Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
21 Mei 2022
A A
Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta

Surat Terbuka untuk Seluruh Pendukung Liverpool: Apa pun Hasilnya, Tetaplah Jatuh Cinta (Best Image 888 via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apakah pesta tentang Liverpool yang memenangkan Piala FA di media sosialmu sudah surut? Sudah tidak ada lagi tweet yang bisa kau retweet? Apakah story Instagram tentang Jordan Henderson yang angkat piala sudah kedaluwarsa? Kalau sudah, mari kita membicarakan banyak hal tentang Liverpool, tim yang kita cintai, walau kadang membuat tangis juga.

Pada saat tulisan ini dibuat, West Ham berhasil menahan imbang Manchester City. Itu tandanya, masih ada asa untuk menjadi juara di Inggris. Kita semua tahu, sebagai fans Liverpool, haram hukumnya menyerah ketika pertarungan belum usai.

Hukum judi paling awam, jika kesempatan menang sudah menipis, lapangkan hati untuk menyerah. Namun, sebagai fans Liverpool seperti kita, teori judi paling purba seperti itu memang layak untuk ditertawai. Bahkan, pada masa Mario Balotelli, Rickie Lambert, dan Fabio Borini, di Liverpool, yang kesempatan untuk menang saja sudah minus, kita tetap tegak walau hati ambyar juga.

Madrid 2019 (Cosmin Iftode via Shutterstock.com)

Berharap lantas kecewa, memang sudah makanan pokok bagi kita. Andai saja ketika era Rafa Benitez tidak ada Sir Alex Ferguson atau era Juergen Klopp tidak ada Pep Guardiola, mungkin kita lebih cepat memeluk trofi Liga Inggris.

Ya, kata “andai” dan fans Liverpool di era itu, layaknya Romeo and Juliet karangan Shakespeare yang ditutup dengan adegan menenggak racun. Arti lain, andai-demi-andai yang di pikiran pendukung, merangsek masuk ketika tim ini sedang mengalami paceklik yang berkepanjangan.

Belakangan ini, Liverpool seperti sedang melengkapi kepingan mimpi pendukung mereka yang sempat hilang. Menjuarai Piala Liga, Piala FA, masuk ke final Liga Champions, hingga bersaing dengan City di Liga Inggris, adakah saat-saat yang lebih menyenangkan menjadi pendukung tim ini?

Seminggu lagi, Liverpool akan bentrok dengan Real Madrid di Paris. Dalam ajang Final Liga Champions yang tentu saja menjadi incaran utama tim-tim Eropa. Madrid memang pernah membuat kita kesakitan. Final di Kiev 2018 silam, belum kering lukanya. Blunder Loris Karius, ibarat garam yang sengaja ditebar untuk membuat luka makin perih.

Final Kyiv 2018. Real Madrid threepeat (Shutterstock.com)

Entah kenapa, sebagian dari kita memilih Madrid sebagai lawan di final ketimbang City. Melawan Madrid, itu tak pernah mudah—atau bisa dikatakan selalu susah. Liverpool memang pernah menang melawan Madrid di final, tempatnya pun sama di Paris, namun itu adalah tahun 1980. Sejelek apa pun musim yang dilakoni Madrid, tim itu selalu bertanding kesetanan di Liga Champions, seakan kompetisi ini adalah lahan farming buat mereka.

Baca Juga:

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

Apalagi Madrid kali ini diarsiteki Carlo Ancelotti. Masih ingat dengan Revenge Athens 2007 silam? Rekor Don Carlo di ajang ini pun bisa dikatakan baik. Kombinasi pelatih dengan riwayat baik di laga final dan sebuah tim dengan DNA Eropa yang kuat, apakah masih layak meremehkan Madrid?

Ditambah Madrid sudah bisa dikatakan “santai” di La Liga. Saat yang tepat bagi mereka untuk mencoba dan meramu strategi terbaik, pun menyimpan pemain andalan. Sedang kita, imbang di liga saja sudah bisa dikatakan tamat. Bukan masalah tradisi juara Madrid saja, namun juga faktor stamina.

Kembali lagi, selama pertarungan belum kelar, haram hukumnya untuk kita menyerah. Jika pun kalah, musim depan kita akan tetap mencintai tim ini, kan? Seperti orang yang sedang dimabuk cinta. Bedanya dengan kita, tiap musim adalah jatuh cinta yang amat dalam kepada Liverpool.

Jika saya mengatakan mencintai Liverpool adalah cinta pertama kita, apakah kalian setuju? Seorang gadis yang kita sayang bisa pergi begitu saja meninggalkan kita, namun Liverpool tidak akan pergi ke mana-mana. Walau Seringnya membuat kita kecewa, jatuh, menangis. Namun, Liverpool mengajarkan bahwa kesedihan tak akan berlangsung selamanya.

Masih ada dua kesempatan untuk angkat piala, ya? Dua yang sudah didapat dan dua yang masih bisa untuk kita angkat. Kita tentu saja ingat, tahun-tahun di mana angkat satu piala saja sudah cukup. Piala Liga pada tahun 2012 kontra Cardiff City saja sudah bikin menangis. Hari-hari menjemukan di mana lawan Bournemouth saja pincang, sekarang kita bersua dengan raksasa bernama Madrid dan City.

Besok, apa pun itu hasilnya, pencapaian tahun ini bagi Liverpool layak untuk dijadikan kisah. Kisah yang akan dihaturkan kepada siapa pun, bahwa mendukung tim ini begitu menyenangkan. Setidaknya, masih ada dua laga di depan. Selagi mata masih bisa untuk melihat, kuping untuk mendengar, dan suara untuk bersorak, adakah yang lebih indah dari menyanyikan You Will Never Walk Alone” bersama-sama?”

Mari selesaikan musim ini dengan kepala tegak. Apa pun hasilnya, apa pun konsekuensinya, setidaknya, kita pernah mencoba. Liverpool mengajarkan jangan pernah berhenti mencoba sebelum kemungkinan itu sudah mati dan habis.

Penulis: Gusti Aditya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rodrygo, The Starboy

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2022 oleh

Tags: Liga ChampionsLiverpoolpilihan redaksireal madrid
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

5 Serial Anime Underrated yang Kamu Harus Tonton Berdasarkan Genrenya terminal mojok.co

5 Serial Anime Underrated yang Kamu Harus Tonton Berdasarkan Genrenya

18 Desember 2021
Spirit Doll Adalah Bukti Malasnya Masyarakat Pahami Urusan Gaib terminal mojok.co

Spirit Doll Adalah Bukti Malasnya Masyarakat Pahami Urusan Gaib

5 Januari 2022
Ilustrasi Bendungan Walahar Karawang Produk Penjajah, Rasanya Nikmat (Unsplash)

Bendungan Walahar Karawang: Penjajahan oleh Belanda Memang Menyakitkan, tapi Bangunan Tinggalan Mereka Memang Luar Biasa

23 Oktober 2023
Stasiun Purworejo Sudah Betul Jadi Cagar Budaya Saja, Tidak Perlu Diaktifkan Kembali Mojok.co

Stasiun Purworejo Sudah Betul Jadi Cagar Budaya Saja, Tidak Perlu Diaktifkan Kembali

5 Januari 2024
Dilema Penduduk Ketapang: Dominasi Lion Air yang Meresahkan

Dilema Penduduk Ketapang: Dominasi Lion Air yang Meresahkan

22 April 2023
Sisi Gelap Bisnis Air Minum Isi Ulang RO yang Tidak Diketahui Orang

Sisi Gelap Bisnis Air Minum Isi Ulang RO yang Tidak Diketahui Orang

8 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

Gempa Jogja Adalah Guru yang Tidak Kita Inginkan, tapi Kita Perlukan

22 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.