Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

10 Kutipan Paling Relatable dari Big Mouth

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
2 September 2022
A A
10 Kutipan Paling Relatable dari Big Mouth Terminal Mojok

10 Kutipan Paling Relatable dari Big Mouth (Instagram Disney Plus Hotstar Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika beberapa bulan ke belakang jagat sedang mengalami demam drama Korea Extraordinary Attorney Woo, kini giliran Big Mouth yang melanjutkan popularitasnya. Drakor yang merupakan ajang comeback Lee Jong Suk setelah kembali dari wajib militer ini mendapatkan banyak atensi dari publik.

Big Mouth memang bergenre thriller-mystery, bukan slice of life. Setiap episodenya pun senantiasa menghadirkan ketegangan dan kengerian, bukan ketenangan. Tapi, nggak cuma drakor slice of life yang bisa menjadi wadah untuk memanen quotes. Big Mouth yang penuh misteri pun menyimpan banyak kutipan yang relatable hingga makjleb. Berikut ini sepuluh kutipan relatable dari Big Mouth.

#1 “Aku bahkan tak bisa mati, meskipun aku mau? Hidup mengerikan macam apa itu?” – Park Chang Ho

Hidup memang penuh dengan ujian dan penderitaan, tapi ingatlah bahwa mengakhiri hidup sendiri bukanlah solusi. Sebagian orang menganggap bahwa kehidupan semacam itu mengerikan. Lahir ke dunia disebut bukan kehendak kita tapi menjalani hidup malah sulit karena banyak cobaan. Kini giliran pengin mengakhiri nyawa sendiri, malah dilarang.

Ini mungkin kedengarannya klise, tapi beneran deh, Tuhan nggak akan ngasih ujian buat hambaNya yang nggak mampu. Tuhan menguji untuk melihat kesabaran dan ketakwaan kita kepadaNya.

#2 “Kau hanya penonton. Kau hanya perlu melihat dan menikmatinya.” – Gong Ji Hoon

Semakin tua, kita akan semakin sadar bahwa kita bukanlah pemeran utama dalam hidup ini. Kita nggak seistimewa itu untuk menjadi perhatian orang lain. Kadang kita jadi pemeran pembantu, cameo, atau bahkan sekadar penonton. Sebagaimana penonton, kita cuma punya kapasitas buat menonton drama duniawi dengan segala intrik dan konfliknya. Hanya sutradara dan aktor utamanya yang bisa mengubah maupun memanipulasi alur cerita.

#3 “Yang memukul akan lupa, tapi yang dipukul akan ingat selamanya.” – Park Chang Ho

Menjalin relasi apalagi mempercayai orang lain memiliki peluang untuk membuat kita mendapatkan keuntungan maupun kerugian. Keuntungannya, jaringan sosial yang kita miliki jadi lebih luas. Kerugiannya, orang lain bisa saja mengecewakan hingga menyakiti kita.

Jika sudah kecewa berat, korban akan selalu menyimpan momen itu dalam memorinya. Nggak jarang kejadian itu menimbulkan trauma yang masih akan ia ingat seumur hidupnya. Sementara pelakunya, terutama yang nggak punya rasa bersalah, bakal melupakan tindakannya yang pernah menyakiti orang lain.

#4 “Kau tahu tempat sempurna untuk menyembunyikan kebohongan? Kebenaran. Kau bingung mana yang benar dan mana yang bohong. Pada akhirnya, orang memilih kebohongan yang terdengar benar.” – Park Chang Ho

Di masa post-truth seperti ini, kita sulit untuk membedakan mana kebenaran dan mana kebohongan. Semua terlihat sama. Sebab, kebohongan dapat menyamar menjadi kebenaran. Selain harus menjadi orang yang jeli, kita pun wajib waspada. Jangan-jangan kebenaran yang selama ini kita ketahui dan pahami adalah kebohongan yang ditutup-tutupi.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

#5 “Aku sangat kecewa dengan departemen keadilan kita.” – Bae Ho Geun

Kutipan dalam drama Big Mouth ini mungkin nggak relate secara personal, tapi pasti semua orang merasakannya. Kekecewaan kita dengan para penegak hukum semakin menumpuk hari demi hari. Penegak hukum—nggak semuanya, tapi banyak—yang nggak amanah dengan memperjualbelikan keadilan. Keadilan bisa ditawar dan itu membuat banyak orang nggak lagi percaya dengan para oknum yang bertitel “penegak hukum”.

#6 “Jangan mengganggu orang dengan deduksi cerobohmu.” – Hyun Ju Hee

Saat punya masalah dengan orang lain, gunakan akal sehat untuk bertanya atau mengkritiknya. Jangan dengan gegabah dalam membuat kesimpulan. Selain merepotkan orang, kecerobohan itu akan membuat citra kita memburuk karena orang lain akan memandang rendah.

#7 “Kamu berkepala besar tapi tidak punya otak.” – Park Chang Ho

Di mata pelajaran Sejarah, kita diperkenalkan dengan manusia purba. Dalam deskripsinya sering ditulis volume otak tiap manusia purba yang semakin meningkat seiring perubahan zaman. Homo sapiens sebagai manusia paling modern punya volume otak 1.000–2.000 cc. Bandingkan dengan Meganthropus Paleojavanicus yang volume otaknya cuma sebesar 900 cc. Volume otak manusia semakin berkembang. Malu kan kalau sudah dikasih volume otak besar tapi otaknya nggak dipakai buat berpikir?

#8 “Pilihannya ada padamu. Kau akan melarikan diri seumur hidupmu atau berjuang dan mendapatkan hidup baru.” – Go Mi Ho

Pada dasarnya kita diberikan kebebasan untuk memilih dan memutuskan. Ketika dipertemukan dengan situasi sulit, kita juga yang memiliki wewenang untuk menghadapinya atau lari dari masalah tersebut. Melarikan diri dari masalah maupun menyelesaikan secara jantan memiliki konsekuensinya masing-masing.

#9 “Pelajari apa yang kau bisa. Begitulah manusia berkembang.” – Yang Chun Sik

We are lifetime learners. Kita nggak hanya belajar di sekolah secara formal. Setiap waktu yang kita habiskan dalam hidup juga merupakan proses belajar. Kita dapat mengambil hikmah dari setiap tindakan yang dilakukan, kekeliruan yang dilantaskan, maupun kekecewaan yang dirasakan, baik oleh kita maupun orang lain. Dengan begitu nggak hanya fisik kita yang akan semakin tumbuh, melainkan juga hati dan pikiran.

#10 “Apa yang terlihat bahagia dari kejauhan mungkin tragis dari dekat.” – Park Chang Ho

Manusia senang bersandiwara. Banyak yang menunjukkan kebahagiaan di muka umum sekaligus menutupi semua keterpurukan maupun keburukan dirinya. Ketika kamu merasa iri melihat figur yang tampak amat sempurna dari jauh, nggak perlu rendah diri. Mereka juga pernah atau sedang rapuh maupun menderita yang mungkin lebih parah dari yang kamu alami.

Kesepuluh kutipan relatable dari Big Mouth tadi cukup menampar, kan? Simpan quotes favoritmu. Kalau perlu bisa kamu bikin jadi lockscreen biar selalu teringat ucapan para tokoh dari Big Mouth.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Big Mouth: Drakor Gelap yang Sayang untuk Dilewatkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 September 2022 oleh

Tags: Big Mouthdrama korea
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

5 Drama Korea yang Tepat di Platform yang Salah Terminal Mojok

5 Drama Korea yang Tepat di Platform yang Salah

15 Mei 2022
the world of the married episode 8 mojok

The World of Married Episode 8: Sinopsis dan Komentar

15 Mei 2020
5 Alasan Drama Thailand Lebih Menarik dari Drama Korea dan Drama China

5 Alasan Drama Thailand Lebih Menarik dari Drama Korea dan Drama China

19 Maret 2025
6 Drama Korea yang Overrated Terminal Mojok

6 Drama Korea yang Overrated

19 April 2022
Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

Dosen-dosen ‘Law School’ Adalah Tipikal Dosen yang Dihindari Mahasiswa Saat KRS-an

31 Mei 2021
5 Karakter Wanita Antagonis dalam Drama Korea yang Paling Ngeselin Terminal Mojok

5 Karakter Wanita Antagonis dalam Drama Korea yang Paling Ngeselin

27 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.