Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

3 Hal Terkait Klaim BPJS Kesehatan yang Perlu Diketahui Orang Indonesia

Prima Ardiansah Surya oleh Prima Ardiansah Surya
5 November 2022
A A
3 Hal tentang Klaim BPJS Kesehatan yang Harus Diketahui Orang Indonesia Terminal Mojok

3 Hal tentang Klaim BPJS Kesehatan yang Harus Diketahui Orang Indonesia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BPJS Kesehatan memang rumit. Mungkin begitu yang akan tenaga medis katakan ketika harus berhadapan dengan lembaga khusus negara ini. Meski begitu, sering kali BPJS juga cukup bermanfaat ketika penggunaannya tepat sasaran pada orang-orang yang membutuhkan.

Namun masalahnya, banyak aturan BPJS Kesehatan yang nggak tertulis dalam website mereka. Pada web yang informasinya terbatas itu, hanya tercantum hal-hal umum yang tak bisa terjawab kalau seseorang tidak mengalaminya langsung di lapangan. Masyarakat kita kebanyakan berpikiran kalau semua bentuk sakit bisa diatasi dengan BPJS, mereka bahkan juga berpikir kalau sakit yang mereka derita bisa langsung diatasi oleh dokter spesialis. 

Hal-hal rawan komplain seperti itu yang kadang bikin saya sebagai tenaga kesehatan harus geleng-geleng kepala sambil pelan-pelan menjelaskan. Bismillah, sabar, gitu tok wes pokoke. Coba kita telaah tiga hal yang perlu diketahui terkait klaim BPJS Kesehatan. 

#1 Pada Faskes Tingkat 1, pasien tidak bisa serta-merta langsung bertemu dokter spesialis

Pada setting fasilitas kesehatan tingkat pertama, klinik atau puskesmas misalnya, banyak pasien yang mengira kalau mereka bisa bertemu langsung dokter spesialis. Ya bisa ketemu sih, tapi BPJS-nya bisa dipakai atau tidak itu urusan lain. 

BPJS Kesehatan itu menganut sistem rujukan bertingkat. Ketika Anda menderita penyakit yang tidak emergency, misalnya batuk pilek baru satu hari, gatal-gatal, diare ringan, dan penyakit-penyakit yang bisa diatasi oleh dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama, maka tenaga medis di sana tidak akan merujuknya Anda ke dokter spesialis.

Untuk merujuk ke dokter spesialis pun seorang dokter umum perlu alasan yang benar-benar bisa diterima dan masuk akal. Misalnya, ada penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol dengan obat-obatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, atau penderita gagal jantung yang sudah sampai bengkak atau sering sesak. Nah, ketika bertemu langsung pasien yang seperti itu, mereka tidak akan ragu untuk merujuk. 

Masalahnya, banyak orang yang baru saja pusing satu hari langsung minta rujukan untuk datang ke dokter spesialis. Plis deh, dicoba pakai obat dari dokter umum saja belum, eh tiba-tiba sudah minta ke spesialis. 

Meskipun kadang dongkol, kemungkinan besar ini terjadi karena tidak banyak orang tahu aturan dari BPJS Kesehatan. Ndak papa, tenaga kesehatan di tingkat pertama sudah biasa menjelaskannya pelan-pelan. 

Baca Juga:

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Pengalaman Saya Melihat Langsung Pasien yang Malah Curiga dan Trauma ketika Berobat ke Puskesmas

#2 Pada UGD rumah sakit, tidak semua penyakit bisa diklaim BPJS

Syarat supaya sebuah penyakit bisa dicover BPJS Kesehatan dalam situasi UGD rumah sakit adalah penyakit itu harus gawat. Kebalikan dengan puskesmas, UGD rumah sakit tidak bisa membuat klaim untuk penyakit yang ringan, misalnya seperti sakit kepala ringan, batuk pilek baru satu hari, atau gatal-gatal. 

Kenapa? Ya karena penyakit yang tidak emergency seperti tadi seharusnya memang datang ke fasilitas kesehatan tingkat satu, bukan fasilitas kesehatan tingkat dua seperti UGD rumah sakit. 

Kalau begitu, penyakit apa yang bisa langsung pakai BPJS di UGD rumah sakit? Jelas yang gawat seperti lemas pada pasien diabetes mellitus, nyeri perut tidak tertahankan, serangan jantung, atau bahkan stroke yang semuanya perlu penanganan emergency di UGD, dilanjutkan terapi oleh dokter spesialis di ruangan. Begitu.

Terkadang yang jadi dilema adalah ketika keluarga pasien merasa ada perbedaan perlakuan antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum gara-gara ada tenaga medis di UGD yang bertanya, ‘Maaf, pasiennya ada BPJS atau nggak, ya?”

Pertanyaan semacam itu bakal nyaman atau nyelekit tergantung pilihan kata dan nada bicaranya, tapi alasan tenaga medis bertanya seperti itu bukan berarti mau membedakan kelas sosial pasien, ya. Melainkan lebih kepada mempersiapkan berkas-berkas yang harus diisi untuk mengajukan klaim BPJS nanti. 

#3 BPJS Kesehatan tidak bisa digunakan untuk semua jenis kecelakaan

Pada kasus kecelakaan, yang bikin tenaga medis di UGD pusing itu bukan tentang penanganan masalah pasien, melainkan pemilihan kata ketika harus menjelaskan pada keluarga pasien. Seorang tenaga medis harus menjelaskan tentang pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan, tindakan apa saja yang perlu dilakukan, dan tentu saja menjelaskan tentang BPJS Kesehatan yang tidak bisa digunakan untuk pasien kecelakaan. 

Ada empat tipe kecelakaan yang tidak bisa ditanggung BPJS Kesehatan, lho. Pertama, kecelakaan kerja. Kedua, kecelakaan tunggal akibat kelalaian, misalnya pengendara sedang mabuk. Ketiga, kecelakaan antara dua orang di jalan. Keempat, kecelakaan dengan transportasi umum. 

Untuk kecelakaan kerja, urusannya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, sementara untuk kecelakaan di jalan kecuali disebabkan oleh kelalaian sendiri biasanya ditanggung oleh Jasa Raharja. Regulasinya memang agak ruwet dan tidak semudah BPJS Kesehatan lantaran sistem klaimnya harus diurus di luar rumah sakit, salah satunya ke kantor polisi dan kantor-kantor lainnya. 

Nah, ketiga hal di atas sangat sering terjadi dan sayangnya tidak banyak orang Indonesia yang tahu peraturan yang berlaku. Wajar saja mengingat BPJS Kesehatan sendiri tidak begitu gamblang menjelaskan detail aturan yang berbau praktis seperti itu.

Meski begitu, kita harus sangat bersyukur sudah ada BPJS Kesehatan di negara ini. Setidaknya adegan-adegan film yang menunjukkan para aktor yang sengsara akibat gagal bayar biaya pengobatan keluarganya yang sakit kini harusnya sudah tidak ada lagi. 

Penulis: Prima Ardiansah Surya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Berlomba Mengutuk BPJS, padahal yang Buruk Pelayanan Rumah Sakitnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2022 oleh

Tags: bpjs kesehatanDokterdokter spesialisrumah sakittenaga medisUGD
Prima Ardiansah Surya

Prima Ardiansah Surya

Dokter internship di RSU Aisyiah Ponorogo dan Puskesmas Jenangan Ponorogo.

ArtikelTerkait

Haruskah Menteri Kesehatan Seorang Dokter? terminal mojok.co

Haruskah Menteri Kesehatan Seorang Dokter?

23 Desember 2020
Beban Hidup Koas yang Tak Kita Ketahui Selama Ini

Beban Hidup Koas yang Tak Kita Ketahui Selama Ini

27 April 2023
3 Jenis Penyakit Jantung yang Sering Dijumpai Dokter UGD Beserta Gejala dan Penyebabnya Terminal Mojok

3 Jenis Penyakit Jantung yang Sering Dijumpai Dokter UGD Beserta Gejala dan Penyebabnya

27 September 2022
Kontroversi Kedatangan Dokter Asing ke Indonesia (Unsplash)

Sisi Positif dari Rencana Menteri Kesehatan Mendatangkan Dokter Asing yang Menjadi Kontroversi dan Menuai Penolakan

5 Juli 2024
7 Profesi yang Paling Sering Muncul di Drama Korea terminal mojok.co

7 Profesi yang Paling Sering Muncul di Drama Korea

29 Juni 2021
bpjs

Solusi Defisit BPJS itu Bukan Cuma Naikin Iurannya!

3 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan Mojok.co

Desa Telagamurni Bekasi Punya Semua Hal yang Dibutuhkan Warga kecuali yang Paling Penting, Kenyamanan

5 Juni 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Tiga Tahun Menjadi Fungsionaris Organisasi Mahasiswa, Saya Menyadari bahwa Organisasi Mahasiswa Tak Ada Bedanya dengan Tempat Penitipan Balita

8 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.