Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

6 Bahan Pokok yang Ikutan Naik Setelah Kenaikan Harga BBM, Bikin Duit di Dompet Cepet Abis

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
10 September 2022
A A
6 Bahan Pokok yang Ikutan Naik Setelah Kenaikan Harga BBM, Bikin Duit di Dompet Cepet Abis Terminal Mojok

6 Bahan Pokok yang Ikutan Naik Setelah Kenaikan Harga BBM, Bikin Duit di Dompet Cepet Abis (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akhirnya apa yang banyak orang khawatirkan terjadi juga. Ini soal imbas kenaikan harga BBM. Seperti yang kita tahu, sejak tanggal 3 September 2022 lalu pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM subsidi dan non-subsidi. Akibatnya, harga bahan pokok—perlahan namun pasti—satu per satu mulai mengalami kenaikan. Hmmm, pantesan duit di dompet cepet banget habis. Padahal pengeluarannya ya cuma itu-itu saja. Ternyata, oh ternyata.

Lantas, apa saja bahan pokok yang mengalami kenaikan harga? Berikut daftarnya.

#1 Beras medium

Berdasarkan data dari website Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok milik Kementerian Perdagangan, dibandingkan dengan harga di awal bulan September, harga beras medium saat ini mengalami kenaikan sebesar 0,95% menjadi Rp10.600 per kilogram. Di lapangan, harga tersebut tentu akan berbeda, tergantung daerahnya masing-masing. Misalnya di Pasar Kiara Condong, Jawa Barat, harga per kilogram beras medium mencapai Rp11.750. Sementara di Ngawi—daerah penghasil padi terbesar di Indonesia—harga beras mencapai Rp11.500 per kilogram. Padahal di tanggal yang sama bulan sebelumnya, harga beras medium masih anteng di angka Rp10.000 per kilogram. Iya, sih, naiknya memang sedikit-sedikit, tapi kan pasti.

#2 Tepung terigu

Nggak cuma beras, harga bahan pokok seperti tepung terigu pun menunjukkan tren kenaikan. Misalnya di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Awal September lalu, harga satu kilogram tepung terigu terpantau masih berada di angka Rp9.000. Per tanggal 9 September 2022 kemarin, harganya sudah naik jadi Rp13.000 per kilogram. Lain lagi di Pasar Rawa Badak, Jakarta Utara. Berada satu wilayah dengan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Grup Bogasari, nggak lantas membuat harga tepung terigu aman terkendali. Buktinya harga tepung terigu di tempat ini justru melonjak drastis dari yang semula Rp10.000 per kilogram jadi Rp15.000 per kilogram. Siap-siap mumet.

#3 Daging ayam broiler

Harga bahan pokok selanjutnya yang pelan, tapi pasti mengalami kenaikan setelah harga BBM dinaikkan adalah daging ayam broiler. Terpantau, di Pasar Wonokromo Surabaya, harga daging ayam broiler di tangan konsumen naik Rp4.000 dari yang semula Rp30.000 per kilogram jadi Rp34.000 per kilogram. Sementara di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, harga per kilogram ayam broiler mencapai Rp35.000 per kilogram.

Aduh, kalau harga ayam nge-gas gini, bakul sate auto resah. Mau nggak mau mereka akan menaikkan harga sate ayam per kodinya dengan risiko kehilangan pelanggan atau mengecilkan ukuran daging sate. Huhuhu, sedih.

#4 Cabai merah besar

Meskipun merahnya cabai pada masakan bisa diganti dengan bumbu alternatif yang bisa dibaca di tulisan ini, seenak-enaknya bumbu instan, lebih enak yang alami, ygy. Sayangnya, cabai merah besar termasuk salah satu bahan pangan yang harganya juga naik.

Di Pasar Badung, Kota Denpasar Bali, misalnya. Harga cabai merah besar di awal bulan September ada di angka Rp50.000 per kilogram. Sembilan hari kemudian, harganya sudah mencapai angka Rp59.000 per kilogram. Duh, sabar ya, Biang.

Baca Juga:

Sumo, Beras Pulen yang Tetap Dicari meski Harganya Bikin Gigit Jari

Nggak Masalah Sawah di Jogja Habis dan Berubah Fungsi Jadi Perumahan, wong Warga Jogja Lebih Suka Beras Daerah Lain dan Pemerintah Lebih Suka Impor

Setali tiga uang, harga cabai merah di kota kelahiran saya, Tegal, juga mengalami kenaikan yang signifikan. Dibuka dengan harga Rp45.000 per kilogram di awal September, sekarang sudah ngeledek saja di harga Rp55.000 per kilogram. Kepriben kiye?!

#5 Cabai merah keriting

Seolah nggak mau kalah, harga bahan pokok seperti cabai merah keriting juga melonjak. Ampun, dah. Bisa bestie amat ya keluarga cabe-cabean ini! Di Pasar Kosambi Bandung, harga cabai merah keriting duduk manis di angka Rp88.000 per kilogram. Padahal di awal bulan September harganya masih Rp70.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga cabai merah keriting di Pasar Puring, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Di sini, harga cabai merah keriting naik Rp18ribu per kilogram, dari yang semula Rp52.000 per kilogram menjadi Rp70.000 per kilogram. Hmm, kalau harga cabai terus meroket seperti ini, bukan nggak mungkin hal-hal ngeri yang ada di tulisan ini bisa terjadi.

#6 Cabai rawit merah

Masih dari keluarga cabe-cabean. Cabai berikutnya yang juga mengalami kenaikan harga yaitu cabai rawit merah. Di Kota Serang Provinsi Banten, tepatnya di Pasar Rawu, si kecil pedas ini dibanderol dengan harga Rp58.000 per kilogram per tanggal 9 September. Jika dibandingkan dengan harga sebelum BBM naik, maka cabai rawit merah ini mengalami kenaikan sebesar 18%! Mantap!

Begitu juga di Jawa Timur sebagai provinsi penghasil cabai merah terbesar di Indonesia. Harga cabai rawit merah sempat nangkring di angka Rp51.850 per kilogram setelah sebelumnya dibuka di awal bulan September dengan harga Rp44.350 per kilogram.

Telur gimana? Alhamdulillah, setelah beberapa waktu lalu sempat bikin heboh dengan harganya yang mencapai tiga puluh ribuan, sekarang sudah mulai turun jadi Rp28.000-an per kilogram di tempat saya. Begitu pula dengan minyak goreng kemasan. Harganya perlahan mulai turun, meskipun yah… masih mahal juga, sih. Kangen deh sama harga minyak goreng kemasan Rp14.000 per kilogram. Kapan ya bisa harga segitu lagi?

Dengan kenaikan harga bahan pokok di atas yang pelan tapi pasti, gajimu piye, Lur? Ikutan naik juga atau ajeg, nih?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kenaikan Harga Telur Memang Harus Kita Ributkan, Kalau Perlu Baku Hantam.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: ayam broilerBerasharga bahan pokokharga cabaikenaikan bbm
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Tips Beternak Ayam di Rumah untuk Pemula

Mengenal Jenis-jenis Ayam Beserta Kepribadiannya

14 April 2020
Tingkat Kematangan Nasi yang Dipermasalahkan dan Menyesuaikan Selera

Tingkat Kematangan Nasi yang Dipermasalahkan dan Menyesuaikan Selera

13 November 2019
Nasib Sepetak Sawah di Tengah Kota Jogja yang Sudah di Ujung Tanduk, Tinggal Menunggu Waktu untuk Berubah Jadi Bangunan

Nggak Masalah Sawah di Jogja Habis dan Berubah Fungsi Jadi Perumahan, wong Warga Jogja Lebih Suka Beras Daerah Lain dan Pemerintah Lebih Suka Impor

15 November 2024
UMR Jogja Harus Naik Drastis, Tidak Bisa Tidak! upah minimum yogyakarta

UMR Jogja Harus Naik Drastis, Tidak Bisa Tidak!

4 September 2022
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

4 Pertanyaan Konyol tentang Wakatobi yang Sering Bikin Saya Geleng-geleng

26 Agustus 2021
Harga BBM Bakal Naik: Pemerintah Digaji untuk Asal Pangkas Subsidi

Harga BBM Bakal Naik: Pemerintah Digaji untuk Asal Pangkas Subsidi

23 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.