Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pengendara Mobil Menerobos Lampu Hijau Itu Jelas Salah, Hidup Pesepeda Kaya!

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
11 November 2022
A A
Pengendara Mobil Menerobos Lampu Hijau Itu Jelas Salah, Hidup Pesepeda Kaya!

Pengendara Mobil Menerobos Lampu Hijau Itu Jelas Salah, Hidup Pesepeda Kaya! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai di lini masa Twitter saya perihal kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas ini cukup ramai dibicarakan, sebab korbannya adalah kasta tertinggi jalanan. Bukan motor, tapi salah seorang rombongan pesepeda yang sedang konvoi dan dikawal. Dikawal sama siapa? Ya yang itulah, kek mana kalian pake nanya.

Saya pertama kali menemukan berita kecelakaan ini lewat cuitan dari akun Twitter milik komika, Acho, yang membuat cuitan soal kecelakaan tersebut. Isi cuitannya seperti ini : 

((( TEROBOS LAMPU HIJAU ))) 🤣

Emang selama ini kalo lampu hijau, orang harus ngapain? Ganti oli?? 🤣🤣 pic.twitter.com/mJiJrkxNMi

— Acho (@MuhadklyAcho) November 7, 2022

Reply dari cuitan tersebut sangat amat ramai, banyak yang isinya mencaci dan menghina komunitas sepeda. Ada juga yang berkata bahwa konyol pesepeda yang ditabrak malah nuntut ke pengendara mobil. Menurut saya mereka semua salah. Iya. Salah. Pesepeda yang ditabrak adalah korban sesungguhnya!

Pertama, ingat bahwa di jalanan, khususnya di jalanan Jakarta, mobil itu selalu salah. Pengendara mobil, apa pun jenisnya, tidak memiliki hak sama sekali. Kebenaran hanyalah milik kendaraan bermotor selain roda empat. Itu sudah absolut. Haqqul yaqin. 

Mau mobil itu yang ditabrak, sampe jungkir balik kek, kalau ada korban dari motor/sepeda ya jelas salah mobilnya. Pokoknya, semakin banyak ban dan besar kendaraannya, dialah yang harus disalahkan. Dasar hukumnya? Ya nggak perlu ditanya, itu memang sudah sunnatullah. Pertanyaan dasar hukum soal tersebut itu sama seperti mana duluan ayam atau telur, nggak akan ada habisnya.

Kedua, sepeda tersebut dikawal. Ingat, dikawal! Kalau sudah dikawal, nggak boleh disenggol. Disenggol di internet saja sudah salah, langsung dikasih nasihat bahwa kita orang-orang kecil yang masih kredit kendaraan nggak berhak protes, lah ini malah disenggol dan bahkan menerobos lampu hijau. Ya pasti jelas lebih salah.

Apalah arti kendaraan kita yang nggak seberapa itu dibandingkan dan disandingkan dengan sepeda-sepeda mewah dan gagah itu. Malah, seharusnya, kalau kita sedang di jalan dan rombongan pesepeda sedang lewat, kita harusnya mematikan kendaraan dan turun sejenak. Sambil membungkukkan kepala tanda hormat ke mereka. Kita emang nggak ada harga dirinya, cuman merekalah yang berharga di muka bumi ini.

Baca Juga:

Jalur Luna Maya, Rute Terbaik untuk Bersepeda di Kulon Progo

Bandung, Ibu Kota Provinsi yang Belum Ramah untuk Pesepeda

Ketiga, kesalahan terbesar dari pengendara mobil adalah kenapa hari itu dia lewat situ. Ouh tidak, bahkan kenapa dia mengendarai mobil di hari itu? Coba kalau nggak mengendarai, pasti nggak bakal menabrak korban. Lagian, dari sekian banyak hari kok malah milih hari itu buat berkendara, loh. Apa nggak tahu bahwa hari itu ada pesepeda keren yang hendak konvoi? Ckckck.

Kalau pesepeda? Ya suka-suka dia lah, itu hak dia. Kan sudah aku bilang di atas, kita mah nggak punya hak, yang punya hak para pesepeda mewah itu. Kita sebagai orang kecil alias miskin mah diem aja seharusnya. Nggak boleh protes. Lagian, mau hari apa pun, itu pesepeda boleh berkendara dan konvoi.

Konon juga ya, nanti saat hari kiamat pun mereka tidak akan dihalangi oleh rombongannya Dajjal. Dajjal pun minggir. Oh iya, saat di Siratalmustakim pun mereka lah yang boleh lewat duluan. Kendaraan yang paling cepat masuk surga, ya, mereka itu lah. Bukan unta, bukan pahala atau amal baik. Memang cuman mereka aja yang paling diutamakan baik di dunia dan akhirat.

Jadi teman-teman, kalau memang mau aman di jalanan itu bukan menggunakan kendaraan yang SNI dan lengkap dengan helm dan surat-suratnya, tapi kuncinya adalah jadi pesepeda (yang kaya) ya! 

Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gowes Dulu dan Kini: Sempat Kelihatan Keren Sekarang Kena Stigma Nyebelin

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2022 oleh

Tags: melanggar lalu lintasmenerobos lampu merahpesepeda
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Jalur Luna Maya, Rute Terbaik untuk Bersepeda di Kulon Progo

Jalur Luna Maya, Rute Terbaik untuk Bersepeda di Kulon Progo

16 Desember 2023
Katanya Solo Kota Nyaman Bersepeda, Nyatanya Bersepeda di Sini Horor Juga

Katanya Solo Kota Nyaman Bersepeda, Nyatanya Bersepeda di Sini Horor Juga

22 Juni 2023
Menerobos Lampu Merah Itu Berbahaya, apalagi Jika Merahnya Baru Beberapa Detik, Semoga para Pelakunya Kena Bisul Sebesar Vietnam

Menerobos Lampu Merah Itu Berbahaya, apalagi Jika Merahnya Baru Beberapa Detik, Semoga para Pelakunya Kena Bisul Sebesar Vietnam

4 September 2023
Bandung, Ibu Kota Provinsi yang Belum Ramah untuk Pesepeda

Bandung, Ibu Kota Provinsi yang Belum Ramah untuk Pesepeda

11 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.