Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pak Sandiaga Uno, Rakyat Sedang Berusaha Bertahan Hidup, Boro-boro Mikir Gengsi

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
8 September 2022
A A
Pak Sandiaga Uno, Rakyat Sedang Berusaha Bertahan Hidup, Boro-boro Mikir Gengsi

Pak Sandiaga Uno, Rakyat Sedang Berusaha Bertahan Hidup, Boro-boro Mikir Gengsi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya ini cuma kere, Pak Sandiaga Uno, bukan bodoh

Seperti pasangan keluarga muda pada umumnya, urusan ekonomi menjadi salah satu hal yang cukup sering untuk saya dan istri perbincangkan. Terlebih sejak berembusnya desas-desus kenaikan harga BBM, kami sudah cukup bingung mau menghemat pos pengeluaran keluarga bagian mana lagi. Ketika kenaikan harga BBM subsidi beneran diresmikan, saya yakin, saat ini semua harga barang pokok kebutuhan rumah tangga pasti sudah naik semua.

Sungguh saya nggak meragukan keahlian istri saya untuk mengatur keuangan keluarga. Cuma kalau semua harga kebutuhan naik begini. Gimana cara ngatur keuangannya? Wong penghasilan tetap, tapi barang kebutuhan pokok terus merangkak naik. Sekali lagi, GIMANA NGATURNYA?

Untuk meringankan kekalutan saya gara-gara harga BBM naik, saya coba bolak-balik berbagai media sosial untuk mencari meme atau video lucu di internet. Emang sih nggak menyelesaikan masalah yang sedang saya hadapi, tapi minimal bisa sedikit membantu saya menjernihkan pikiran sebelum menyelesaikan masalah.

Baru beberapa saat saya tertawa kecil karena menemukan meme dan video lucu di Twitter, nasib sial menghampiri saya. Sekuat-kuatnya saya menolak dan menghindari takdir, namanya takdir harus dijalani. Saya tertarik ngeklik video dari Pak Sandiaga Uno, mengingat dia adalah salah satu menteri yang seharusnya menjadi oposisi. Mungkin saja, saya menemukan inspirasi atau solusi untuk menyelesaikan masalah saya.

Sayangnya prasangka baik saya kepada video Pak Sandiaga sepertinya kurang tepat (untuk tidak mengatakan salah). Awalnya beliau menceritakan pengalaman kenaikan harga BBM yang sampai 100 persen pada 2005-2006. Katanya pola hidup pengusaha muda di era itu berubah, yang awalnya menggunakan jas untuk berpakaian sehari-hari, sejak kenaikan harga BBM, berubah menggunakan batik.

Yang pertama mau saya tanyakan, apakah maksud Bapak di video tersebut batik adalah substitusi yang lebih murah dan rendah ketimbang jas? Sebab menurut Bapak, pengusaha muda yang sedang dipimpin Bapak saat itu, baru mau mengganti jas dengan batik ketika ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Padahal banyak loh, Pak, batik dengan harga sampai jutaan. Ah maaf, Pak, seharusnya saya nggak ngasih tau hal ini karena sandang dengan harga jutaan sudah banyak di lemari pakaian bapak dan keluarga.

Tapi serius ini, Pak Sandiaga, hubungannya jas dan batik sama kenaikan harga bbm apa sih? Bisa dapet logika kek gitu tuh dari mana?

Baca Juga:

Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba

Orang Madura Tak Lagi Merantau untuk Mengais Rezeki, tapi Adu Gengsi!

Kemudian saya kasih tau ya, Pak, keluarga saya dan mayoritas rakyat Indonesia itu masih bingung cara memenuhi kebutuhan pangan ketika harga sembako turut naik mengikuti harga BBM. Boro-boro kepikiran untuk mengganti kebutuhan sandang dengan yang baru. Wong, memenuhi kebutuhan perut saja belum tentu cukup. Saya lebih baik pake baju lusuh atau kusam daripada perut lapar. Ingat, Pak, perut yang lapar itu bikin orang jadi berbahaya.

Selanjutnya dalam video itu, Bapak bilang bahwa Bapak dan teman-teman pengusaha muda mengganti mobil-mobil mewah milik kalian dengan mobil yang lebih ramah lingkungan. Saya kok heran ya, Pak Sandiaga Uno, bisa-bisanya bilang begitu. Kayak rakyat itu hidupnya penuh gengsi.

Boro-boro kepikiran ganti mobil dengan yang lebih ramah, punya mobil aja kagak. Hell, kalau pun punya, sekarang mungkin kepikiran untuk jual mobil. Lagipula, saya ini cuma kere, Pak Sandiaga, bukan bodoh, emang harga mobil ramah lingkungan kaya Tesla itu murah apa?

Lagian wong cilik kaya saya ini, mana bisa ganti kendaraan saat zaman lagi susah, Pak Sandiaga Uno? Yang kami lakukan saat BBM naik itu cari cara menghemat bahan bakar untuk kendaraan roda dua di internet. Bukan ngide aneh seperti beli kendaraan baru.

Saya kasih tau ya, Pak Sandiaga Uno, rakyat kecil itu sedang berusaha bertahan hidup sekarang. Mengubah gaya hidup itu bukan pikiran kami. Lha apa yang mau diubah kalau emang udah ngenes?

Saya yakin, Pak Sandiaga Uno adalah salah satu orang paling brilian di Indonesia. Maka dari itu, saya ingatkan lagi kalau rakyat nggak bodoh, dan standarnya jangan disamain kayak Bapak. Sekadar mengingatkan aja sih, Pak, soalnya kalau kelamaan tinggal di menara gading, bisa lupa menapak tanah.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kontroversi Sandiaga Uno: “Sandiwara Uno”, Aksi Playing Victim Mencontoh Ratna Sarumpaet?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2022 oleh

Tags: bertahan hidupGengsiharga BBMsandiaga uno
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Pak Erick Thohir: Penyesuaian Gaji Karyawan setelah Harga BBM Naik Itu Hanya Mitos

Pak Erick Thohir, Penyesuaian Gaji Karyawan setelah Harga BBM Naik Itu Hanya Mitos

5 September 2022
sandiaga uno prabowo-sandi cebong kampret jokowi mojok

Surat Protes dari Perwakilan Kampret untuk Sandiaga Uno

1 Januari 2021

Utang Bank Adalah Stimulus Etos Kerja, Benarkah Begitu?

18 Juni 2021
Nasib Punya Pacar Buzzer Pemerintah Sedangkan Saya Adalah Fans Sandiaga Uno terminal mojok.co

Nasib Punya Pacar Buzzer Pemerintah Sedangkan Saya Adalah Fans Sandiaga Uno

1 Februari 2021
Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba android

Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba

21 Januari 2024
4 Tipe Pembeli di Warung Sembako yang Nano-nano terminal mojok.co

Indomaret dan Alfamart Sama Saja: Apalagi Dalam “Melibas” Warung di Sekitarnya

6 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Jatiwaringin Bekasi, Daerah Seribu Galian yang Nggak Tahu Kapan Kelarnya. Warga di Sini Punya Kesabaran Tingkat Tinggi bekasi jogja

Setahun Hidup di Jogja Bikin Saya Rindu Jalan Berlubang di Bekasi

6 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.