Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

3 Alasan Mencintai Karakter Anime dan Fiksi Lebih Sehat untuk Hati

Diyah Nur Alifah oleh Diyah Nur Alifah
20 Juni 2022
A A
Karakter anime (Unsplash.com)

Karakter anime (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah sepatutnya kita mengakui bahwa jatuh cinta itu luas. Bentuknya bermacam-macam, bukan hanya satu atau dua jenis saja. Manusia bisa jatuh cinta pada siapa saja tanpa terkecuali. Entah itu pada orang yang terpaut perbedaan umur yang teramat jauh, orang asing yang baru ketemu, bahkan karakter anime dan fiksi dari serial favorit. Dan kini, jatuh cinta pada karakter anime dan fiksi sudah jadi hal yang lumrah. 

Untuk orang-orang yang tak pernah merasakan jatuh cinta jenis ini, wajar saja jika menganggap bahwa perasaan yang kami rasakan itu aneh dan cenderung tak masuk akal. Sebagai salah satu pecinta karakter anime dan fiksi, biar saya kasih tahu, ya, cinta jenis ini sebetulnya sama selayaknya mencintai manusia di dunia nyata.

ADVERTISEMENT

Kami berdebar-debar setiap kali karakter yang kami sukai muncul dalam cerita.  Terkagum-kagum setiap kali dia menunjukan pesonanya. Kami salah tingkah dan senyum-senyum sendiri setiap kali bayangnya terlintas dalam kepala. Persis seperti jatuh cinta kepada sesama manusia.

Tahukah kamu, dalam mencintai karakter anime dan fiksi, terdapat beberapa tingkatan. Ada tipe yang jatuh cinta pada karakter anime dan fiksi, tapi juga punya kekasih di dunia nyata. Ada juga yang saking cintanya pada karakter anime dan fiksi, sampai nggak punya manusia dicintai. Bahkan, ada pula yang sampai memutuskan untuk “menikah” dengan karakter anime dan fiksi yang mereka cintai.

Menurut saya dan mungkin sebagian besar orang yang merasakan perasaan yang sama, mencintai karakter itu jauh lebih worth it dibanding mencintai manusia. Berikut alasannya.

#1 Minim patah hati

Mencintai manusia itu rentan menimbulkan luka batin yang sulit disembuhkan. Sementara itu, mencintai karakter anime dan fiksi, justru lebih mnim drama. Tetap ada gejolak, tapi biasanya nggak sampai bikin luka batin.

Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan dimensi yang kita tinggali dengan si karakter anime dan fiksi. Kita tinggal di dunia nyata yang penuh rasa sakit dan penderitaan, sedangkan karakter fiksi tinggal di dunia yang sudah dirancang dan ditentukan oleh pembuatnya.

Andai kata karakter anime dan fiksi yang kita sukai melakukan sesuatu yang menyebalkan dan dapat memicu patah hati, bukan kita yang mereka sakiti, namun karakter lain yang hidup satu dimensi dengannya.

Baca Juga:

Perasaan Bahagia Saat Sahabat Menikah Berubah Sedih dan Kesepian karena Sadar Kehilangan Teman Main dan Cerita

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

Orang-orang yang jatuh cinta dengan karakter anime dan fiksi cenderung mampu mengendalikan harapan semenjak awal. Orang-orang ini tahu diri. Sosok yang mereka cintai berbeda dimensi. Alhasil, mereka jadi lebih pandai mengatur ekspektasi.

Beda cerita dengan mencintai manusia di dunia nyata. Kita lebih sulit mengendalikan harapan. Sudah begitu manusia lebih mudah menyakiti sesama. Baik lewat omongan, maupun perbuatan. Kalau sudah begitu, kalau sudah sakit hati, biasanya berbekas.

#2 Tipe idaman yang sulit didapatkan

Salah satu alasan seseorang bisa jatuh cinta pada karakter anime dan fiksi adalah mereka memiliki sifat-sifat seorang pasangan idaman. Sifat yang mungkin tak pernah kami jumpai di dunia nyata. Jangan salah, banyak manusia di luar yang tak pernah merasakan cinta bersama pasangannya. Yang ada adalah keterpaksaan.

Karakter anime dan fiksi digambarkan sempurna, tampil menawan, dan sedikit melakukan kesalahan. Dalam banyak kesempatan, kerap bikin kami meleleh.

Jika tidak menemukan karakter anime dan fiksi yang cocok, seseorang punya opsi untuk membuat karakter hasil karya sendiri. Jatuh cinta kepada sosok rekaan sendiri? Aman dari sakit hati.

Ini bukan hal yang aneh, kok. Nyatanya banyak komikus dan novelis yang jatuh cinta pada karakter ciptaannya sendiri. Alasannya, karakter tersebut merupakan gabungan dari ide tentang sosok idaman yang mereka inginkan.

#3 Dampak jika ketahuan lebih sedikit

Pernah ketahuan sedang jatuh cinta pada seseorang oleh teman-teman sekelas? Saya sempat merasakan hal yang satu ini dan rasanya menyebalkan sekali. 

Teman-teman sekelas saya yang punya jiwa mak comblang tingkat raja, sudah pasti langsung memanggil-manggil laki-laki yang saya sukai, lantas mengatakan padanya bahwa saya menyukainya.

Seketika overthinking saya bertambah. Bagaimana kalau dia risih? Bagaimana kalau salah tingkah saya jauh lebih terlihat olehnya semenjak dia tahu saya jatuh cinta padanya? Dan berbagai macam overthinking lainnya.

Semua hal ini tak akan terjadi jika yang kamu cintai adalah karakter anime dan fiksi. Saat teman-teman saya tahu, mereka hanya menganggap saya “aneh”.

“Kok bisa-bisanya punya perasaan pada orang yang tak ada di dunia?” Begitulah kiranya pikir mereka. 

Mereka tak bisa mengusik hubungan dan kisah cinta saya. Apalagi sampai membuat saya malu dengan menyatakan pada si karakter fiksi bahwa saya jatuh cinta padanya. Kan sudah saya bilang tadi, itu menyusahkan, mengingat adanya perbedaan dimensi antara saya dengan si karakter fiksi.

Nah, kiranya itulah alasan mencintai karakter anime dan fiksi jauh lebih enak dibanding mencintai orang di dunia nyata. Untuk pembaca sekalian yang pernah merasakan perasaan yang sama, pesan saya sih satu, cinta itu tak harus memiliki.

Ngomong-ngomong, kiranya apa yang membuat kalian senang memendam perasaan pada si dia yang beda dimensi?

Penulis: Diyah Nur Alifah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Saya Orang Desa yang Memilih Pakai Jasa WO daripada Sistem Rewang untuk Pesta Pernikahan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2022 oleh

Tags: animeJatuh Cintakarakter animemenikah
Diyah Nur Alifah

Diyah Nur Alifah

Mantan Santri asal Cimahi yang betah bergumul dengan buku, film, dan halaman kosong untuk ditulisi. Gemar menulis diari dan tertarik pada isu literasi.

ArtikelTerkait

Tolong Jangan Kasihani Saya. Meski Belum Menikah, Saya Baik-baik saja terminal mojok.co

Tolong Jangan Kasihani Saya. Meski Belum Menikah, Saya Baik-baik saja

2 Maret 2021
5 Anime Terbaik dengan Premis Terbodoh

5 Anime Terbaik dengan Premis Terbodoh

31 Oktober 2022
chainsaw man mappa mojok

Menantikan ‘Chainsaw Man’, Calon Anak Emas MAPPA Sekaligus Anime Terbaik 2021

8 Maret 2021
8 jenis cinta, dicintai pasangan

Hush, Jangan Suudzon Merasa Tidak Dicintai Pasangan, Bahasa Cinta Kalian Mungkin Berbeda

20 Oktober 2019
3 Rekomendasi Manga JUMP yang Wajib Diikuti Tahun Depan

3 Rekomendasi Manga JUMP yang Wajib Diikuti Tahun Depan

30 Desember 2021
Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu-ibu di Jepang dan Alasan Kenapa Ibu-ibu di Sana Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga terminal mojok

Ibu Shinchan, Nobita, Kenichi, dan Maruko-chan Adalah Gambaran Umum Ibu Rumah Tangga di Jepang

13 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.