Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Saya Setuju Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras, asalkan 6 Syarat Ini Dipenuhi

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
6 Februari 2023
A A
Saya Setuju Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras, Asal 6 Syarat Ini Dipenuhi Terminal Mojok

Saya Setuju Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras, Asal 6 Syarat Ini Dipenuhi (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Budi Waseso (Buwas) sebagai Dirut Bulog mengusulkan tunjangan PNS, TNI, dan Polri kembali dalam bentuk beras (saat ini dalam bentuk uang). Sebab menurut blio, nilai tunjangan beras yang diterima saat ini lebih rendah ketimbang harga beras di pasaran.

Saat ini, tunjangan PNS untuk beras memang sangat rendah, cuma Rp7.242 per kilogram sementara PNS cuma mendapat jatah 10 kilogram per orang. Itu berarti dalam sebulan, PNS mendapat tunjangan per orang sebesar Rp72.420.

Ide Buwas tersebut tentu saja mendapat banyak kritikan dari netizen, terutama mereka yang berasal dari keluarga PNS. Sebab, sudah bukan rahasia lagi kalau PNS zaman dulu yang mendapat tunjangan dalam bentuk beras Bulog mendapat beras dengan kualitas ancur-ancuran.

Sebagai seorang PNS, saya nggak seratus persen menolak ide Buwas tersebut. Saya sih setuju-setuju saja dengan ide blio, asalkan memenuhi beberapa syarat berikut:

#1 Harus yang kualitas premium

Ide tunjangan PNS diganti ini kan berasal dari Dirut Bulog-nya langsung, bukan keinginan dari PNS, TNI, dan Polri. Jadi, sebagai pihak yang menerima, boleh dong kalau kami request beras yang bakal kami konsumsi. Permintaan saya sih nggak neko-neko, minimal kualitas beras yang bakal kami terima seperti Beras Kita Premium lah, Pak Buwas. Kebetulan saya sudah pernah beberapa kali mencicipinya dan rasanya memuaskan.

#2 Harus dari petani lokal

Pak Buwas harus tahu, kami para PNS, TNI, dan Polri wajib cinta tanah air. Bukan cuma dalam hal ideologi dan hati, ya, perihal makanan juga harus mencintai produk dalam negeri. Makanya beras tunjangan kami wajib berasal dari petani lokal ya, jangan impor dari Vietnam atau Thailand.

#3 Harga beli di petani

Karena berasnya wajib dari petani lokal, harganya juga harus bagus supaya kesejahteraan para petani kita juga meningkat. Percuma kalau kebijakan tunjangan PNS kembali dalam bentuk beras, tapi petaninya nggak ikut tambah sejahtera. Buat apa ada kebijakan ini, Pak? Masa untuk menyejahterakan pejabat Bulog? Nggak mungkin gitu, kan?

#4 Jangan dijadikan alasan untuk impor

Jika tunjungan PNS dikembalikan dalam bentuk beras, tentu permintaan terhadap beras Bulog akan meningkat secara signifikan. Hal tersebut jangan sampai membuat cadangan Bulog jadi menipis sehingga jadi alasan Bulog impor beras. Lantaran ide ini tercetus dari Dirut Bulog, bukan PNS, harusnya sih Bulog sudah menyiapkan stok yang cukup buat PNS dan masyarakat umum, ya.

Baca Juga:

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

#5 Jangan ada oknum yang “bermain” dalam kebijakan ini

Lagi-lagi saya ingatkan, ide soal tunjangan PNS ini kan berasal dari Pak Buwas sebagai pimpinan Bulog, jadi saya beneran berharap nih kalau Pak Buwas mau berkomitmen nggak bakal membiarkan ada oknum “bermain” dalam kebijakan ini. Kalau Pak Buwas nggak mau atau belum bisa berkomitmen soal ini sih saya mending “say no” terhadap ide bapak.

#6 Kalau ada oknum yang “bermain” wajib diberi hukuman berat. Dihukum mati, misalnya

Meskipun namanya tunjangan beras PNS dan bentuknya berupa uang, terkadang uangnya bukan dibelikan beras oleh para PNS. Uang tunjangan tersebut biasanya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok lainnya karena stok beras masih cukup misalnya.

Kalau ide tunjungan PNS ini dikembalikan dalam bentuk beras, tentu pendapatan PNS akan berkurang. Yah, walaupun nggak banyak, tetap saja bakal berpengaruh.

Lantaran akan berpengaruh pada perekonomian banyak orang (PNS, TNI, dan Polri), seandainya ada oknum yang “bermain” dalam kebijakan ini, orang tersebut harus diberi hukuman seberat-beratnya. Misalnya saja hukuman mati. Jika aparat penegak hukum nggak bisa memberikan kepastian soal ini, mending tunjangannya tetap dalam bentuk uang saja.

Nah, itulah beberapa syarat yang harus dipenuhi seandainya ide soal tunjangan PNS itu ingin direalisasikan. Jika salah satu dari syarat-syarat di atas ada yang dirasa memberatkan atau nggak bisa dipenuhi, mending ide Pak Buwas nggak perlu diterapkan lah. Toh, mayoritas PNS lebih setuju dengan sistem yang sudah ada sekarang.

Kalau memang alasannya karena nilai tunjangan beras PNS lebih rendah daripada harga beras di pasaran, solusinya ya bukan mengembalikan tunjangan dalam bentuk beras, dong, Pak. Nominal tunjangannya yang harus dinaikkan. Ente kadang-kadang ente…

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tunjangan PNS Memang Gede, tapi Nggak Segede Itu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2023 oleh

Tags: Beraskebijakan pemerintahpnstunjangan PNS
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Perjalanan Dinas PNS

25 Agustus 2021
4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar Terminal Mojok

4 Alasan PNS Enggan Mengambil Tugas Belajar

22 November 2022
Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

Harga Beras Hari Ini Naik, dan Hal Itu Jangan Pernah Dianggap Sepele, Bisa Memicu Inflasi!

16 September 2023
Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

Kebijakan Pemkot Pekalongan yang Sebaiknya Nggak Usah Terlalu Dipercaya

1 Juli 2023
Sumo, Beras Pulen yang Tetap Dicari meski Harganya Bikin Gigit Jari

Sumo, Beras Pulen yang Tetap Dicari meski Harganya Bikin Gigit Jari

10 Mei 2025
Kasta Jabatan PNS Dilihat dari Posisinya Saat Foto Bersama Terminal Mojok

Kasta Jabatan PNS Dilihat dari Posisinya Saat Foto Bersama

19 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.