Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Kenapa ya Praktik Dokter Tutup Sabtu-Minggu dan (Nyaris) Selalu Ngaret?

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
16 Agustus 2022
A A
Kenapa ya Praktik Dokter Tutup Sabtu-Minggu dan (Nyaris) Selalu Ngaret?

Kenapa ya Praktik Dokter Tutup Sabtu-Minggu dan (Nyaris) Selalu Ngaret? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa ya praktik dokter tutup Sabtu-Minggu dan (nyaris) selalu ngaret?

“Sudah jam lima lho ini, kok Bu Dokter belum datang, ya. Antriane panjang pol-polan meneh, bisa sampai malam ini, Le,” tutur ibu saya di salah satu tempat dokter praktik di Wonosari tempo hari. Kami sudah menunggu sejak pukul 16.00, tetapi dokter langganan ibu saya itu tak jua datang.

Ibu saya punya penyakit radang amandel. Hal ini yang kadang membuatnya rentan mengalami demam tinggi. Beberapa bulan sekali, saya kerap membawanya ke salah satu dokter praktik pilihan ibu. Tidak hanya ibu saja, tetapi bapak, adik, Pak Lik, dan Budhe, jika tubuhnya gembreges langsung dibawa ke dokter praktik yang ada di sekitaran Kota Wonosari tersebut.

Saya yakin masyarakat Indonesia pasti juga memiliki dokter kesayangannya masing-masing. Mirip seperti memilih warung mi ayam lah, ya. Meski banyak pilihan, pasti yang dikunjungi itu-itu saja. Yah, namanya sudah kadung tresna dan saling percaya, selalu menjadi perkara rumit yang susah dijelaskan kata-kata.

Biasanya, dokter pilihan keluarga saya ini buka setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 16.00-20.00 WIB. Artinya, Sabtu dan Minggu mereka libur. Saya kira, kebanyakan dokter praktik di Indonesia juga begitu, buka hari Senin sampai Jumat dan selalu datang terlambat. Lah.

By the way, kenapa sih praktik dokter tuh cuma buka hari Senin sampai Jumat saja? Lalu, apa sebenarnya yang para dokter lalukan sebelum buka praktik sehingga sering ngaret? Kuy, cari tahu jawabannya~

Kenapa praktik dokter hanya buka Senin-Jumat saja?

Persoalan sudah kadung tresna sama dokter ini memang cukup pelik. Pernah ibu saya merasakan demam tinggi dan harus segara dibawa ke dokter kesayangan, tetapi kebetulan saat itu hari Minggu, artinya libur. Karena cukup panik, saya membujuk ibu untuk mencari dokter lain, tetapi ibu saya menolak dan lebih memilih menunggu Senin.

Tak sabar menunggu, akhirnya saya berinisiatif membeli obat di apotek. Benar saja, obat tersebut nggak mampu mengatasi rasa gembreges yang dialami ibu. Akhirnya, mau nggak mau harus menunggu hari Senin dan membawanya ke dokter kesayangan. Aneh bin ajaib, beberapa hari setelah berobat ke sana, kondisinya segera pulih dan bugar kembali.

Baca Juga:

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Pengalaman Rawat Inap BPJS Kelas 3, Kenalan dengan Pasien Sekamar Berakhir Jadi Kawan

Saya tidak ingin terlalu jauh membahas keajaiban tersebut, saya hanya penasaran, kenapa sih kalau Sabtu dan Minggu praktik dokter (pasti) libur? Padahal, sakit kan nggak bisa diprediksi, ya, bisa menyerang kapan saja, tak terkecuali pas weekend. Bukannya seorang dokter sudah semestinya mengorbankan kepentingan pribadinya demi kesembuhan pasien?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, beberapa waktu lalu, saya mencoba menghubungi salah seorang dokter perempuan, Putri (bukan nama sebenarnya). Dokter spesialis penyakit dalam yang berusia 40 tahun ini membuka praktik di salah satu wilayah di Yogyakarta.

“Kenapa hari Sabtu sama Minggu tutup, ya, kerena dokter juga punya kehidupan pribadi dan butuh istirahat. Ya kali dokter nggak boleh libur, kami juga manusia, hehehe,” tutur perempuan yang telah dikaruniai satu orang anak tersebut.

Dokter Putri menambahkan, setiap Sabtu dan Minggu, biasanya ia gunakan untuk quality time bersama keluarga. Sebagai dokter yang merangkap ibu rumah tangga, ia juga punya tanggung jawab untuk mengurus anak dan suami. Di sisi lain, ia sadar betul bahwa tidak sedikit pasien langganannya yang kadang kecelik ketika klinik miliknya tutup, mengingat sakit itu nggak bisa diprediksi.

“Kasian kadang kalau ada pasien kecelik pas aku lagi libur. Tapi, kami (para dokter) juga harus menjaga kesehatan diri sendiri demi kesehatan pasiennya. Dalam dunia dokter, ada istilah ‘first do no harm’ atau lebih baik melindungi diri sendiri lebih dulu sebelum nolong orang lain. Dengan istirahat yang cukup, justru malah bisa mengurangi human error, kok,” imbuh Putri.

Mengingat profesinya menyangkut masalah kemanusiaan, Putri mengaku pernah mendapat kritikan pada waktu libur praktik. Bahkan, ia pernah dianggap bukan dokter yang baik karena tidak bersedia mengorbankan kepentingan pribadinya. Padahal, sebagai manusia biasa, ia juga butuh istirahat dan libur untuk menghindari human eror ketika menangani pasien.

Kenapa praktik dokter suka ngaret?

Sementara itu, salah satu yang juga jadi pertanyaan banyak pasien ketika periksa ke praktik dokter adalah kebiasaan dokter yang nyaris selalu datang telat atau ngaret. Saya sendiri sering banget mengalami kejadian ini. Bahkan, saya harus menunggu bersama pasien lainnya selama satu hingga dua jam lebih. Padahal, saat itu, tidak sedikit pasien yang harus segera mendapatkan penanganan.

Kita tahu bahwa praktik dokter di luar rumah sakit biasanya hanya buka sekitar 4-5 jam per hari. Artinya, jika sang dokter ngaret, durasi waktu untuk menangani pasien juga semakin pendek. Hal ini yang kemudian membuat antre panjang dan menunggu lama, padahal waktu periksa hanya beberapa menit saja. Bukankah ini cukup merugikan pasien dan membuat pelayanan dokter menjadi kurang maksimal?

Sebelum saya melemparkan pertanyaan ini ke Dokter Putri, ia sudah lebih dulu menjelaskan terkait dokter yang suka datang tidak tepat waktu. Bahkan, ia sangat sering mendapatkan pertanyaan ini, baik dari tetangga maupun para pasien. Lalu, apa sebenarnya yang dilakukan para dokter sebelum memulai praktiknya sehingga sering ngaret?

“Kami, para dokter sudah bekerja sejak pagi. Biasanya, kami dapet jatah praktik maksimal di tiga tempat dengan durasi waktu 8 jam per hari. Belum lagi para dokter spesialis bedah itu, aku yakin mereka lebih sibuk karena punyai jadwal yang nggak nentu dan kadang ada jadwal emergency. Jadi, itu yang kadang menyebabkan kami kadang telat buka praktik,” jelasnya.

Saya cukup yakin alasan tersebut tidak langsung diterima begitu saja oleh para pasien yang kerap menunggu dokter terlalu lama. Sebab, alasan yang disampaikan sebagian besar dokter sudah menjadi konsekuensi dari pekerjaannya. Sejatinya, pasien yang datang hanya butuh segera ditangani agar cepat sembuh dari penyakitnya dan bisa hidup sehat kembali.

Terlepas dari itu, sesungguhnya kebiasaan ngaret tidak hanya dilakukan oleh dokter saja. Bahkan, perilaku tidak tepat waktu di Indonesia ini konon sudah ada sejak dalam kandungan. Mulai dari mahasiswa, dosen, wakil rakyat, editor media online, pegiat jathilan hingga pejabat, semua pernah menjadi pelaku sekaligus korban dari kebiasaan ngaret.

Jadi, gimana menurut pendapat kalian, mau memaklumi atau menolak mentah-mentah alasan para dokter ini? Ya, apa pun itu, mari ikut lomba tujuh belasan biar badan tetap sehat dan tidak terserang penyakit ungkris-ungkrisen. Salam sehat!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gelap Masa Depan Dokter Praktik Setelah Bayar Uang Gedung Ratusan Juta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2022 oleh

Tags: emergencyngaretpasienpraktik dokter
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

FAQ yang Sering Diajukan Keluarga Pasien kepada Perawat Terminal Mojok

FAQ yang Sering Diajukan Keluarga Pasien kepada Perawat yang Sedang Tugas

15 Januari 2021
Membandingkan 3 Alasan Saat Ngaret Janjian, Mana yang Paling Fafifu Terminal Mojok

Membandingkan 3 Alasan Saat Ngaret Janjian, Mana yang Paling Fafifu?

26 Februari 2021
Apoteker: Dituntut Sat-Set dan Multitalenta, tapi Minim Apresiasi jurusan farmasi

Apoteker: Dituntut Sat-Set dan Multitalenta, tapi Minim Apresiasi

27 Oktober 2023
Rawat Inap BPJS Kelas 3 Nggak Seburuk Bayangan Saya. Awalnya Terganggu Kelamaan Malah Jadi Akrab dengan Pasien Lain Mojok.co

Pengalaman Rawat Inap BPJS Kelas 3, Kenalan dengan Pasien Sekamar Berakhir Jadi Kawan

28 Mei 2025
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Jangan Katakan Ini pada Penderita Covid-19 dan Keluarganya

15 Oktober 2020
Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

31 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.