Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Lagu Dangdut: Satu Lagu Sejuta Penyanyi

Iqbal AR oleh Iqbal AR
29 Oktober 2019
A A
7 Spesies Operator Sound System yang Sering Muncul di Hajatan Kampung terminal mojok.co

7 Spesies Operator Sound System yang Sering Muncul di Hajatan Kampung terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya masih ingat cerita yang keluar dari mulut saudara-saudara saya tentang bagaimana dulu para musisi dangdut punya ciri khasnya sendiri. Bagaimana dulu para musisi dangdut punya universe-nya sendiri. Dan yang terpenting, mereka punya lagu dangdut sendiri. Iya, dulu saya, mungkin kita mengenal sosok Rhoma Irama, Rita Sugiarto, Elvy Sukaesih, atau Muhsin Alatas dengan diskografinya masing-masing. Dulu, hampir semua musisi dangdut punya lagu sendiri, meskipun tidak menciptakan lagunya sendiri.

Saya sebenarnya juga nggak tahu persis bagaimana skena dangdut dulu. Toh, saya juga belum lahir saat itu. Tapi dari cerita yang saya dapat, bisa dipastikan bahwa musisi dangdut dulu cukup produktif. Hal ini terbukti dari banyaknya album-album yang mereka hasilkan. Saya nggak tahu apakah mereka dulu suka cover-cover lagu sesama musisi atau bagaimana, tapi saya agak ragu mereka melakukan itu.

Berbeda dengan sekarang, yang seakan produktivitas lagu dangdut original sudah sangat minim, nggak seperti dulu. Kebanyakan musisi dangdut sekarang lebih memilih untuk membawakan lagu dangdut dari musisi lain yang sudah tenar atau dari genre lain supaya lebih dikenal. Hampir di setiap panggung dangdut, mau itu di kampung atau di hall gedung, lagu-lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu yang sama dengan pelantun yang berbeda-beda. Padahal, para pelantun lagu dangdut itu berlabel penyanyi dangdut atau seniman (artis) dangdut.

Lagu dangdut seperti “Cidro” dari Didi Kempot, bahkan dinyanyikan oleh banyak penyanyi dangdut lain. Mau itu di acara yang profit atau non-profit. Lagu “Sayang” dari Via Vallen/NDX AKA, atau “Kartonyono Medhot Janji” dari Denny Caknan, juga bernasib sama. Satu lagu untuk semua. Kalau untuk acara yang non-profit ya oke lah. Akan tetapi, kalau yang profit ya itu urusannya sama hak cipta. Bahkan untuk urusan lagu “Sayang”, Via Vallen dengan NDX AKA saja sampai berurusan dengan hukum soal siapa yang punya lagu.

Maksudnya begini, saya dan beberapa orang juga masih bertanya-tanya, mengapa kok mulai jarang musisi/penyanyi dangdut punya lagu sendiri? Apa nggak mau gitu menciptakan lagu sendiri, menyanyikan lagu sendiri, dan terkenal dengan lagu sendiri? Tentu rasanya akan berbeda sekali dengan menyanyikan lagu orang lain dan terkenal karena lagu orang lain. Selain itu, punya lagu sendiri juga akan menambah diskografi yang juga memengaruhi kualitas karier.

Bukan apa-apa, saya cukup sering nonton acara dangdut, baik itu di televisi atau nonton acara dangdut langsung. Dan beberapa kali dalam satu acara ada lagu yang dimainkan dua kali oleh penyanyi yang berbeda. Apesnya lagi, nggak ada yang berbeda dari kedua penyanyi dalam menyanyikan lagu tersebut. Suaranya sama, musiknya juga sama, ketukan gendangnya juga sama. Paling yang beda cuma fals-falsnya aja. Kecuali kalau misal genrenya diubah jadi agak hardcore-dangdut gitu, masih oke lah. Setidaknya ada yang beda.

Coba kalau masing-masing penyanyi punya lagu sendiri, setidaknya penyanyi yang kelasnya nasional lah, pasti akan enak kalau nyanyi di acara dangdut. Nggak akan ada yang namanya satu lagu dimainkan dua kali. Nggak ada juga ceritanya penyanyi lebih banyak membawakan lagu orang lain daripada lagu sendiri. Tentu akan lebih asik suasana panggungnya. Selain itu, lagu original juga akan membentuk identitas penyanyi. Kalau lagu cover, ya nggak akan membentuk identitas apa-apa lah.

Mungkin ada beberapa alasan mengapa banyak penyanyi dangdut nggak punya lagu original. Pertama, alasan akses rekaman. Ini sebenarnya bisa diatasi, toh sekarang rekaman juga sudah nggak sesulit zaman dulu. Kedua, urusan dana. Ini juga berhubungan karena rekaman sekarang juga sudah bisa lebih murah. Kalau urusan distribusi, kan bisa memanfaatkan layanan digital seperti Youtube, dll. Ketiga, mencoba menaikkan nama dengan menyanyikan lagu orang. Ini juga perlu nggak perlu sebetulnya. Perlu kalau kemampuannya biasa saja dan nggak perlu kalau punya kemampuan yang bagus.

Baca Juga:

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa?

Intinya, nggak ada alasan untuk penyanyi/musisi dangdut untuk nggak punya lagu sendiri. Akses rekaman dan distribusi sudah mudah dan banyak pencipta lagu juga yang sebenarnya bisa banyak membantu. Kalau tetap seperti ini, nggak akan ada lagi maestro dangdut seperti dulu lagi.

Tapi ngomong-ngomong, penyanyi dangdut yang biasanya sering membawakan lagu orang, kalau bikin dan membawakan lagu sendiri biasanya sih jelek. Biasanya lho ya, nggak semuanya.

BACA JUGA Terima Kasih Sintyamarisca yang Mempopulerkan Joget Dangdut ke Diskotik atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2019 oleh

Tags: lagu dangdutpenyanyirekaman
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Saran Profesi untuk Ariel Noah jika Pensiun Sebagai Vokalis terminal mojok.co

Andai Pensiun, Ini 3 Saran Profesi untuk Ariel Noah

4 Maret 2021
4 Musisi Jawa Legendaris yang Nggak Kalah Keren dari Didi Kempot

4 Musisi Jawa Legendaris yang Nggak Kalah Keren dari Didi Kempot

3 September 2023
Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

Cidro 2 Adalah Lagu Jawa Terbaik, yang Lain Minggir Dulu

23 Desember 2023
Menelusuri Acara Pencarian Bakat yang Paling Sukses di Indonesia terminal mojok.co

Indonesian Idol: Selebritis Hasil Produk Demokratis

8 Oktober 2019
Derita Rakyat Nggak Suka Musik Dangdut yang Merakyat Terminal mojok

Derita Rakyat Nggak Suka Musik Dangdut yang Merakyat

5 Februari 2021
Menjawab Alasan Mengapa Lagu Tulus Selalu Cocok Jadi Teman Terbaik Kala Insecure Melanda terminal mojok

Menjawab Pertanyaan Mengapa Lagu-lagu Tulus Selalu Cocok Jadi Teman Terbaik Kala Insecure Melanda

21 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya Mojok.co

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

20 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.