Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Film Ngeri-ngeri Sedap, Relatable dengan Keluarga Indonesia

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
4 Juni 2022
A A
Relate-nya Drama Keluarga dalam Film Ngeri-ngeri Sedap Terminal Mojok

Relate-nya Drama Keluarga dalam Film Ngeri-ngeri Sedap (Instagram Ngeri-ngeri Sedap Movie)

Share on FacebookShare on Twitter

Senang sekali rasanya bisa kembali menikmati film Indonesia terbaru yang bukan sekadar bagus, tetapi juga meninggalkan kesan yang tidak biasa. Menggugat sekaligus menggugah.

Film Ngeri-ngeri Sedap berangkat dari premis sederhana. Tentang sepasang orang tua, Pak Domu (Arswendy Beningswara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang tinggal bersama anak perempuan mereka satu-satunya, Sarma (Gita Bhebita). Mereka membuat sebuah rencana kebohongan, pura-pura akan bercerai agar ketiga anak laki-lakinya—Domu (Boris Bokir), Gabe (Lolox), dan Sahat (Indra Jegel)—yang sudah lama merantau, mau pulang ke kampung untuk menghadiri satu acara adat.

Dari luar, keluarga Pak Domu tampak begitu harmonis, bahkan mudah bagi warga sekitar untuk menyebutnya sebagai keluarga teladan. Ketiga anak laki-laki Pak Domu bisa dibilang merupakan perantau yang sukses. Namun, fakta itu ternyata tidak cukup untuk membuat Pak Domu merasa puas dan bangga. Masih ada aturan adat dan budaya serta khawatir akan penilian orang lain yang menjadi dasar bagi Pak Domu untuk menentang pilihan anak-anaknya.

Pak Domu menentang keputusan Domu yang ingin menikah dengan gadis Sunda. Pak Domu juga tidak suka pada keputusan Gebe yang memilih berkarier menjadi pelawak karena Gabe adalah lulusan sarjana hukum. Sahat, si anak bungsu, diminta pulang untuk mengurus orang tua dan warisan keluarga, sebagaimana yang telah diatur oleh aturan adat dan budaya. Ketiga permasalahan tersebut adalah penyebab renggangnya hubungan bapak dan anak dalam keluarga Pak Domu, hingga ketiga anak laki-laki tersebut merasa begitu berat untuk pulang kampung.

Melihat apa yang terjadi antara Pak Domu dengan ketiga anak laki-lakinya, sebagian dari kita mungkin akan mudah merasa relate. Sulit untuk merasa nyaman ketika pilihan hidup bertentangan dengan keinginan keluarga.

Sebagai perantau yang punya masalah dalam keluarga, mungkin kita pernah ada di satu titik ingin pulang karena rindu pada keluarga, masakan lezat ibu, hangatnya pelukan nenak, bahkan suasana kampung yang sejuk, tetapi dicoba untuk ditahan karena telanjur malas untuk kembali mengulang perdebatan yang sama.

Sosok Pak Domu dalam film Ngeri-ngeri Sedap ini adalah tipe bapak yang keras. Ia juga telanjur terkungkung pada pola pikir bahwa laki-laki harus lebih dominan daripada perempuan. Keputusan yang ia ambil karena figurnya sebagai seorang suami dan bapak adalah satu hal yang tidak diberi ruang bebas untuk disanggah meski dalam diskusi dua arah yang sehat.

Pak Domu adalah contoh nyata dari seseorang yang melanggengkan toxic masculinity. Karakternya yang kesulitan menyampaikan rasa cinta kepada keluarga terlebih kepada anak laki-lakinya, turut membuat ketiga anak laki-lakinya tidak terbiasa untuk saling mengungkapkan rasa sayang satu sama lain.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Film Indonesia yang Relevan dengan Hiruk Pikuk Negara Saat Ini

Film Jumbo Adalah Anomali, Akankah Jadi Tren Baru Dunia Perfilman Indonesia?

Konflik lainnya juga muncul dari sudut pandang Sarma sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga. Sama seperti banyak anak muda lainnya, Sarma juga punya mimpi yang berlandaskan atas apa yang begitu ia sukai. Semesta memberinya jalan dan kesempatan, tetapi aturan bahwa anak perempuan harus selalu nurut apa kata bapak, membuat mimpinya terkubur dan harus dilupakan.

Dari semua yang tersaji, film ini disebut bagus pun rasanya belum cukup. Konflik bapak dengan anak yang begitu nyata dan dekat dalam kehidupan sehari-hari, dikemas secara pas. Isu toxic massculinity, pola parenting, arti keluarga, dan generation gap adalah topik menarik yang dihadirkan dan mengajak kita untuk melihatnya dari sudut pandang orang tua maupun anak.

Komposisi komedi dan dramanya juga berimbang. Komedinya hadir di awal, tetapi tidak terus kebablasan. Dialog panjang pemecah tangis dari Sarma adalah gong dari film ini.

Dan, yaaah… kemampuan akting para stand up comedian dalam film ini, sangat layak diacungi jempol. Mereka berakting layaknya aktor. Bukan sekadar sebagai stand up comedian yang hanya diberi ruang untuk terus melucu. Bahkan, Lolox yang berperan sebagai seorang pelawak, tidak dibuat sebagai sosok sentral pemancing tawa. Gestur dan dialognya sangat natural ketika harus menampilkan si Gabe yang muak saat dipaksa jadi jaksa atau hakim.

Yang paling juara adalah Gita Bhebita. Dia adalah bintang dalam film ini. Luapan ledakan emosinya dalam format long take, membuat hati ikut remuk. Ia menyuarakan kegetiran anak perempuan yang dipaksa mengubur mimpi dan cita-cita masa depannya karena adanya aturan keluarga yang menuntut bahwa anak perempuan harus selalu nurut, tidak boleh melawan.

Di lain sisi, meski mengangkat adat dan budaya Batak, tetapi Ngeri-ngeri Sedap tetap terasa universal. Sangat bisa dinikmati meski kita tidak berdarah Batak. Di film ini, kita juga akan melihat pemandangan Danau Toba yang indah, budaya minum tuak di lapo, serta dialog, adat, dan budaya Batak yang begitu kental (bukan sekadar tempelan), tetapi tidak terasa seperti sebuah film cum iklan pariwisata ala-ala. Benar-benar sesuai porsi.

Meski film ini menampilkan sosok Pak Domu yang ngeselin, tetapi selesai menontonnya rasanya saya pengin cepat-cepat pulang untuk memeluk bapak dan mamak.

Ngeri-ngeri Sedap memang sedap! Setelah debut sebagai sutradara dalam film Ghost Writer (2019), kini Bene Dion kembali membawa karyanya untuk dinikmati, kali ini jauh lebih keren.

Tontonlah dan jangan lupa bawa tissu sebagai bekal nonton weekend ini!

Penulis: Utamy Ningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Detail Kecil tentang KKN yang Luput dalam Film KKN di Desa Penari.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2022 oleh

Tags: Film IndonesiaNgeri-ngeri Sedap
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Bioskop di Indonesia Timur Jarang, Wajar kalau Film Kaka Boss Sepi Penonton

Bioskop di Indonesia Timur Jarang, Wajar kalau Film Kaka Boss Sepi Penonton

29 September 2024
Buat Pengelola Bioskop: Stop Ambil Jatah Layar Film Indonesia untuk Film Blockbuster terminal mojok.co

Buat Pengelola Bioskop: Stop Ambil Jatah Layar Film Indonesia untuk Film Blockbuster

10 Desember 2021
Hompimpa: Film Horor dengan Premis Oke, tapi Eksekusi Nanggung terminal mojok.co

Hompimpa: Film Horor dengan Premis Oke, tapi Eksekusi Nanggung

25 Oktober 2021
8 Film Indonesia yang Overrated, Harusnya Nggak Perlu Dipuja Seheboh Itu Terminal Mojok.co

8 Film Indonesia yang Overrated, Harusnya Nggak Perlu Dipuja Seheboh Itu

23 April 2022
5 Film Indonesia yang Tayang pada Februari 2022 terminal mojok.co

5 Film Indonesia yang Tayang pada Februari 2022

4 Februari 2022
Mencuri Raden Saleh Blockbuster Lokal yang Akhirnya Sukses Mencuri Hati Terminal Mojok

Mencuri Raden Saleh: Blockbuster Lokal yang Akhirnya Sukses Mencuri Hati

26 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.