan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak mendapat nikmat, dipotong rata semua dapat. Hanya saja itu tadi, nikmatnya dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada yang nikmatnya berupa kekayaan, ada yang hanya berupa kesehatan. Itu semua nikmat yang Tuhan berikan.

Jangan kira kesehatan bukan nikmat. Banyak orang kaya, tetapi tidak mendapat nikmat sehat. Bolak-balik rumah sakit. Makan ini tidak boleh, makan itu dilarang. Makanya saya katakan sehat salah satu bentuk nikmat yang Tuhan berikan dan sering dilupakan oleh manusia. Alih-alih mengingatnya, justru malah sibuk mikir nikmat yang dimiliki orang lain. Tepat pada titik ini, menurut K.H. Anwar Zahid, yang harus diubah pola berpikirnya.

Nggak bahagia karena tak mau melihat diri sendiri

Banyak orang yang tak bahagia bukan disebabkan tidak mendapat nikmat. Toh, setiap manusia sudah mempunyai takaran nikmat masing-masing. Penyebab tidak bahagia, ialah tidak pernah melihat nikmatnya sendiri. Senantiasa sibuk atau bahkan iri melihat nikmat tetangganya. Pasangan orang lain terlihat bagus, eh pasangan sendiri nampak seperti wedus. Atau kalau di dalam pepatah klasik ada ungkapan ‘rumput tetangga lebih hijau’.

Baca Juga:

Lika-liku Sopir Jenazah: Sengaja “Mengantar” Hantu karena Gabut dan Sering Ditolak Jadi Talent Uji Nyali

Ceramah K.H. Anwar Zahid: Memaknai Kembali Idulfitri agar Tak Dirayakan secara Berlebihan

Hal-hal seperti itu yang banyak mencederai dan mengganjal langkah menuju bahagia. Sudah mendapat gaji lima juta, malah melihat teman yang mempunyai gaji sepuluh juta. Ujung-ujungnya jadi merasa kurang lagi dan lagi. Namun sebetulnya tidak masalah, itu manusiawi dan sah-sah saja. Tapi, kalau hal semacam itu bisa diantisipasi jalan menuju bahagia akan sedikit lebih mulus.

Seterusnya, K.H. Anwar Zahid katakan bahwa bahagia juga bukan hanya monopoli orang kaya. Setiap manusia berhak bahagia. Cara lain setelah tidak melihat kenikmatan orang lain dan melihat nikmat sendiri, adalah dengan bersyukur. Senantiasa mensyukuri apa yang dipunyai saat ini. Pertanyaannya kemudian, bagaimana agar gampang bersyukur?

Gampang, cukup melihat orang yang hidupnya di bawah kita. Dalam hal ini tidak ada maksud tendensi untuk merendahkan. Namun, kepentingan akan hal ini untuk memantik rasa bersyukur. Kalau Anda hanya mempunyai motor dan merasa tidak bahagia karena bukan mobil, coba lihat orang yang hanya mampu jalan kaki. Begitu juga orang yang jalan kaki kalau tidak merasa bahagia, coba lihat orang yang tidak berdaya di rumah sakit. Niscaya pelan-pelan akan terpantik perasaan untuk bersyukur.

Intinya, bahagia itu bukan seberapa banyak apa yang kita punya. Bukan seberapa mahal apa yang kita miliki, melainkan bagaimana kita kita melihat apa yang dimiliki saat ini. Percuma mempunyai duit ratusan juta, namun iri melihat orang bertransaksi 349 triliun, umpamanya. Ini hanya perumpamaan! Dengan kata lain, bagaimanapun keadaanya cukup disyukuri saja.

Hidup tanpa syukur bikin insecure tanpa ujung

Kalau terus-terusan merasa tidak pernah puas, maka tidak akan pernah berujung. Apalagi senantiasa melihat orang yang berada di atasnya. Bukankah, di atas langit masih ada langit? Maksudnya, orang yang nikmatnya mempunyai uang triliunan pun masih potensial melihat orang yang lebih di atasnya. Demikian seterusnya dan seterusnya. Kalau seperti itu kapan bersyukurnya? Tidak sempat.

Padahal, hidup ini sementara dan kalau tidak sempat bersyukur, namanya kufur terhadap nikmat. Kufur tidak melulu menentang Tuhan atau ingkar kepada perintahnya. Lupa atau memang sengaja tidak bersyukur atas nikmat-nikmatnya juga termasuk kufur. Maka, jalan paling aman adalah mensyukuri apa yang diberikan Tuhan saat ini. Intinya, hidup akan bahagia kalau sudah mampu bersyukur.

Sebagaimana yang dikatakan di awal bahwa ini trik sangat sederhana dan simpel, tapi berapa banyak yang sudah bisa mengamalkan? Sedikit! Semoga Anda termasuk di antaranya.

Penulis: Moh. Rofqil Bazikh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Benarkah Kamu Merindukan Ramadan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2023 oleh

Tags: Bahagiak.h. anwar zahidsyukur
Moh. Rofqil Bazikh

Moh. Rofqil Bazikh

Seorang mahasiswa Magister Islamic Studies yang tengah menempuh jalan pulang menuju pemikiran yang autentik. Setelah melewati fase dialektika liberal, ia kini sampai pada kesadaran kritis untuk mendekonstruksi narasi-narasi Barat yang selama ini dianggap sebagai kebenaran mutlak

ArtikelTerkait

Miskin, tapi Bahagia, Tetap Saja Miskin

Mantra Jogja Bilang Miskin asal Bahagia, tapi Tetap Saja Miskin

25 Januari 2023
4 Orang yang Lebih Berhak Bahagia Selain Rachel Vennya terminal mojok

4 Orang yang Berhak Bahagia selain Rachel Vennya

17 Oktober 2021
Ilmu Parenting Hanya untuk Orang Kaya? Ngawur! anwar zahid

Parenting menurut K.H. Anwar Zahid: Menuntun, Bukan Menuntut

15 April 2023
Penyakit Orang Berbuat Baik menurut K.H. Anwar Zahid

Penyakit Orang Berbuat Baik menurut K.H. Anwar Zahid

4 April 2023
Keistimewaan Puasa Menurut K.H. Anwar Zahid: Melatih Sabar, Melatih Kejujuran

Keistimewaan Puasa Menurut K.H. Anwar Zahid: Melatih Sabar, Melatih Kejujuran

28 Maret 2023
Relevansi Berpikir Positif di Era ‘Positive Vibes Only’

Relevansi Berpikir Positif di Era ‘Positive Vibes Only’

15 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.