Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Yamaha Mio: 3 Kebiasaan Buruk Pemilik Matik yang Gampang Kambuh

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
22 Juli 2022
A A
Yamaha Mio 3 Kebiasaan Buruk Pemilik Matik yang Gampang Kambuh. (Unsplash.com) tiara 120 s mio soul karbu

Yamaha Mio 3 Kebiasaan Buruk Pemilik Matik yang Gampang Kambuh. (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Punya motor Yamaha itu, pada derajat tertentu, adalah privilese. Kamu tahu, produk mereka, Yamaha Mio, adalah pioner skutik di Indonesia. Selain itu, mereka juga jadi yang pertama mempopulerkan sistem CVT (Continuously Variable Transmission) dan tren roda dengan diameter 14 inci pada matik.

Jadi, punya Yamaha Mio, seakan-akan, kamu menjadi “yang punya jalanan”. Menjadi entitas yang pertama kali bikin populer motor matik di Indonesia. Ingat ya, ini soal bikin populer, bukan menjadi yang pertama muncul di Indonesia.

Nah, seiring masa jaya Yamaha Mio yang terbilang awet, lahir pula berbagai masalah yang mengiringi. Bukan, bukan masalah pada motornya. Namun, muncul beberapa kebiasaan dari pemilik yang bikin motor matik mereka jadi “nggak bandel” lagi. Izinkan saya menceritakannya.

#1 Tarikan gas yang bikin kaget 

Saya sendiri pernah punya Yamaha Mio Sporty 2010. Motor matik warna merah yang legendaris itu. Motor matik dengan tarikan gas yang sangat bandel. Dulu, mereka yang nggak siap bawa matik pasti akan kaget ketika kali pertama memuntir tuas gasnya.

Eits, ini sebetulnya bukan kekurangan, tapi kelebihan. Yamaha Mio memang punya tarikan gas yang bandel. Sangat sesuai dengan moto mereka, yaitu “semakin di depan”. Tarikan gas yang responsif sangat cocok buat saya. 

Sayangnya, ada kalanya, saya mendengar keluhan dari kelebihan ini. “Kok tarikannya nyendal-nyendal, ya?” Saya cuma membatin, “Wah, ini newbie matik.”

Namun, kalau sudah ada yang bilang, “Kok tarikannya berat, ya?” Nah, ini baru mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya adalah soal ganti oli.

#2 Lupa ganti oli dan nggak perhatian sama saringan udara

Kebiasaan buruk yang sering menjangkiti pemilik matik adalah lupa ganti oli dan nggak perhatian sama saringan udara. Dulu, waktu masih menunggangi Yamaha Mio, saya pernah “berdosa” karena melakukannya. Motor yang baik-baik saja jadi “berbeda” karena lalai.

Baca Juga:

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

Selain akan bermasalah ke mesin, lupa ganti oli juga pengaruh ke tarikan gas yang menjadi nggak stabil. Padahal, salah satu kelebihan Yamaha Mio adalah tarikan gasnya yang responsif.

Jadi gini, kalau menurut teori, setidaknya ada tujuh alasan tarikan gas Yamaha Mio jadi nggak stabil. Mereka adalah saringan udara eror, setelan klep nggak pas, kurang tekanan bahan bakar, putaran stasioner nggak standar, sensor injeksi rusak, renggang busi nggak pas, dan jarang ganti oli. 

Nah, antara klep yang nggak pas dan saringan udara eror ini ada punya hubungan yang erat dengan ganti oli. Renggangnya klep ini, salah satunya, disebabkan karena jarang ganti oli.

Makanya, kebiasaan lupa ganti oli itu bisa merembet ke banyak masalah lain. Kalau bisa, sih, bikin catatan di kalender hape, deh. Biar nggak lupa lagi. Kan kasihan motor matik yang “nggak punya dosa”.

#3 CVT yang nggak dirawat

CVT  atau Continuously Variable Transmission itu kayak mekanisme transmisi pada Yamaha Mio dan motor matik pada umumnya untuk mendukung performa. Salah satunya yang penting adalah V-Belt.

“Sepeda motor matik menjadi pilihan mayoritas pengendara sepeda motor di Indonesia karena dinilai lebih praktis dan nyaman digunakan. Namun selain menggunakannya, pengendara wajib mengetahui perawatan yang tepat agar dapat terus menikmati kenyamanan dan performa yang terbaik dari motor matik. Salah satunya perawatan V-Belt sebagai komponen penting pada sepeda motor matik,” tutur Riyadi Prihantono, Koordinator Manager After Sales & Motor Sports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

“Namun karena keberadaannya tidak terlihat, tepatnya di dalam sistem CVT motor matik sehingga seringkali pengendara mengabaikan perawatannya. Maka sebagai pelopor sepeda motor matik di Indonesia, Yamaha terus berupaya menjaga performa sepeda motor pengendara dengan melakukan standarisasi pengecekan sepeda motor di setiap bengkel resmi Yamaha sekaligus menghadirkan produk spare part Asli Yamaha. Selain itu, Yamaha terus mengingatkan para pengendara melalui berbagai tips perawatan sepeda motor untuk mendukung konsumen dalam merawat sepeda motornya agar tetap optimal dan nyaman saat digunakan,” tegasnya.

Nah, V-belt itu penting untuk menyalurkan tenaga dari mesin menuju roda belakang dalam bentuk putaran sehingga membuat sepeda motor dapat bergerak. Semakin sering matik dipakai, semakin aktif V-belt bergerak. 

Semakin sering Yamaha Mio punyamu dipakai, performa V-belt akan menurun. Hal ini berlaku untuk semua matik yang pakai CVT tentu saja. Oleh sebab itu, sebagai pemilik matik Yamaha yang baik kamu wajib aware kapan harus ganti supaya performa tetap prima.

Terus gimana caranya biar komponen CVT matik Yamaha punyamu tetap terjaga? Setidaknya ada tiga tips. Pertama, menghindari gaya berkendara dengan hentakan atau bukaan gas secara tiba-tiba. Kedua, membawa beban atau muatan berlebih. Ingat, beban hidup jangan dibonceng ke jok Yamaha Mio ya, cukup di pundakmu saja. Ketiga, melakukan perawatan komponen CVT matik yang tepat

Nah, V-belt sendiri bisa kamu ganti ketika jarak tempuh sudah mencapai 20.000 sampai 25.000 kilometer. Pakai hitungan bulan juga bisa, yaitu antara usia 20 sampai 25 bulan sesuai anjuran buku petunjuk pemilik. 

Gampangnya gini aja, selalu minta cek CVT ketika servis rutin. Hal ini juga berguna untuk membersihkan kotoran di V-belt. Bengkel resmi Yamaha sendiri punya standardisasi pengecekan dan pembersihan komponen CVT matik, khususnya V-belt.

Info penting

Terus, enaknya gimana kalau mau ganti V-belt? Harganya? Nah, berikut saya kasih info penting buat kamu pengguna Yamaha.

Kalau sudah mau ganti, berikut informasi soal harga. Jadi kamu bisa pakai V-belt asli Yamaha kayak di Yamaha Lexi itu harganya Rp135.000, roller-nya Rp50.000, dan pelumas Rp9.500. 

Pakai paket penggantian V-Belt Kit ASLI Yamaha juga bisa dan harganya malah lebih terjangkau, yaitu Rp176.000. Ini sudah termasuk roller dan pelumas. Kabar baiknya, setiap pembelian CVT Kit selama Juli 2022, kamu bisa dapat potongan langsung senilai Rp10.000 di seluruh bengkel resmi Yamaha. Lumayan.

Untuk memantau semua informasi, kamu bisa download aplikasi My Yamaha Motor. Lewat aplikasi ini, kamu bisa booking untuk servis, mencari lokasi dealer terdekat, cek garansi dan kartu servis gratis, notifikasi pengingat servis gratis dan berkala, informasi aktivitas, promosi terkait Yamaha, hingga monitoring riwayat servis kendaraan.

Hal-hal di atas yang bikin Yamaha Mio saya tetap awet sampai akhirnya ganti ke Yamaha Mio ES 88 tahun 2018. Mio, memang kayak Yamaha, selalu di depan.

Penulis: Moddie Alvianto W.

Editor: Yamadipati Seno 

BACA JUGA Honda All New Beat Boleh Jumawa karena Laris, tapi Soal Kualitas Yamaha Gear 125 Juaranya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2022 oleh

Tags: cara merawat CVTganti olimatikyamahaYamaha Mio
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di Rumah Kretek Indonesia. Tinggal di Yogyakarta.

ArtikelTerkait

motor trail mojok.co

Banyak yang Punya Hobi Baru Trabasan, Tren Penggunaan WR 155 R Meningkat di Sumatera

20 Mei 2022
Yamaha Grand Filano Teman Setia Healing di Sudut Jogja

Skripsi, Lari, dan Yamaha Grand Filano: Teman Setia Healing di Sudut Jogja

24 November 2025
Yamaha Lexi LX 155, Motor Bahaya yang Bikin Malu Penggunanya (Unsplash) motor yamaha

Yamaha Lexi LX 155 Bukan Matik Tanggung, tapi Bakal Bikin Malu Penggunanya kalau Papasan sama Kompetitor

2 Februari 2024
Bengkel Motor, Usaha Menjanjikan yang Layak Dicoba Anak Muda Mojok.co

7 Ciri Bengkel Motor yang Jujur, Pahami biar Motor dan Dompet Nggak Makin Ancur

23 Oktober 2025
Motor Yamaha Nouvo yang Memungkinkan NMAX dan PCX Lahir (Unsplash)

Motor Yamaha Nouvo AT115: Warisan Kakak, Pendahulu si Gembrot Yamaha NMAX dan Honda PCX

6 Oktober 2023
Yamaha Vixion Nggak Cocok untuk Orang Desa di Madura, Mending Motor Bebek yang Lebih Multifungsi Mojok.co

Yamaha Vixion Nggak Cocok untuk Orang Desa di Madura, Mending Motor Bebek yang Lebih Multifungsi

18 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.